Hari Raya  “PENTAKOSTA” – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 8 Juni 2025)

Kisah Rasul 2:1-4

Kisah Para Rasul 2:1-2
“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi ru-mah, di mana mereka duduk;

Kisah 2:3,4 
dan tampaklah kepada mereka lidah- lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

PENDAHULUAN
Pada waktu murid-murid mengalami penggenapan janji Yesus, yaitu dipenuhi dengan Kuasa Roh Kudus, murid-murid tidak menyadari mereka sedang menggenapi hari raya Pentakosta yang telah mereka adakan ratusan tahun lalu sejak umat Israel diam di Mesir.

Sebab itu di ayat 5 dikatakan: “Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.”
Saat itu semua orang Yahudi yang tersebar  di muka bumi, berkumpul di Yerusalem (di Bait Allah), untuk merayakan “HARI RAYA PENTAKOSTA.”
Dengan demikian saat itu, di Yerusalem ada dua kelompok orang yang sedang merayakan Hari Raya Pentakosta.

1. KELOMPOK PERTAMA (I)
Murid-murid Yesus, mengalami penggenapan ‘Kuasa Pentakosta’, di mana mereka dipenuhi Kuasa Roh Kudus seperti yang telah dinubuatkan Tuhan Yesus Kristus: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Penggenapan Kuasa Pentakosta.
Murid-murid dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus dengan tanda berglosolalia, yaitu berkata-kata dalam bahasa lain oleh ilham Kuasa Roh Kudus.
Tetapi ada kelompok lain dari orang-2 Yahudi.

2. KELOMPOK KEDUA (II)
Orang-orang Yahudi merayakan Hari Pentakosta secara tradisi tapi, mereka tidak mengalami penggenapan janji Allah yaitu Kuasa Pentakosta yaitu tidak dipenuhkan oleh Roh Kudus seperti yang dialami oleh para pengikut Yesus. Itu sebabnya ketika mereka melihat murid-murid Yesus dipenuhi Roh Kudus dan berglosolalia, mereka mengolok-olok murid Yesus.

Perhatikan:
Kisah Rasul 2:13 Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis…”

PENGIKUT YESUS SEPERTI APA?
Kalau kita mengadakan introspeksi diri, kira-kira kita berada di kelompok yang mana?
Kalau kita mengaku kita adalah “Pengikut Yesus Yang Sejati” dan moto  kita sebagai pengikut Yesus yaitu “HIDUP ADALAH KRISTUS”, kita harus seperti murid-murid Yesus, yaitu mengalami penggenapan hari raya Pentakosta, yakni dipenuhi Roh Kudus seperti yang dialami murid-murid.

Selain dari pada itu kita harus menjadi “SAKSI KRISTUS.” Artinya kita bukan hanya berglosolalia artinya kita cuma berkata-kata dalam Bahasa Roh, tetapi kita menunjukkan cara hidup Kristus dalam menjalani hidup sehari-hari dengan “setia.”

Dalam Bahasa Yunani : “MARTURION”, artinya senantiasa menjadi saksi Kristus di manapun kita berada. Bahkan kita bersedia menjadi martyr, yaitu mengalami mati syahid karena Tuhan Yesus Kristus.

KESUKARAN DI AKHIR ZAMAN
Untuk menjadi Saksi Kristus yang setia dimasa sulit seperti sekarang ini, tentu saja bukanlah hal yang mudah dalam mempraktikkannya.

KESIMPULAN
Kesukaran yang akan terjadi dimasa mendatang bukan berkurang, tapi lebih hebat! Bukan cuma pandemik, tetapi aniaya dan bencana alam global. Sebab itu satu-satunya cara untuk menang adalah kuat dan setia serta berdaya tahan.

Sebagai bahan perbandingan:
“Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai berai.”

Murid-murid Yesus tergoncang imannya, saat Yesus ditangkap dan dianiaya padahal yang dianiaya pada saat itu bukan murid-murid, tetapi Yesus.  

Menjelang Kedatangan Yesus kedua kali, tidak ada jaminan tidak akan muncul lagi pandemik baru dalam bentuk lain.
– Dibuka Meterai V – Penganiayaan.
– Dibuka Meterai VI – Bencana alam, yang terjadi secara global, yang dialami oleh penduduk dunia tidak terkecuali pengikut Yesus.

KUAT DAN KESETIAAN
Kita harus menjadi pengikut Yesus yang kuat dan setia secara rohani di dalam Tuhan Yesus Kristus.  Untuk jadi kuat dan setia, kita tidak bisa mengandalkan natur kita. Tetapi, kita butuh kekuatan “llahi/rohani” yaitu ROH KUDUS dan FIRMAN ALLAH di dalam hidup kita.

MENGAPA HARUS KUAT DAN SETIA?
Dari firman Allah kita mengerti bahwa di waktu-waktu yang terakhir, banyak orang menjadi murtad karena tidak miliki daya tahan dan kesetiaan dalam mengiring Yesus.

KESETIAAN “ITAI”
2 Samuel 15:19 “Lalu bertanyalah raja (Daud) kepada Itai, orang Gat itu: “Mengapa pula engkau berjalan beserta kami? Pulanglah dan tinggallah bersama- sama raja (Absalom), sebab engkau orang asing, lagi pula engkau orang buangan dari tempat asalmu.”

Arti nama “Itai” dalam Bahasa Inggris: PLOUGHMAN, dalam Bahasa Indonesia: Pembajak Tanah.
Daud sebut Itai sebagai “Engkau orang asing.” Artinya: Itai itu bukan orang Israel, tapi orang Gat, bagian dari bangsa Filistin, dan raja Org. Gat saat itu bernama Akhis.
Lagipula engkau “Orang Buangan.” Tidak ada catatan mengapa Itai dibuang dari komunitas orang Gat.

1 Samuel 27, Daud pernah lari dari Saul dan sembunyi ke Gat. Dan saat itu Gat dipimpin oleh Akhis. Kemungkinan Itai tertarik ikut Daud, sebab itu, Itai dan 600 pengikutnya berdiam di Israel.

Saat Itai bergabung dengan Daud, pada saat itu, Absalom belum berontak kepada Daud. Sebab itu kasus pemberontakan Absalom, menjadi kesempatan yang tepat bagi Daud untuk menguji dan menilai siapa saja orang yang sungguh-sungguh taat dan setia serta loyal kepada Daud. Dan kesempatan ini, Daud gunakan untuk melihat bagaimana dan seperti apa kesetiaan Itai itu kepada Daud.

2 Samuel 15:17
Daud berhenti di sebuah rumah sambil istirahat Daud ingin melihat siapa saja yang mengikuti Daud dengan setia dan yang memiliki loyalitas yang tinggi kepada Daud.

Daud tidak merasa heran melihat orang-orang Kreti dan orang Pleti, di bawah binaan Benaya, dan yang lainnya. 

2 Samuel 15:18
Daud sangat heran melihat Itai, orang Gat dan 600 orang Filistin sebagai pengikut Itai. Mereka menyatakan komitmen bahwa mereka tetap setia dan loyal kepada Daud.
Untuk itu Daud mengajukan pertanyaan kepada Itai untuk menguji Itai dan 600 orang sebagai pengikut Itai.

2 Samuel 15:19-20 
Sebenarnya Itai punya tiga pilihan yaitu:

  • Ikut Absalom, yang punya peluang besar jadi raja jika berhasil mengkudeta Daud.
  • Sebagai orang Gat (Itai bisa saja berdalih bahwa ia ada di Israel cuma berkunjung).
  • Mengikut Daud dengan konsekuensi Itai harus menderita à dibunuh Absalom.

KOMITMEN “ITAI”
2 Samuel 15:21
Tetapi Itai menjawab raja (Daud): “Demi TUHAN (Yahweh) yang hidup dan demi hidup tuanku raja, di mana tuanku raja ada, baik hidup atau  mati, di situ hambamu juga ada.”

Kita tidak akan mungkin bisa merealisasi moto: “SEKALI YESUS TETAP YESUS” bila kita tidak memiliki atau dipenuhi dengan ‘Roh Kesetiaan’ dan ‘Roh Loyalitas’, yang didorong dan ditopang kuasa Roh Kudus yang ada dan memenuhi hidup kita.  

DAUD BERI ITAI JABATAN
Melihat komitmen, kesetiaan dan loyalitas Itai yang luar biasa itu, maka pada saat Daud mengatur strategi untuk perang melawan tentara Absalom, Daud  menempatkan Itai pada posisi TRIWIRA – yaitu Panglima dari sepertiga pasukan perang Daud.
2 Samuel 18:2.

Arsip Catatan Khotbah