MEMBANGUN  PERSEKUTUAN YANG  INTIM  DENGAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 7 September 2025)

Wahyu 2:24,25 “Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.”

PENDAHULUAN
Di Tiatira banyak jemaat yang mudah terseret oleh ajaran (roh-roh) Izebel, yaitu roh perzinahan. Perzinahan yang dimaksud bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani. Tetapi tidak sedikit jemaat Tiatira yang: kuat, sejati, dan tetap setia dalam pengiringan mereka kepada Yesus. Mengapa di dalam anggota jemaat, ada anggota yang tidak setia, tapi ada jemaat yang setia dan tidak terseret ajaran-ajaran Izebel?

JANJI YESUS
Jemaat yang tidak terseret ajaran (roh)  Izebel (tidak berzinah jasmani dan rohani), Yesus berjanji “Tidak akan menanggungkan beban lain kepada mereka!”

Apa yang dimaksud: Yesus tidak akan menanggungkan beban lain kepada mereka?

NASIHAT YESUS
Bagi jemaat yang tidak terseret ajaran Izebel. Yesus menasihati dalam Wahyu 2:25 : “Apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.”
Artinya kalau kita ingin luput dari kekejaman Antikristus yang akan berkuasa di dunia selama 3,5 tahun, kita harus memegang teguh ajaran Yesus.

AGAR TIDAK TERSERET
“Kita harus menjadi pengikut Yesus yang sejati” (Jemaat yang kuat, kokoh, teguh dan berdaya tahan) dalam iman, sehingga tidak terseret ajaran sesat di akhir zaman. Caranya “membangun hubungan yang intim dengan Yesus.

Apakah maksud hal di atas?
Matius 26:36,37
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,

Matius 26:38,39 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.

TIGA POSISI YESUS BERDOA
Ada tiga formasi doa yang Yesus lakukan ketika berdoa di Taman Getsemani:

  • Saat Yesus berdoa bersama 11 orang murid-Nya, Matius 26: 36
  • Saat Yesus berdoa bersama 3 orang murid-Nya, Matius 26:37
  • Saat Yesus berdoa hanya seorang diri, Matius 26:39

ARTI TIGA FORMASI
Formasi 12 adalah gambaran saat di mana kita hadir bersama Yesus dalam Ibadah Raya.
Formasi 4 adalah gambaran saat kita bersama Yesus dalam “Komunitas Kecil” – (KeMah).
Formasi 1 adalah gambaran saat kita “Seorang Diri” (kontak pribadi) bersama Yesus.

Ketiga formasi dalam ibadah kita ini merupakan hal yang sangat penting untuk memelihara keselamatan kita.
“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Jangan pernah menjauhkan diri dari perhimpunan ibadah raya (formasi 12). Mengapa? Ibadah raya adalah wadah di mana kita dinasihati; ditegur; dan diingatkan firman Tuhan oleh hamba-hamba-Nya, agar hidup kita selaras dengan kehendak-Nya.

IBADAH KHUSUS
Kita juga harus selalu giat dalam ibadah khusus (Formasi 4) agar kita tetap bertumbuh.

“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus,”
Dalam komunitas kecil, kita dilengkapi dan dibangun menjadi jemaat untuk bertambah lebih matang dan lebih menjadi dewasa.

HUBUNGAN (IBADAH) PRIBADI
Hubungan kita secara pribadi dengan Tuhan jangan sampai terputus, oleh situasi dan kondisi apa pun. Hendaknya kita harus bangun hubungan pribadi kita dengan Tuhan di manapun dan kondisi apapun kita.

Wahyu 1:10
Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala…”

Rasul Yohanes dibuang di pulau Patmos sebagai tenaga rodi. Yang dimaksud “hari Tuhan” bukan hari kedatangan Yesus kedua kali, tetapi hari Minggu, yaitu hari perhimpunan Ibadah (kebaktian). Walaupun Yohanes seorang diri tanpa teman di pulau Patmos, Yohanes tetap membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Rasul Yohanes tetap kuat menghadapi cobaan yang amat berat. Sebaliknya Yohanes terima wahyu Ilahi dari Tuhan tentang akhir zaman.

Kisah 10:9b-10
Kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.”

KUALITAS KEKERISTENAN
Kualitas kekeristenan yang menentukan bukan saat kita berada pada posisi saatkita berhimpun bersama-sama dalam komunitas besar seperti sekarang ini. Ketika kita mengalami serangan dalam posisi komu-nitas besar seperti ini, kita akan berusaha jaga gengsi kita sebagai “Pengikut Yesus Yang Sejati.”

Matius 26:30-35
Peristiwa ini terjadi saat Petrus dan   murid-murid lainnya berkumpul bersama (Formasi 12).
Saat itu Yesus menjelaskan tantangan dan peperangan iman yang akan dialami murid-murid saat Yesus menderita disalib.

Matius 26:31
Maka berkatalah Yesus kepada mereka:
“Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai berai.”

Mari kita lihat apa reaksi Petrus, pada saat Petrus mendengar ucapan Yesus:
Matius 26:33 “Petrus menjawab-Nya: “Biar pun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak!”

Apa yang mendorong Petrus sehingga semangatnya terbakar, saat Yesus ingatkan murid-murid suatu saat akan mengalami goncangan hebat yang bisa membuat mereka semua alami goncangan?

Yang pasti, Petrus ingin menunjukkan kepada murid-murid lainnya, bahwa dia adalah “Pengikut Yesus Yang Sejati”,  yang tidak tergoyahkan.

TANTANGAN PADA FORMASI 1
Bagaimana iman kita saat tantangan berat datang saat kita seorang diri (Formasi 1)?

Matius 26:69 Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus orang Galilea itu.”

Petrus tidak menyangka bahwa dia akan diadili di suatu pengadilan tak resmi.

MENGUDUSKAN YESUS DALAM HATI
Betapa pentingnya membangun hubungan yang intim dengan Yesus bukan hanya saat di Ibadah Raya atau Ibadah khusus. Tapi kita harus tetap membangun hubungan yang intim dengan Yesus saat seorang diri.

Setelah Petrus bertobat dan menyadari kesalahannya, ia berkenan memberi nasihat kepada kita :
“Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggunan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.”

Kita tidak mungkin bisa menguduskan Yesus adalah Tuhan, apabila kita tidak memiliki hubungan yang pribadi dan yang intim dengan Yesus.

Arsip Catatan Khotbah