JANGAN TAKUT– oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 21 Desember 2025)

Lukas 2:8-20
8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
13. Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14. “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Pendahuluan
Pesan “Jangan takut” menjadi pesan yang sangat penting di kisah menjelang Natal dan saat Natal dimana Yesus lahir. Jika kita melihat pasal sebelumnya:

  • Jangan takut Zakaria
    Lukas 1:13 (TB)  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
  • Jangan takut Maria
    Lukas 1:30 (TB)  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
  • Jangan takut Yusuf
    Matius 1:20 (TB)  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 
  • Jangan takut para gembala

Lukas 2: 8.Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9.Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Ada banyak alasan manusia mengalami ketakutan dan jika kita kembali didalam kisah yang kita baca tentunya ada beberapa alasan para gembala ini takut atau sangat takut.

ALASAN PARA GEMBALA SANGAT TAKUT
* Kebutuhan keamanan dan perlindungan
Dalam ayat 8, di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Para gembala tinggal di padang dan menjaga ternak mereka di waktu malam. 

Kata “tinggal” di ayat ini lebih tepatnya adalah mereka bermalam di sebuah tempat dengan beratapkan langit. Kejadian 37:12-14 saudara Yusuf gembalakan kambing domba di Sikhem dan Yakub mengkuatirkan keadaan mereka dan keadaan ternak mereka sehingga meminta Yusuf untuk melihat keadaan saudara-saudaranya. Yusuf melewati lembah Hebron dan sampai ke Sikhem.

Jadi dalam menggembalakan ternak, mereka mencari tempat untuk ternak mereka  dan selama berpindah-pindah tempat maka tidak ada tempat yang aman sebagai tempat perlindungan mereka. Setiap malam tentunya para gembala sering mengalami ketakutan apalagi ketika ada terang menerangi, mereka takut karena mereka mengira berpikir ini tidak aman, berbahaya dan ini mengancam.

Tentunya ini berbicara tentang kebutuhan banyak dari manusia di mana kita inginkan tempat yang aman, tentram, terlindung tapi kenyataannya setiap hari ada banyak bahaya dan kesempatan kejahatan dapat terjadi kapan saja sehingga setiap hari kita bergumul akan hal yang menakutkan ini. 

* Kebutuhan hidup 
Dan kata “menjaga” itu menunjukkan adanya kemungkinan ancaman yang mereka hadapi seperti binatang buas  yang dapat membunuh atau memangsa hewan ternak mereka, dari para penyamun, perampok hendak menjarah kambing domba mereka. 1 Samuel 17:34Daud pernah jelaskan tentang pekerjaanya menggembalakan domba dan ia harus menghadapi singa, beruang. Daud harus mengejar, menghajar dan melepaskan domba dari mangsa singa dan beruang.

Ayub 1:15 orang-orang Syeba menyerang dan merampas ternak dan memukul para penjaga.
Dan kata “menjaga” itu menunjukkan adanya kemungkinan kerugian yang besar jika tidak dijaga.

Tanggung jawab gembala menjaga
Amsal 27:23-27 (TB)  Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu. 
Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun? 
Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan, maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan. 

Kekayaan di zaman itu dihitung berapa besar jumlah hewan ternak mereka seperti domba, kambing, unta, hamba-hamba dan jika mereka mengenal, memperhatikan dengan kata lain menjaga maka melalui ternak ini mereka dapat makan, pakaian, ladang sebagai aset.

Inilah ketakuan yang dialami kita, ketakutan akan kebutuhan hidup menjadi pergumulan setiap kita, bagaimana kondisi ekonomi sekarang, pendapatan mulai menurun dan pengeluaran serta kebutuhan semakin banyak.

* Keberadaan manusia yang berdosa
9. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.

Dalam situasi malam sunyi di padang ini maka tiba-tiba malaikat Tuhan datang menghampiri mereka kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan bukan hanya takut tetapi mereka menjadi sangat ketakutan. Tentang Sinar Kemuliaan Tuhan di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memiliki arti yang sama yaitu kehadiran dan kekudusan Allah.

Dalam Perjanjian Lama: dikenal dengan “Shekinah yaitu sinar kemuliaan Allah adalah kehadiran Allah atau kekudusan Allah.

Kemuliaan Tuhan sering tampak sebagai terang cahaya, api atau awan bercahaya—tanda kehadiran Allah yang kudus dan sinar kemuliaan Tuhan dapat terlihat dalam kisah :

  • Kisah Musa di gunung Sinai Kel 24:16-18 selama 6 hari dan hari ke 7 Musa dikenan Allah untuk masuk dan Musa di dalam gunung itu 40 hari-40 malam tapi bagi umat itu seperti api menghanguskan 
  • Kisah panggilan Yesaya, Yesaya 6:1-4 dan Yesaya berkata bahwa ia celaka dan binasa karena ia najis bibir 
  • Kisah Kemah Suci, Keluaran 40:34-35, awan kemuliaan Tuhan memenuhi kemah suci sehingga Musa tidak dapat memasuki kemah suci.
  • Ruang maha kudus tutup pendamaian di atas tabut Tuhan, Imamat 16:2. Pesan Tuhan jangan sembarangan masuk ke  tempat kudus di belakang tirai di depan tutup pendamian di atas tabut Tuhan ada karena disanalah Allah menampakan diri dalam awan di atas tutup pendamaian supaya Harun dan keluarganya jangan mati

Jadi dapat kita simpulkan bahwa sinar, api, awan kemuliaan dalam beberapa kasus mendatangkan maut bila orang mendekati-Nya tanpa kekudusan atau tanpa tata cara yang benar karena kekudusan dan kehadiran Allah. Bukan Shekinah/sinar kemuliaan itu sendiri yang “membunuh”, tetapi kekudusan Tuhan yang tidak dapat ditahan manusia berdosa. dan kurang lebih 400 tahun masa sunyi di mana Allah tidak berbicara, tidak menampakan sinar kemuliaan-Nya lagi. Sinar Kemuliaan Tuhan kembali tampak bukan kepada nabi, imam, raja justru kepada para gembala kaum yang kecil mewakili manusia yang berdosa sehingga para gembala begitu sangat takut, sehingga ini alasan gembala sangat ketakutan dan ini dapat diartikan “aku mati, jangan-jangan habis lenyap aku, binasa aku sebab aku manusia berdosa.”

Saya teringat bagaimana respon manusia pertama yaitu Adam dan hawa saat Allah hadir memanggil mereka yang sudah jatuh dalam dosa. 

Kejadian 3:8-10 (TB)  Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 

Ay.9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” 
Ay.10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

Suatu ketakutan yang luar biasa dialami oleh Adam dan Hawa saat itu ketika Allah hadir mengunjungi mereka karena mereka telanjang tanda berdosa di hadapan Allah.

Ay 10. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Ay.11. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Para gembala tidak perlu takut, kita tidak perlu takut “ketika malaikat itu berkata aku memberitakan kepadamu”, ini seperti hadiah atau hadiah Natal yang dilabel untuk para gembala, untuk orang yang hina dan berdosa untuk semua umat manusia yang mempunyai berbagai macam ketakutan, mereka yang berdosa, terhilang, jauh tidak masuk hitungan dari ukuran dunia ditolak, mereka yang terluka dan lemah diberikan kepadamu.

Hari Ini telah “Lahir bagimu” berarti:
Hari ini adalah awal baru, kesempatan, waktu yang tepat, diberikan buat kita dan kelahiran itu bukan hanya sebuah peristiwa sejarah, tetapi hadiah, anugerah, dan kabar keselamatan yang diberikan untuk kamu, bagi semua orang.

Yaitu  Juruselamat yaitu Kristus Tuhan
Jangan takut, inilah “Sinar kemulian Tuhan” adalah kehadiran dan kekudusan Allah dalam kemah manusia dalam kehadiran Yesus. la tidak membunuhmu tapi memperdamaikan, la tidak menghancurkan dan membinasakan tapi menghidupkanmu, la tidak mengusir, menolak tapi menerimamu.

Bagaimana berbagai ketakutan dilenyapkan?

  • Berjumpa dengan Yesus (Motivasi)

Ayat 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”

Dalam dunia yang gelap ini maka ketakutan itu menjadi pergumulan setiap kita dan kita tidak bisa memahami arti natal yang sesungguhnya jika kita tidak mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus.
Ketika para gembala ini tahu berita kesukaan tentang Juruselamat yaitu Yesus Kristus dilahirkan di kota Daud, maka pesan malaikat itu kepada mereka yang hina, para gembala kita yang berdosa yaitu kamu akan menjumpai Juruselamat.

Apa motivasi saudara saat tahu siapa Yesus dan saudara ingin mengalami perjumpaan dengan Yesus? Tentunya saudara punya motivasi yang benar, kerinduan yang dalam kepada juru selamat itu.

Perjumpaan kita dengan Yesus bukan lagi seperti gembala yang menjumpai bayi di palungan, melainkan perjumpaan pribadi yang sudah memberi nyawaNya buat kita sehingga perjumpaan yang mengubahkan hidup—yang mengoreksi arah kita, menyentuh hati kita, dan membaharui cara kita hidup.

  • Segera jangan tunda (kesempatan)

Ay. 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Sikap hati para gembala yang tidak menyia-nyiakan kesempatan saat Tuhan memberi undangan untuk berjumpa dengan Yesus.

Kata “cepat-cepat” menunjukkan bahwa perjumpaan dengan Yesus tidak ditunda. Mereka tidak menunggu waktu yang nyaman, tidak menimbang untung-rugi, dan tidak berkata “nanti saja”. Ketika Tuhan berbicara, mereka segera merespons. “Perjumpaan dengan Yesus adalah kesempatan ilahi. Para gembala tidak membuang kesempatan itu. Mereka segera melangkah, sebab mereka tahu bahwa kesempatan berjumpa dengan Tuhan tidak selalu datang dua kali.”

Jika para gembala tidak menyia-nyiakan kesempatan berjumpa dengan Yesus yang masih bayi, apalagi kita hari ini yang mengenal Kristus yang lahir, mati, bangkit. Jangan tunda, datanglah dan biarkan Dia mengubahkan hidup kita.”

  • Mengalami perubahan (Mukjizat)

Ay.20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

“Perjumpaan dengan Yesus mengubahkan ketakutan menjadi pujian. Mereka datang dengan hati gemetar, tetapi pulang dengan hati yang penuh penyembahan.”

  • Takut berubah menjadi iman. Ketakutan mereka tidak dihilangkan oleh malaikat, tetapi oleh perjumpaan dengan Kristus.
  • Hati yang diubahkan menghasilkan pujian. Pujian bukan karena keadaan berubah, tetapi karena hati telah disentuh Tuhan.
  • Perjumpaan sejati selalu terlihat dari arah hidup yang baru. Mereka kembali ke pekerjaan yang sama, tetapi dengan hati yang berbeda.

Kesimpulan
Persiapkan hati dan diri saudara. Kita mau jujur dihadapan Tuhan, bentuk ketakutan apa yang Saudara sedang hadapi? Sinar kemuliaan Tuhan adalah kesukaan besar yaitu Natal, Yesus lahir untuk menjadi Juruselamat bagi kita. Alami perjumpaan, jangan tunda dan Tuhan kerjakan perubahan di dalam hidup saudara.

14. “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” 

Jangan takut, tempat maha tinggi bagi manusia diam di bumi.

  • Yang Maha Tinggi mau menghampiri yang maha rendah untuk meninggikan kita 
  • Yang Maha Kudus mau hadir di samping yang maha najis. Untuk menguduskan, mentahirkan mereka yang penuh kenajisan akan dosa 
  • Yang Maha Mulia mau hidup bersama yang maha hina. Raja yang mulia mau turun kepada kita yang Penuh hina ini mengangkat kita ke tempat yang mulia.
  • Yang Maha Kuasa mau rela menjumpai yang maha lemah. Memberikan pertolongan, kekuatan dan mukjizat.
Arsip Catatan Khotbah