Pendahuluan
Dalam hidup, kita sering berhadapan dengan kata “mustahil / tidak mungkin”. Tidak mungkin sembuh, berubah, ada jalan keluar. Sebab kita sudah mencoba berbagai cara yang mungkin tapi akhirnya kita mulai pUntukus asa dan berkata “mustahil… saya menyerah!” Kabar baiknya adalah Natal justru dimulai dari serangkaian kemustahilan.
Ayat Kunci
Lukas 1:37, Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Jika Natal hanya kisah yang masuk akal, maka Natal bukan lagi karya Allah melainkan karya manusia. Tetapi justru karena tidak masuk akal, Natal membawa kabar baik.
Luk 1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret.
Bulan yang ke enam dari Elisabet mengandung di usianya yang sudah tua. Itu merupakan kabar tentang mukjizat bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Luk 1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Luk 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Orang yang mendapat perkenanan Tuhan, pastilah ia dalam penyertaan Tuhan.
Luk 1:29 Maria terkejUntuk mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Luk 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takUntuk, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Luk 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus (Yesaya 7:14)
Sudah dinubuatkan Nabi Yesaya, 700 tahun sebelum kelahiran Yesus. Suatu nubuatan yang begitu lama waktunya sampai digenapi. Kalau tidak dicatat oleh Alkitab, orang-orang pasti sudah melupakan nubuat tersebUntuk.
Luk 1:32 Ia akan menjadi besar (Great) dan akan disebUntuk Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
Luk 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
Yang kita rayakan dalam Natal adalah kelahiran seorang RAJA.
Luk 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
Luk 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebUntuk kudus, Anak Allah.
Kuncinya adalah bila Roh Kudus turun, atas orang yang mendapatkan perkenanan Tuhan.
Luk 1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebUntuk mandul itu.
Luk 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Luk 1:38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurUntuk perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Perkataan ini yang ditunggu oleh Tuhan akhirnya keluar dari mulUntuk Maria bahwa ia siap menerima mandat dari Allah, dan tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Bagaimana membuat perkara yang mustahil menjadi mungkin?
1. Miliki hati hamba, ay. 38 – “Jadilah padaku menurUntuk perkataanMu (Firman Tuhan).”
Tuhan berpegang teguh pada Firman-Nya, menjunjung tinggi (Bil 23:19, Mat 24:35).
- Meskipun belum dimengerti tetap percaya firman.
- Renungkan firman – Meditates – firman itu kita “mamah biak” (cerna dengan baik)
- Roh Kudus turun, ada pencerahan dalam diri kita.
2. Mengenal tujuan Tuhan atas kehidupan kita (Tujuan Natal)
• Allah mencari orang yang bersungguh hati / hati yang Untukuh – tidak terbagi (2 Taw 16:9).
• Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.
• Mau mengenal tujuan Tuhan untuk maksud menggenapi kehendak-Nya / tujuan-Nya.
Mari renungkan, apa tujuan Tuhan?
•Untuk apa Tuhan memberkatiku?
•Untuk apa Tuhan membuka jalanku?
•Untuk apa Tuhan menyembuhkanku?
•Untuk apa Tuhan melindungiku?
•Untuk apa Tuhan menguatkanku?
•Untuk apa Tuhan mencerahkanku?
•Untuk apa Tuhan mempromosikanku?
•Untuk apa Tuhan mengampuniku?
Semuanya bukan tentang diri kita melainkan maukah kita menggenapi rencana Tuhan bagi dunia ini? Tuhan memberkati.