TUHAN TAHU – Oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 2 – Minggu, 20 Februari 2022)

Mazmur 139:1-6

Bagian struktur dari Mazmur 139:

  • Ayat 1-6: ALLAH MAHA TAHU – Dia tahu siapa kita, Dia tahu keberadaan kita dan Dia tahu isi pikiran kita.
  • Ayat 7-12: ALLAH MAHA HADIR – Ia ada dalam segala tempat, Ia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
  • Ayat 13-18: ALLAH MAHA KUASA – Ia membentuk, Ia menciptakan, Ia melindungi, Ia melakukan yang dahsyat, ajaib dan luar biasa.
  • Ayat 19-24: DUA JENIS MANUSIA – respon kepada sifat-sifat Allah

Sebelum kita masuk dalam inti pembahasan renungan firman Tuhan saat ini, mari saya mengajak kita semua untuk menyanyikan lagu yang sangat memberkati ini.

Judul: Tuhan tahu
PERHATIKANLAH BUNGA BAKUNG DI LADANG
TUHAN HIASI TANPA BEKERJA
APALAGI KITA ORANG PERCAYA
TUHAN P’LIHARA TUHAN CUKUPKAN

PERHATIKAN BURUNG-BURUNG DI UDARA
TUHAN BERI MAKAN TANPA BEKERJA
APALAGI KITA KESAYANGAN-NYA
TUHAN P’LIHARA TUHAN SEDIAKAN

SAAT KAU PERLU TUHAN TAU
SAAT KAU MINTA TUHAN DENGAR
SAAT PERCAYA TUHAN BEKERJA

SAAT MENANGIS TUHAN TAU
SAAT BERDOA TUHAN DENGAR
SAAT BERSYUKUR TUHAN BERKATI

Pendahuluan
Pernahkah kita berpikir bahwa tidak ada siapapun yang mengetahui apa yang kita perbuat, apa yang kita gumuli, dan apa yang sedang kita alami? Daud menyadari bahwa “tidak ada siapapun yang mengetahui”, itu adalah hal yang tidak mungkin, sebab Tuhan adalah Allah Yang Mahatahu.

1. DIA tahu siapa kita 
Ay. 1 “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku”
Dari sini kita melihat hebatnya kemahatahuan Tuhan – Dia tahu siapa kita, latar belakang kita, dan Dia tahu bahkan mengenal seluruh kehidupan kita. Kita bisa melihat dalam ayat 13 berkata bahwa Tuhan mengenal kita karena Dialah yang menciptakan kita. Tuhan mengenal kita karena kita ini adalah milik kepunyaan-Nya sendiri. Mari kita sama-sama pelajari kata “mengenal” dalam ayat ini. Kata mengenal = Yada, yang berarti pengenalan seperti hubungan suami istri. Jika Allah begitu tahu siapa kita dan mengenal pribadi kita maka dengan demikian artinya Allah rindu untuk kita dapat mengenal-Nya lebih dalam lagi, sebagaimana Ia mengenal pribadi kita.

2 Petrus 3:18 “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”

2. Dia tahu keberadaan kita dan Dia tahu isi pikiran kita.
Ay. 2 “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.”
Tuhan menunjukkan kepedulian atas kita. Tatkala kita duduk, Dia lihat; manakala kita berdiri, Dia ada di sana. Tidak ada satu tindakan pun yang sanggup terlepas dari pengamatan-Nya. 

“Engkau mengerti pikiranku dari jauh” (ayat 2b)—tiap pikiran betapa pun banyaknya dan rumitnya dalam sepanjang hari atau malam. Tuhan tahu sebelum pikiran-pikiran itu eksis, bahkan sebelum terlintas dalam benak kita sekalipun. “Engkau mengerti pikiranku dari jauh.”

Ketika Allah tahu keberadaan kita maka  “Saat aku duduk, saat berdiri”  artinya ALLAH TAHU PERGUMULAN, KEADAAN, situasi yang di alami bahkan AIR MATA yang mengalir Tuhan tahu.

Contoh :

  • Janda di Nain  Lukas 7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” 
  • Petrus Lukas 5:1-6
    Ayat 1, Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 
    Ayat 2, Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 
    Ayat 3, Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
    Ayat 4, Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
    Ayat 5, Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” 
    Ayat 6, Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

3. Dia tahu perbuatan kita
Ay. 3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. 
Ay. 4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. 

Kalimat ini merupakan kalimat metafora, yang dipakai untuk melukiskan para laskar yang mengelilingi seluruh jalan kita dengan suatu penyergapan mendadak, atau seperti panglima laskar yang sedang menempatkan para pengintai di setiap sudut jalan kita dan ini mengandung arti bahwa ke mana pun kita pergi, Tuhan ada di sana memeriksa atau mengawasi kita. 

Apa yang Tuhan awasi dan periksa?
Yaitu semua jalan atau semua perilaku kita baik itu baru berupa rencana atau kosa kata yang masih tersusun dan belum terucapkan masih ada dalam hati, sampai kesegala sesuatu yang kita ucapkan dan segala perbuatan perilaku tindakan itu didalam pengawasan.

Ibrani 4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Tidak ada yang tersembunyi dihadapan Tuhan
Amsal 15:3 Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

  • Adam dan hawa Kejadian 3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

4. Dia tahu keperluan kita
Ay. 5“Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku” 

Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku  Artinya: Dari semua sisi, Tuhan mengurung kita, atau menunjukkan bahwa Allah memberikan perlindungan yang sempurna bagi kita.

“Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku”. Ayat ini sangat indah, menunjukkan kepada kita bahwa Allah menyediakan segala yang kita perlukan.

Jadi kebutuhan kita manusia adalah kita butuh dibimbing – maka Dia akan menuntun dan membimbing kita; kita butuh diberi kekuatan dan keamanan – maka Dia akan menopang dan melindungi kita; kita butuh alami pemulihan – maka Dia akan kerjakan pemulihan atas segala kepahitan, kegetiran serta kegagalan yang kita pernah alami. Dengan demikian, segala kebutuhan hidup kita akan Allah penuhi ketika kita datang kepadaNYA.

Kesimpulan :

  1. Pemahaman akan kemahatahuan Allah menyadarkan kita untuk membuka hati mengenal Dia lebih dekat, 1 Petrus1:6-8.
  2. Pemahaman akan kemahatahuan Allah membuat kita lebih percaya bahwa Allah selalu ada di setiap musim hidup kita, Ibrani 13:5.
  3. Pemahaman akan kemahatahuan Allah sepatutnya menimbulkan kegentaran dalam diri kita agar hati-hati melangkah dalam hidup, Mazmur 34:9.
  4. Pemahaman akan kemahatahuan Allah seharusnya membuat kita tidak kuatir, Matius 6:31.
Arsip Catatan Khotbah