BERHATI-HATILAH – Oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 27 Maret 2022)

1 Korintus 10:12 – “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh.”

Pendahuluan
Rasul Paulus menuliskan ayat ini kepada jemaat di Korintus sehubungan dengan kegagalan bangsa Israel. Ay.1-11 menceritakan kegagalan Israel jasmani dijadikan contoh dan peringatan kepada kita sebagai Israel rohani, agar jangan lalai, ceroboh dan tidak mematuhi Tuhan, sehingga mereka diabaikan oleh Tuhan. Allah kemudian memilih bangsa lain yang bukan lagi dari satu keturunan tetapi dari berbagai bangsa di dunia yang percaya Yesus sebagai umat pilihan Allah di akhir zaman ini.

POKOK BAHASAN
1 Korintus 10:12 – “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh.”
Dari ayat pokok kita ini, dapat kita petik beberapa pokok bahasan.
I. BERDIRI TEGUH
Dalam bahasa aslinya : HISTEMI, artinya :
1). Berdiri sambil menunjuk.
Lebih lekat ditujukan pada pemimpin. Jadi siapa yang menyangka bahwa dirinya adalah pemimpin, atau yang sedang dipercaya, hati-hatilah.
2). Siapa yang tahu, bahwa dirinya sedang pada posisi yang terus naik, atau biasa dipakai istilah sedang naik daun, hati-hatilah.
3). Siapa saja yang sedang menikmat  kenyamanan, hati-hatilah.

Kenyamanan disini tidak mesti kaya semua serba ada, tetapi merasa nyaman, tidak ibadah juga tidak apa-apa, usaha tetap lancar, sehat terus jadi rasa nyaman dan akhirnya lupa bahwa semua itu pasti ada akhirya.

II. MENYANGKA
Dalam bahasa aslinya DOKEO, artinya memiliki reputasi. Siapa yang memiliki reputasi dari tiga arti Histemi di atas berhati-hatilah. Mengapa? Karena menjadi pemimpin, sedang berada ditempat yang terus naik dan rasa nyaman, semuanya rentan jatuh 100% kedalam dosa. Tuhan peringatkan hati-hatilah, dosa yang paling dekat dengan hal ini adalah dosa kesombongan. Kehati-hatian adalah bagian yang harus kita kerjakan dan itu bukan bagian Tuhan. Tuhan sudah cukup dengan arahan firman-Nya yang begitu lengkap. Kita tidak bisa berkata Tuhan kita berkuasa sanggup tolong kita, andalkan saja Tuhan, Tuhan sudah berikan petunjuk firman-Nya, selanjutnya jika kita tidak hati-hati, jangan salahkan Tuhan kenapa tidak bertindak. Manusia diciptakan bukan seperti robot, yang dapat dipencet tombol untuk dibelokan ke kiri atau ke kanan, tetapi memiliki kehendak bebas untuk bertindak. Jika kita salah bertindak dan tidak hati-hati akibatnya kita yang tanggung. Di akhir zaman ini, dimana Tuhan sedang mempersiapkan gereja-Nya untuk disempurnakan, maka Tuhan akan adakan pemisahan, mana gereja yang nantinya disempurnakan dan mana yang tidak.

Apapun yang terjadi dalam kehidupan manusia, tidak pernah terjadi dengan tiba-tiba. Selalu berkaitan dengan proses Belajar; Pemahaman dan Pendewasaan. Kemudian melewati pengalaman salah langkah ; salah pilih ; salah mengambil keputusan. Semuanya ini akan menjadi pembelajaran untuk kita hati-hati menjalani kehidupan.

III. JATUH
Kata jatuh dalam bahasa aslinya: PIPTO, ada 4 pengertian :
1). Hati-hati, jangan sampai pada posisi pemimpin, naik daun, nyaman, kemudian pada satu titik berbalik pada posisi terendah, terbelakang.
Tuhan Yesus memberi peringatan ini kepada murid-murid-Nya, dalam Matius19:30- “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi terdahulu.”

Dikatakan banyak orang, berarti tidak sedikit orang yang tadinya terdepan dalam pengenalan akan Tuhan dan firman-Nya, tetapi kemudian karena tidak hat-hati, mereka kemudian justru menjadi orang yang terbelakang. Sementara orang yang selama ini, melawan, menghina Tuhan, tetapi ketika mengalami jamahan Tuhan, mereka bertobat dan bersungguh-sungguh mengasihi dan mentaati firman-Nya, sehingga mereka menjadi yang terdepan dalam pengiringan percayanya kepada Tuhan. Hal ini tidak terjadi dengan tiba-tiba, tapi melalui proses, hidup adalah proses jadi berhati-hatilah. Jangan sampai kita yang terdepan dalam pengenalan akan Tuhan justru tidak masuk dalam gereja yang disempurnakan, karena ceroboh dan lupa diri seperti bangsa Israel.

2). Jatuh dalam penghakiman dan penghukuman manusia.
Penghakiman dan penghukuman manusia itu sangat kejam, tanpa ampun. Kesalahan masa lalu akan terus diungkit dan dijadikan pegangan untuk menghakimi, sementara orangnya sebenarnya sudah bertobat, dan Tuhan juga sudah ampuni, tetapi tidak dengan manusia, kesalahan dan dosa orang tersebut akan terus diungkit. Meski soal menghakimi dan menghukum adalah bagian dan haknya Tuhan, tetapi banyak orang suka bermain jadi tuhan-tuhanan. Merasa paling benar dan berhak mengungkit kesalahan orang lain dan menjatuhkan penghakiman. Tetapi disisi lain, orang bisa menghakimi kita itu juga karena kita tidak berhati-hati dalam bertindak.

Untuk dapat berjaga-jaga dan berhati-hati, kita harus melatih diri kita untuk menjadi orang yang mahir mencermati diri sendiri, bukan malah mencermati orang lain. Kitalah yang harus menjaga diri untuk tidak jatuh.  Banyak orang begitu mahir mencermati orang lain, tetapi  tidak kepada dirinya sendiri.

3). Jatuh lalu takluk kepada tipu daya kepada roh jahat.
Orang yang gampang tertipu dan jatuh karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman firman Tuhan. Itulah sebabnya pengetahuan akan firman Tuhan itu sangat penting sehingga tidak mudah tertipu dan disesatkan.

Dalam pertumbuhan iman yang dianjurkan oleh Petrus, pengetahuan merupakan tingkat yang kedua mulai dari dasar iman, naik kepada kebajikan, kemudian kepada pengetahuan, 2 Petrus1:5-7.

Sebagai contoh dalam peristiwa Yesus dicobai oleh Iblis, Matius.4:1-11. Yesus dibawa oleh Roh untuk dicobai. Subtansi dari tujuan Iblis mencobai sebenarnya adalah Iblis ingin tahu apa isi yang ada dalam pribadi Yesus. Pemahaman akan tujuan Allah dalam diri Yesus itulah yang mematahkan cobaan itu, ketika Iblis mencoba menggunakan firman Tuhan untuk dalil menyerang Yesus, Yesus juga mengcover dengan kebenaran firman yang kuat. Ia tidak dapat dikelabuhi dengan ayat firman yang dipaksakan Iblis untuk menyerang Diri-Nya.

4). Kehidupan yang tersingkir dari kuasa kebenaran Allah.
Kejatuhan pada tahap ini akan sangat sulit dipulihkan. Orang yang sudah keluar dari kebenaran firman yang berkuasa, hidupnya bukan cuma tersingkir, tetapi hidupnya akan digiring Iblis pada kematian karena dosa. Karena diluar kebenaran firman Tuhan, tidak ada sesuatu apapun yang dapat membawa seseorang kepada jalan keselamatan. Perhatikan bagaimana Alkitab yang adalah firman Tuhan, dapat memberi jalan dan petunjuk untuk kehidupan manusia, agar waspada dan berhati-hati.

2 Timotius 3:16 – “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Dari ayat ini saja kita dapat mengetahui beberapa hal :
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah” artinya semua yang tertulis didalam Alkitab itu adalah ilham dari Roh Kudus, tidak ada kitab atau buku lain yang dapat disetarakan dengan Alkitab.
“Bermanfaat untuk mengajar” artinya dari Alkitablah kita belajar firman Tuhan, tidak akan pernah ada dibuku atau kitab lain.
“Untuk menyatakan kesalahan” artinya melalui kebenaran firmanlah kita dapat menemukan kesalahan kita. Alkitab adalah buku yang paling jujur mengungkap keberadaan dan siapa kita sebenarnya.
“Untuk memperbaiki kelakuan” artinya melalui firman Tuhan juga, kita dapat bimbingan untuk memperbaiki kelakuan kita yang menyimpang dari Tuhan.
Dan terakhir “Untuk mendidik orang dalam kebenaran” artinya firman Tuhan menjadi pegangan dan ukuran untuk kita hidup dalam kebenaran dan untuk mengajar orang lain agar juga hidup dalam kebenaran yang sejati.

Arsip Catatan Khotbah