Ibrani 6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
Latar belakang
Penulis kitab Ibrani mau menjelaskan dan mengarahkan kepada pembaca dan yang menerima surat ini bahwa, pengharapan akan keselamatan di dalam Yesus adalah sebuah kepastian. Baca ayat 9.
Ibrani 6:9, (TB) Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.
Mengapa ini perlu disampaikan?
Hal ini disampaikan karena mulai ada keraguan, berpikir Allah tidak adil, bahkan Allah telah melupakan apa yang mereka sudah lakukan untuk nama-Nya dalam melayani. Itu sebabnya penulis berkata ay 10; Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.
Mereka menyangka apa yang mereka lakukan itu semua telah dilupakan oleh Allah padahal tidak, itu sebabnya sangat penting untuk diingatkan, dan ditegaskan kembali.
Pendahuluan
Melayani, bukan sekedar kita tunjukkan bahwa kita sedang melayani, begitu juga dengan percaya kita kepada Allah, bukan sekedar percaya, tetapi dibuktikan bahwa percaya kita adalah percaya yang kuat, berdaya tahan serta tak mudah digoyahkan. Jangan sampai ada keraguan, kebimbangan bahkan ketidakpercayaan dalam diri kita tentang janji Tuhan dan keselamatan.
Di dalam kita mengikut Tuhan apalagi melayani tentu tidaklah mudah seperti yang kita bayangkan, tetapi ingatlah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan melupakan setiap apa yang kita lakukan untuk nama-Nya, bahkan kasih kita dalam melayani yang kita tunjukan, Allah ingat akan hal itu (bukankah Alkitab berkata; Segelas air putih saja seseorang tidak akan kehilangan upahnya).
Bagaimana agar tidak mudah digoyahkan? Apalagi kalau kita mulai berpikir Allah melupakan.
1. Memiliki Pengharapan
Alasan yang kuat bagi seseorang mengapa dia harus memiliki pengharapan karena begitu jelas apa yang dikatakan oleh Alkitab atau ayat pokok kita bahwa pengharapan adalah sauh yang kuat.
Sebuah kapal yang besar wajib memiliki sebuah sauh/jangkar, tujuannya adalah agar kapal tersebut dapat dikendalikan atau ditahan jika ada sesuatu yang akan menghantamnya. Sauh/jangkar adalah benda yang sangat kecil dibandingkan dengan sebuah kapal yang besar, tetapi walaupun sauh/jangkar ini sangat kecil, benda ini dapat menahan kapal yang besar. Coba dibayangkan jika sebuah kapal yang besar tidak memiliki jangkar, apa akan terjadi ketika ada angin bahkan gelombang yang sangat besar? Dapat dipastikan kondisi kapal tersebut, akan mengalami kerusakan yang hebat, karena dihantam oleh gelombang.
Demikian juga dengan kekristenan kita, tanpa pengharapan, tanpa sauh yang kuat, maka kita mudah dihancurkan oleh berbagai badai kehidupan. Pertanyaan: pengharapan yang seperti apa?
2. Tertanam/tertambat kuat
Pengharapan yang kuat adalah Pengharapan yang tertanam, tertambat kuat sampai ke dasarnya.
Sebuah kapal boleh memiliki jangkar, tetapi apalah artinya kalau itu tidak tertanam sampai ke dasarnya? Kapal tersebut masih bisa mengalami kerusakan parah karena diombang ambingkan oleh badai. Tertanam atau tertambat kuat artinya, seseorang harus sungguh-sungguh menaruh Pengharapan hanya kepada Tuhan,..
Ibrani 6:11 (TB) Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,
Paulus, dalam kisah 24:15 ketika dia ditangkap dan diperhadapkan depan Felix untuk didakwa maka saat ia menyampaikan pembelaanya, Paulus berkata, aku menaruh pengharapan kepada Allah (bandingkan Kisah 26:7), didepan Agripa Paulus berkata karena pengharapan itulah kami didakwa. Artinya ketika Paulus menaruh pengharapannya kepada Allah, dia tunjukkan kesungguhannya, sekalipun ada ancaman, maka dia tidak takut, tidak bisa digoyahkan apalagi menyangkal Tuhan.
Begitu juga dengan hidup kita, jika kita punya jangkar pengharapan yang kuat, dan tertambat kuat kepada-Nya, maka kita tidak akan pernah meragukan janji Tuhan.
Quote:
Sekecil apapun pengharapanmu, jika itu tertanam kuat di dalam-Nya, maka itu akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa. (MRM)
Kuatnya seseorang dalam menghadapi badai kehidupan, terletak kepada seberapa dalam pengharapannya tertanam kepada Allah. {MRM)
Milikilah pengharapan kuat dalam diri kita kepada Allah, agar kita tidak mudah kecewa, putus asa apalagi meninggalkan Tuhan.
3. Berpegang Teguh Pada Pengharapan.
Ibrani 6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
Pengharapan dalam Allah itu pasti, karena pengharapan itu seperti sauh yang sudah dilabuhkan sampai ke belakang tabir. Dalam Tabernakel, belakang tabir itu menunjuk kepada ruang Maha Kudus. Di ruang Maha Kudus ini terdapat tabut perjanjian sebagai lambang kehadiran Tuhan. Jadi pengharapan dalam Yesus itu telah terikat sampai kepada kekekalan. Jadi inilah yang menjadi sebuah kepastian dalam pengharapan kita akan keselamatan yang telah dilakukan oleh Yesus.
Nah kalau pengharapan kita didalam Yesus adalah sebuah kepastian, apa yang perlu kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah kita harus berpegang teguh kepada pengharapan dalam Tuhan, artinya jangan kita lepaskan pengharapan kita kepada Tuhan. Tentu saja, kalau kita berbicara pengharapan didalam Yesus adalah sebuah kepastian, bukan berarti semua tidak melalui proses, dalam kita menanti, berharap pada Tuhan prosesnya bisa cepat, dan tidak menutup kemungkinan butuh waktu panjang untuk seseorang menerimanya.
Apa yang kita lakukan dalam berpegang teguh pada pengharapan kita kepada Tuhan?
- Menanti dengan sabar dalam pengharapan, Ibrani 6:15
- tetap tekun dan setia dalam pengarapan, Roma 15:4
Contoh: Abraham
Ibrani 6:15 (TB) Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
Abraham adalah contoh yang menerima janji, tetapi cukup lama baru ia mendapatkannya. Nah disinilah dibutuhkan apa yang namanya, menanti dengan sabar.
Kuatnya seseorang atau tidak, dapat diuji oleh waktu yang begitu lama atau panjang. Terkadang untuk melihat apakah kita orang yang sabar atau tidak, waktulah yang akan membuktikannya.
Itu sebabnya jangan rusak masa depan yang begitu gilang-gemilang karena ketidaksabaran yang kita tunjukkan dalam menanti.
Contoh adalah Saul; 1 samuel 13:13-14a, seharusnya tampuk kepemimpinan kerajaan Israel terus menerus dipegang oleh Saul dan keturunannya, tetapi karena ketidaksabaran menanti Samuel maka Saul melanggar aturan/perintah Tuhan sehingga diberikan ke orang lain.
Allah tidak pernah melupakan apa yang telah dijanjikan, namun untuk mendapatkan janji-Nya dibutuhkan kesabaran bagi kita untuk menantinya. Kalau hari ini kita belum mendapatkan jawaban atas apa yang kita gumulkan, bersabarlah, tunggulah waktu Tuhan, tidak menutup kemungkinan tujuan Allah adalah mau melihat sejauh mana ketaatan dan kesabaran kita.
Nasehat bagi kita:
Yakobus 5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
Yakobus 5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
Yakobus 5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
Masalah atau pergumulan dapat membentuk kita menjadi dewasa, tetapi kesabaranlah yang membuat kita dapat bertahan. (MRM)
KESIMPULAN
Efesus 6:10
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya
Akhirnya hendaklah pengharapanmu kepada Tuhan kuat, tidak tergoyahkan, karena pengharapanmu kepada-Nya adalah sebuah kepastian. Menjadi jemaat yang kuat, serta terus bertahan dalam berbagai kesulitan, permasalahan hidup adalah; memiliki pengharapan, tertanam kuat pengharapan kita kepada Tuhan, dan terus berpegang pada pengharapan, dengan terus menanti dengan sabar setiap janji Tuhan. Amin.