Wahyu 20: 6
Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.
Ada 2 jenis kebangkitan yang akan terjadi saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, yaitu:
- Kebangkitan pertama, merupakan kebangkitan orang-orang kudus yang membahagiakan sebab maut / kematian tidak akan berkuasa lagi atas kita orang-orang kudus, kitalah yang akan memerintah dengan Tuhan Yesus dalam kerajaan 1.000 tahun damai.
- Kebangkitan kedua, merupakan kebangkitan orang-orang yang berdosa, yang hidupnya tidak berkenan dan tidak percaya pada Tuhan Yesus. Mereka akan dibangkitkan untuk dihukum.
Untuk kita bisa terhindar dari siksaan api neraka kekal yang akan dialami dalam kebangkitan kedua, kita harus mengalami 3 hari raya besar, yaitu:
- Paskah : kita harus alami penebusan, penyucian, dan pembenaran. Ketika kita mengalami paskah dalam hidup kita, kita percaya pada penebusan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib maka kita pun akan diangkat menjadi anak-anak Allah, seperti dalam Yohanes 1:12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
- Pentakosta : Kita harus alami penggenapan hari raya kedua yaitu Hari Raya Pentakosta. Sebagaimana Tuhan Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya, kita pun harus melakukan yang diperintahkanNya itu. Perintah tersebut adalah sebuah Amanat Agung bagi kita yaitu kita bisa lihat dalam Matius 28: 19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”.
Dan dalam melaksanakan perintah Yesus tersebut, kita tidak akan sanggup melakukannya tanpa pertolongan dari Roh Kudus, kita perlu kuasa Pentakosta itu dalam kehidupan kita dalam kita melaksanakan Amanat Agung tersebut, seperti yang difirmankan dalam Kis. 1: 5, 8 bahwa kita akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun keatas kita dan kita akan menjadi saksiNya Tuhan Yesus sampai keujung bumi.
3. Pondok Daun-Daunan : Hari raya ini belum tergenapi namun akan segera tergenapi. Mari kita melihat dalam 1 Korintus 11:19 “Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji”. Saatnya akan ada perpecahan (pemisahan) dalam jemaat atau gereja lokal di seluruh dunia. Perpecahan tersebut bukan karena pertentangan didalam jemaat, tetapi berkaitan dengan kualitas jemaat, sebagaimana dipisahkannya lima gadis bijak dan lima gadis bodoh.
Seperti yang kita ketahui bahwa lima gadis bijak tersebut masuk dalam pesta pernikahan sedangkan lima gadis bodoh berada di luar dari pesta pernikahan tersebut. Dan kelak puncaknya yaitu saat Gereja Yang Sempurna (lima gadis bijaksana) akan disingkirkan ke padang gurun, maka saat itulah Antikristus akan menjadi penguasa dunia ini. Maka dari itu kita harus terus mempunyai prinsip hidup yaitu SEKALI YESUS TETAP YESUS.
Dan dari 3 hari raya besar diatas, terdapat jabaran 7 hari-hari raya. Dan dalam kesempatan ini saya ingin sedikit membahas tentang salah satu darinya yaitu HARI RAYA ROTI TIDAK BERAGI. Ini adalah hari raya diantara hari raya Paskah.
- HARI RAYA ROTI TIDAK BERAGI
Sebagai orang yang telah diselamatkan, kita harus bisa buktikan karya penebusan Yesus dalam hidup kita dengan mempraktekkan hidup kudus dan benar dimata sesama kita, terlebih dihadapan Tuhan. Setelah hari raya Paskah ditanggal 14 maka setelah itu di tanggal 15-21 (7 hari) bangsa Israel merayakan Hari Raya Roti Tidak Beragi, dimana mereka harus bebas dari ragi selama 7 hari, saat itu mereka tidak boleh menyimpan, menyentuh apalagi memekannya.
Dan sebagaimana peristiwa bangsa Israel bebas dari jajahan Mesir dan bersih dari semua jenis ragi, maka begitu pula kita sebagai orang-orang yang telah ditebus oleh pengorbanan Yesus dikayu salib, kita harus bersih dari segala jenis dosa dan kejahatan dunia ini di setiap hari dalam kehidupan kita sampai nanti Yesus menyingkirkan kita Gereja Sempurna kedalam Padang Gurun sehingga terbebas dari siksaan.
CONTOH
Penyertaan dan jaminan Tuhan bagi bangsa Israel dalam perjalanan dari Mesir ke tanah Kanaan. Mereka telah mendapat jaminan keselamatan itu namun mereka tidak melakukan setiap perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh sehingga mereka tidak menikmati tanah Kanaan itu, hanya Yosua dan Kaleb yang menikmatinya.
Pengikut Yesus dijamin pasti masuk di Kanaan bila mereka taat dan patuh semua yang Tuhan perintahkan. Kita bisa melihat kembali kisahnya dalam 1 Korintus 10:1-4 ” Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.”
Namun, apa yang Paulus katakan?
1 Korintus 10:5,6a “Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita”.
Perhatikan Kegagalan Bangsa Israel disini:
1. Menginginkan hal-hal yang jahat
1 Korintus 10:6b “Supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat”.
Disini jelas bahwa yang membuat Israel tidak masuk ke tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan adalah keinginan yang jahat. Apa yang ada di hati bangsa Israel pada saat itu? Mari kita melihatnya dalam:
Bilangan 11:4 “Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukkan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangis-lah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging?”
Bilangan 11:5,6 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali mana ini saja yang kita lihat.”
Kita bisa melihat penyebab orang-orang Israel tidak bisa masuk ke tanah kanaan (tanah perjanjian) yaitu karena mereka masih ingin menikmati menu Mesir (dosa), sekalipun mereka sudah keluar dari Mesir, sudah dibebaskan dari perbudakan Mesir. Pembelajaran bagi kita yaitu janganlah kita sebagai umat Tuhan yang mengaku pengikut Yesus, namun hidup kita masih mengikuti hawa nafsu dunia dan keinginan daging.
Di ayat tadi menyebutkan “Pengaruh Orang Bajingan.” Mengapa di antara orang Israel masih ada orang yang memiliki keinginan jahat? “Orang-orang bajingan”, TL: bangsa kacauan. Artinya mereka mengaku kristen, tetapi bukan pengikut Yesus yang sejati. Bukan seorang CHRISTIANOS!
- Jadi Penyembah Berhala
1 Korintus 10:7 “dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.”
Keluaran 32:1-6, dalam ayat ini menjelaskan bagaimana bangsa Israel sudah tidak sabar lagi menunggu Musa di gunung Sinai, mereka menanti Hukum Taurat yang akan diberikan kepada mereka. Dan karena ketidaksabaran bangsa Israel dalam menunggu, maka mereka meminta agar Harun membuatkan bagi mereka yaitu patung anak lembu emas (APIS), yang merupakan sebuah patung yang disembah bangsa-bangsa di sekitar mereka – Mesir.
Disana Harun meminta perhiasan miliki mereka dan merekapun menyerahkan perhiasan emas mereka untuk buat patung lembu emas. Dari mana bangsa Israel mendapatkan perhiasan emas? Bangsa Israel dapat perhiasan emas dari Mesir karena Allah berikan rasa takut yang luar biasa atas bangsa Israel sebelum bangsa Israel tinggalkan tanah Mesir. Tujuan Allah memberikan bangsa Israel perhiasan emas karena Allah ingin membangun Kemah Tabernakel bagi Allah dikemudian hari. Namun Iblis menguasai hati orang-orang Israel sehingga Iblis merampas milik Allah yang diberikan kepada Israel untuk menjadi dikuasai oleh Iblis.
Keluaran 32:5
Penyembahan berhala (Iblis) dimanipulasi begitu rupa sebagai “Hari Raya Bagi Tuhan”.
Pembelajaran bagi kita yaitu jangan sampai yang hina, najis, kotor dan penuh hawa nafsu di manipulasi seolah-olah semuanya itu bagi kemuliaan Allah. Dan disini kita bisa melihat betapa bangsa Israel tidaklah hidup sungguh-sungguh menyembah kepada Tuhan Allah yang telah membawa mereka keluar dari Mesir.
Didalam perjanjian baru, firman Tuhan memperingatkan kita yaitu dalam 2 Timotius 3:5 berkata “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu.”
Jangan kita mencontohi apa yang diperbuat oleh bangsa Israel tersebut yang hidup peribadatan mereka merupakan hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.
- Lakukan Percabulan
1 Korintus 10:8 “Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari tewas dua puluh tiga ribu orang.”
Bilangan 22-25 menjelaskan penyembahan berhala selalu terkait dengan perzinahan. Sebab itu kita harus waspada dengan roh berhala.
Wahyu 2:14 “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: diantaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.”
Selama Israel berpegang pada aturan Allah, kutuk Bileam tidak bisa menyentuh bangsa Israel. Tetapi saat Israel ikuti ajaran Bileam maka bangsa Israel mengalami kutuk dan jumlah mereka yang tewas adalah sebanyak 23.000 – 24.000 orang. Untuk itu setelah kita ditebus, marilah kita tanggalkan setiap dosa yang mau melekat dalam hidup kita supaya hidup kita berkenan kepada Tuhan. Inilah kebangkitan yang Tuhan beri dalam hidup kita yaitu kemenangan atas segala dosa. Amen!