Mazmur 90:12- “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Pendahuluan
Musa tidak sedang minta diajar untuk menghitung hari, tapi Musa ingin diajar agar disisa hidupnya ia dapat menggunakannya dengan bijaksana sesuai yang Tuhan inginkan. Ia menulis Mazmur ini di usia tuanya, menjelang akhir hidupnya.
Musa meninggal pada usia 120 th, yang terbagi dalam 3 masa :
- 40 th pertama : Ia hidup di Mesir
- 40 th kedua : Ia hidup di padang penggembalaan.
- 40 th ketiga : Ia memimpin Israel keluar dari Mesir.
Di 40 th terakhirnya Musa menulis mazmur ini, dan ia ingin menjalaninya dengan bijaksana sisa hidupnya. Musa belajar dari kesalahan dan kegagalannya di masa lalu.
Efesus 5:16– “Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”
Rasul Paulus mengingatkan bahwa hidup kita ini ada batasnya, tidak selamanya hidup terus ada di bumi ini Sedangkan kalimat “Karena hari-hari ini adalah jahat”, menunjuk kepada :
2 Timotius 3:1 “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.”
Saat ini sudah bukan lagi akan, tetapi sudah memasuki masa yang sukar. Pandemi merupakan awal dari masa yang sukar ini, yang akan terus berlanjut pada peristiwa-peristiwa lainnya yang merubah watak dan karakter manusia. Manusia akan mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang dan sifat-sifat yang lainnya, bias dibaca pada ayat-ayat selanjutnya.
Sejak manusia jatuh dalam dosa, maka manusia hidupnya dibatasi dengan paket usia. Dimulai dengan usia manusia yang tertua:
Kej 5:27 – Usia Metusalah mencapai usia 969 tahun. “Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun,lalu ia mati.”
Kemudian dalam Kej 6: 3- Usia manusia diturunkan menjadi 120 th (usia Musa).
Ke. 6:3 – “Berfirmanlah Tuhan, Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”
Dan yang terakhir dalam Maz. 90:10 – Usia manusia dipatok hanya mencapai 70-80 th.
Maz. 90:10- “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.”
Sampai pada saat ini, usia manusia batasannya hanya 70-80 tahun, kalau toh bias lebih, kebanggaannya hanya penderitaan, dan kesukaran. Berapa paket waktu hidup saudara? 80 th adalah paket maksimal manusia. Apakah semua orang meninggal pada usia yang maksimal? Setiap orang memiliki paket hidup yang berbeda-beda. Berapa paket hidup saudara? Cuma Tuhan yang tahu, bias jadi malam ini paket anda akan habis, atau mungkin besok tidak ada yang tahu, karena untuk manusia mati dan habis paket waktunya tidak harus tunggu tua, atau sakit dulu.
Saya punya teman yang sedang main catur, ia tertawa karena teman mainnya salah ambil bidaknya sendiri, ia tertawa terbahak-bahak, namun kemudian terdiam dan tertunduk. Kami yang melihatnya berpikir ia main-main dengan pura-pura tidur, tetapi ternyata ia sudah meninggal dengan wajah yang membiru. Tidak ada yang menyangka bahwa paket hidupnya ternyata berakhir hari itu juga dalam suasana tertawa. Siapa saja jika Tuhan yang menghentikan kapan paket waktu hidupnya berakhir, mau kaya atau miskin, sehat atau sakit dan dalam kondisi apapun, tidak ada yang dapat menghentikannya.
HARGAILAH HIDUP INI
Pengkhotbah 9:4 – “Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.”
Apakah yang dimaksudkan dengan anjing dan singa disini ?
Anjing adalah gambaran orang hina, miskin ,kecil, tetapi punya harapan karena masih hidup. Ia dapat memperbaiki hal-hal yang salah dan yang tidak berkenan kepada Allah, kemudian merubah hidupnya menjadi orang yang hidup benar sesuai kehendak Tuhan.
Singa adalah gambaran para pembesar, Raja, orang kaya, terhormat. Tidak ada gunanya kalau sudah mati. Kekayaannya, kedudukannya, ketenarannya, tidak dapat mengembalikan waktu untuk ia dapat memperbaiki hidupnya. Sudah tidak ada kesempatan lagi.
Hidup adalah kesempatan bagi manusia pada umumnya untuk :
– Menentukan pilihan.
– Mencari keselamatan. Kis.4 :12
– Mendapatkan kepastian.Yoh. 14:6.
Contoh : Orang yang tidak menghargai waktu
Lukas 12:16-21. Seorang kaya raya yang tidak pernah mau mencari hal rohani yang kekal, hidupnya sepenuhnya fokus hanya pada kekayaannya yang ia banggakan. Tetapi malam itu juga Tuhan menuntut nyawanya, untuk apa kekayaannya yang banyak itu. Apa gunanya seseorang memiliki dunia dengan segala kekayaan dan kehormatannya, tetapi nyawanya binasa. Ia salah menggunakan waktunya sebagai kesempatan untuk mencari keselamatan jiwanya di dalamTuhan.
Hargailah paket waktu yang Tuhan masih berikan kepada kita, karena kita tidak tahu kapan paket waktu kita habis. Hanya orang yang sombong dan angkuh yang tidak tidak mau tahu tentang paket hidupnya.
Apa kata Tuhan tentang orang yang angkuh/sombong ?
Ayub 20 : 6,7 “Walaupun keangkuhannya sampai ke langit dan kepalanya mengenai awan, namun seperti tahinya ia akan binasa untuk selama-lamanya, siapa yang pernah melihatnya, bertanya, di mana dia ?”
Orang yang angkuh tidak lebih hanya seperti tahi yang tidak berharga dan dibuang orang. Demikian juga orang yang tidak memanfaatkannya mencari Tuhan, ia akan dibuang dan binasa seperti tahinya.
Bagi orang-orang yang belum percaya, hidup adalah kesempatan untuk :
– Mencari kepastian bagi keselamatan jiwanya.
– Mendapatkan jaminan selamat di dalam iman kepada TUHAN YESUS.
Bagi kita orang-orang percaya,hidup adalah kesempatan untuk :
– Bertumbuh dalam iman.
– Berbuah bagi pekerjaan Tuhan : Melayani Tuhan, Bersaksi menangkan jiwa.
Ada konsekuensi bagi orang yang percaya tapi hidupnya tidak berbuah bagi Tuhan. Lukas13:6-9 “Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini : Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu .Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pohon ara ini.Dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini. Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma.Jawab orang itu, Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah, jika tidak, tebanglah dia.”
Pemilik kebun itu adalah Bapa, pohon ara itu adalah kita, dan pengurus kebun itu adalah Yesus yang mengurus kehidupan kita. Bapa putuskan yang tidak menghasilkan buah kebenaran, buah pertobatan untuk ditebang. Tetapi pengurus kebun menahannya dan minta perpanjangan waktu satu tahun lagi untuk dipupuk dan disiram lagi, siapa tahu bias berbuah.
Pernakah saudara berpikir bahwa hidup saudara saat ini adalah waktu perpanjangan dari yang Tuhan mintakan dari Bapa? Segeralah perbaiki apa yang salah dan yang tidak benar dalam hidup kita, jangan biarkan dosa sedikitpun mencemari kerohanian kita. Gunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin.