Yohanes 20:1-10
PENDAHULUAN
Dalam kisah kebangkitan Yesus, kita melihat nilai yang dapat dijadikan berkat bagi hidup kita, yaitu tentang: KASIH, Yohanes 20:1 “Pada hari pertama minggu itu, pagi – pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.” Perhatikan setiap kata pada ayat tersebut.
- Bila dikatakan: “pada hari pertama minggu itu,”
Artinya, pada hari itu adalah saat Maria Magdalena ke kubur Yesus tepat jatuh pada hari minggu. Sebab itu, mulai saat itu hari ibadah diadakan pada hari Minggu. Dahulu orang Yahudi beribadah pada hari ke tujuh, namun setelah kebangkitan Yesus maka hari pertama dari sepanjang minggu dimulai dari hari minggu.
- Dikatakan: “Pada saat hari masih gelap”
Maria Magdalena sudah ada di kuburan, pada hari masih sangat dini. Namun, karena rasa cinta yang besar di hati Maria Magdalena kepada Tuhan Yesus Kristus, maka ia sudah ada dikubur Yesus untuk melihat kubur Yesus. Hal ini hendaknya menjadi contoh bagi orang percaya sehingga semua yang kita lakukan, dilaksanakan bukan karena motivasi lain, selain pada KASIH kita pada Tuhan.
- Yohanes 20:1b “dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.”
Pagi itu, ada hal yang Maria lihat berbeda dibanding sebelumnya. Batu penutup kubur itu sudah terbuka. Sehingga Yohanes 20:2 “Ia (Maria Magdalena) berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
Ketika terjadi sesuatu yang tak seharusnya terjadi, Maria Magdalena melapor kepada orang yang ditugaskan sebagai pemimpin. Dalam Galatia 2:9 disebut sebagai Sokoguru, yaitu: Petrus, Yohanes dan Yakobus. Maria Magdalena melapor kepada mereka Yohanes 20:2b “Tuhan telah diambil orang dari kuburan-nya dan kami tidak tahu di mana ia diletakkan!”
MENGAPA MENGIRA YESUS DICURI?
Mengapa para murid mengira Yesus dicuri orang? Karena mereka Yohanes 20:9 “Sebab selama itu mereka (murid-murid) belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” Tindakan Maria Magdalena untuk melapor bahwa mayat Yesus dicuri, terjadi karena ketakutan dan belum mengerti isi Kitab Suci tentang kebangkitan Yesus. Demikian di masa kini, Firman Allah (Alkitab) tidak lagi menjadi populer dikalangan orang percaya sehingga banyak yang tidak mengerti isi Firman Allah yang sesungguhnya. Namun biarlah kita tidak tergolong didalamnya, melainkan kita tertanam kuat dengan Firman Allah sehingga apapun yang terjadi, kita tetap teguh dalam Kristus.
PETRUS, YOHANES BELUM BERTEMU YESUS
Bila kita pelajari ketiga murid Yesus (Yohanes, Petrus dan Maria Magdalena) setelah bertemu di pagi hari (Yohanes 20:1-10), mereka bertiga belum mengalami perjumpaan dengan Yesus. Yohanes 20:10 “Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.” Dalam hati Petrus dan Yohanes tidak ada sedikit pun penyesalan karena tidak berjumpa dengan Yesus). Tetapi berbeda dengan Maria Magdalena. Yohanes 20:11 “Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu…” Perhatikan kata “TETAPI” di ayat 11 ini menunjuk perbandingan/perbedaan antara (Yohanes dan Petrus) dengan (Maria Magdalena).
Kristen tipe Maria Magdalena, Kristen tipe sungguh-sungguh ingin bertemu Yesus. Karena Maria Magdalena belum bertemu Yesus, Maria Magdalena tidak mau pulang seperti Petrus dan Yohanes sebelum berjumpa dengan Yesus. Yohanes 20:11 “Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu..,” Kehadiran Maria Magdalena di kuburan saat itu, juga dapat menggambarkan orang yang sedang beribadah. Dimana Maria Magdalena beribadah dengan penuh kesungguhan. Maria Magdalena punya ketetapan dalam tiap ibadah ialah: Maria Magdalena tidak pulang sebelum ia mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus. Hal ini menjadi peringatan bagi kita untuk bersungguh-sungguh beribadah yaitu, beribadah sampai berjumpa dengan pribadi Yesus seperti Maria Magdalena. Bukan seperti Petrus dan Yohanes yang menggambarkan Kristen yang tidak memiliki kerinduan.
KASIH MARIA MAGDALENA KEPADA YESUS
Kesungguhan hati Maria Magdalena dalam ibadah, melewati beberapa tahapan ujian, antara lain:
1. Penampakkan Dua Orang Malaikat
Tuhan memakai para malaikat-Nya (Hamba-hamba Tuhan), sebagai alat dalam tangan Tuhan. Tapi bagi Maria, Yesus adalah segala-galanya. Yohanes 20:13,14 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: ”Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
2. Penampakkan Seorang Laki-Laki Dewasa
Yohanes 20:14, bila membaca ayat ini, saat itu sebenarnya Yesus sudah berada di depan Maria Magdalena, tapi Maria masih mengira Yesus sebagai penunggu taman. Perhatikan Yohanes 20:15 Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari? Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia? Supaya aku dapat mengambil-Nya.”
Pada saat itu Maria Magdalena masih belum bisa mengenali Yesus. Tetapi dari jawaban Maria Magdalena, Yesus tidak bisa lagi menahan kerinduan isi hati-Nya untuk segera mendengar isi hati dan kerinduan Maria Magdalena kepada Yesus. Sebab itu, Yesus langsung menyatakan isi hati-Nya kepada Maria Magdalena. Yohanes 20:16 Kata Yesus kepadanya, “Maria,” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni”, artinya Guru.” Yesus tidak bisa tidak menyatakan pada Maria Magdalena bahwa berkat-Nya; kuasa-Nya; pertolongan-Nya; kebaikan-Nya; kasih-Nya; kemurahan-Nya dan pembelaan – Nya, bukan hanya kepada Maria Magdalena tapi juga kepada Saudara-saudara yang benar – benar mengasihi Tuhan Yesus Kristus. Yesus tidak memandang siapa kita, asal kita rindu kepada-Nya maka, Yesus akan menyatakan dirinya secara pribadi. Amen!