Matius 26:41 (TB) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
Pendahuluan
Berdoa bukan karena kegiatan rutinitas yang kita lakukan karena kita orang Kristen, atau bukan pula jadwal gereja sehingga kita mau melakukannya.
Perhatikan baik-baik:
Berdoa itu adalah hal yang sangat penting dan menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan bagi hidup kekristenan kita. Mengapa? Karena kuat atau tidaknya kekristenan kita, tidak terletak kepada kesanggupan kita, tetapi kepada siapa kita terpaut. Itu sebabnya Yesus katakan berdoalah agar kamu jangan jatuh. Dari sini kita dapat memastikan bahwa sesungguhnya kita sangat rentan sekali dengan apa yang namanya kejatuhan.
Dengan berdoa maka engkau akan menjadi kuat, tidak mudah jatuh.
Perlu diingatkan kembali bahwa:
Perjalanan hidup kekristenan kita kedepan semakin tidak mudah, semakin keras tantangannya, berbagai krisis, kesulitan dan kesukaran yang mau tidak mau akan terjadi. Sehingga sadar atau tidak ini akan menjadi tantangan untuk kita kuat bertahan atau sebaliknya ancaman bagi kekristenan kita, kalau kita tidak punya kesanggupan untuk menghadapinya.
Persoalaannya adalah apakah saudara mau menjadi orang Kristen yang kuat atau tidak? Kalau kita mau memiliki kekristenan yang kuat, maka lakukanlah apa kata Yesus, yaitu berdoalah!
Yesus menghendaki, agar kita tidak menjadi orang percaya, jemaat Tuhan, jemaat mahanaim yang mudah jatuh keberbagai, pencobaan bahkan kesukaran hidup. Karena itu, jangan berhenti untuk berdoa! Kalau kita berbicara tentang berdoa, lalu apakah nilai-nilai atau prinsip yang harus kita tanamkan didalam diri kita berkaitan dengan berdoa? Dalam kita berdoa harus ada sebuah kesadaran yang kita bangun dalam diri kita yang menjadi landasan mengapa kita berdoa. Mengapa? Karena menjadi pentingnya atau tidak kita berdoa, terletak kepada nilai-nilai terebut.
Lalu hal-hal apakah itu? 4 K
Nilai-nilai Kesadaran
1. Kesadaran kita akan keadaan zaman.
Artinya kita siuman, kita mengerti, kita tahu, Alkitab dengan jelas memberitahukan kepada kita tentang kondisi dan situasi akhir zaman. Kalau kita tidak sadar, kita tidak siuman dengan keadaan zaman, maka kita akan biasa-biasa saja. kita akan merasa aman, bahkan dengan santai menjalankan kekristenan kita. Padahal Firman Allah yang terus diberitakan ditempat ini lewat gembala, bahwa keadaan saman akan semakin sukar. (dengan dibukanya meterai-meterai)
Perhatikan Matius Pasal 24: Khusus Pasal 24:3-14
Rincian hal-hal yang akan terjadi.
– Akan datang si penyesat dengan memakai nama Yesus. Ay 5
– orang-orang yang disesatkan. ay 5
– Peperangan. ay 6,7
– Kelaparan, ay 7
– Murtad/ meninggalkan Tuhan. ay 10
– Kedurhakaan semakin merajalela sehingga membuat kasih semakin dingin. ay 12
Tetapi apa yang dikatakan oleh Yesus, ini barulah awal, belum masuk pada puncaknya.. itu sebabnya Yesus tidak mau kita terjebak apalagi jatuh masuk kedalam berbagai hal itu. Nah bukankah hal-hal yang disebutkan diatas sementara terjadi hari-hari ini, walaupun baru permukaan, tetapi sudah banyak membuat negara-negara mulai bergejolak. Inilah yang harus kita sadari, kita tanamkan dalam diri kita mengapa kita harus berdoa.
Tentu sebagai orang percaya kita tidak ingin terjebak dan jatuh keberbagai kesukaran tersebut, itu sebabnya berdoalah. Sadarlah dengan keadaan saman ini, apa yang sementara terjadi seharusnya membuat kita tidak melupakan waktu-waktu untuk Tuhan.
2. Kesadaran kita akan batas kemampuan kita.
Selain kita siuman dengan keadaan zaman, maka yg kedua ini, kita siuman dengan kemampuan kita. Kita bisa kuat, bisa bertahan, bisa melakukan banyak hal, namun pertanyaannya, bisa sejauh mana? Kita bukan robot, kita bukan besi baja, tapi kita dikatakan oleh Yesus daging lemah. Artinya saudara dan saya sangat dan sangat terbatas! Sekalipun saudara punya kekayaan yang begitu banyak, ataupun kepandaian yang luas, namun itu tidak akan menjadi jaminan buat kita tetap kuat apalagi bertahan untuk menghadapi kondisi dunia.
Kita adalah manusia yang sangat lemah, terbatas, bahkan tidak dapat melakukan banyak hal untuk menolong diri kita, bahkan membebaskan diri dari berbagai kesukaran hidup tanpa campur tangan Tuhan. Kalau saudara kuat, saudara hebat, tidak mudah jatuh, saudara ga perlu berdoa, saudara tidak perlu Tuhan. Tapi kembali lagi pertanyaannya, apakah bisa? Jawabannya Nol. Itu sebabnya hal yg kedua ini jangan dilupakan agar ini terus mendorong kita untuk terus berdoa.
Buktinya apa kalau kemampuan kita terbatas?
Kemampuan secara lahiriah memiliki keterbatasan. Paulus katakan 2 Korintus 4:16, …tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, artinya tidak ada kemampuan lahiriah manusia yang bisa kuat, bertahan.
Tubuh lahiriah bisa jatuh sakit, seperti pengalaman raja Hizkia, ketika nabi Yesaya katakan kamu akan mati, 2 Raja 20:1, lalu apakah Hizkia bilang, oh tidak, aku ini raja, aku ini kuat, punya kekayaan atau kedudukan. Hizkia diivonis akan mati, dia sadar bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi dari kesadaran akan hal ini, apa yg dia lakukan?
Dia berdoa kepada Tuhan….2 Raja-raja 20:2 (TB) Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN:
Jelas sekali mengapa berdoa itu sangat penting karena engkau bukanlah manusia super.
3. Keyakinan kita akan kesanggupan Tuhan.
Apa arti keyakinan akan kesanggupan Tuhan?
Kita mempercayai sungguh-sunnguh bahwa Tuhanlah yang berkuasa menolong kita. Yudas 1:24
Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.
Percaya pada kesanggupan Tuhan yang diberikan kepada kita.
Filipi 4:13 – segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Kesanggupan Tuhan menjadi dasar landasan bagi kita berdoa. Itu sebabnya Alkitab berkata diberkati orang yang mengandalkan Tuhan. Kenapa dia mengandalkan Tuhan? Karena dia percaya penuh kepada kesanggupan Tuhan.
Filipi 4;19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Kesanggupan-Nya tidak pernah terbatas untuk menjaga kita, termasuk dalam hal-hal yang menjadi keperluan kita.
Bukti atau contohnya apa?
- Perjalanan bangsa Israel dipadang gurun…
- Daud dalam peperangan
- Sadrak, Mesakh dan Abednego dalam dapur api
- Orang percaya, Paulus dan Silas
Semua hal-hal yang spektakuler terjadi dalam hidup orang percaya baik dari jaman dahulu sampai sekarang adalah hasil dari kesanggupan Allah. Dia adalah Allah yang berkuasa.
3. Kesadaran akan kekuatan, kesanggupan bahkan kemanangan terjadi melalui berdoa.
Kekuatan, kesanggupan bahkan kemenangan dari Allah bagi orang percaya adalah lahir dari kesungguhan, keyakinan bahkan kesetiaan kita dalam berdoa. Contoh Paulus dan Silas.
Kisah Para Rasul 16:25.
Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Paulus dan Silas dipenjarakan karena memberitakan FA, mereka dibelenggu bahkan terancam hukuman mati karena Kristus, namun ditengah-tengah kondisi seperti itu kita perhatikan apa kata alkitab?
Kisah Para Rasul 16:26
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
Singkat cerita saudara baca terus sampai ke ayat 34.
Paulus dan Silas dilepaskan dari penjara dan kepala penjara diselamatkan dan seluruh keluarganya dan mereka bersukacita. (Kemenangan)
Kekristenan tanpa berdoa adalah kekristenan yang hampa (kosong).
Kekristenan tanpa berdoa adalah kekristenan yang lemah, sangat mudah digoyahkan, bahkan mudah kehilangan keyakinan.
Kekristenan tanpa berdoa adalah kekristenan tanpa kemenangan
Berbagai kesukaran, kesulitan yang mau tidak mau akan mendorong kita untuk memastikan langkah yang kita ambil. Apakah menyerah, kalah atau kuat, berkemenangan! Akan menjadi sangat berbahaya jika kita berjalan di dunia ini tanpa berdoa / tanpa mengijinkan kuasa Tuhan bekerja atas kehidupan kekristenan kita. Namun yang menjadi berbeda adalah, orang percaya yang kuat itulah yang akan bertahan, kenapa? rahasianya adalah, mereka dibangun oleh kekuatan yaitu kuasa doa!
Pelajaran apa yang dapat kita simpulkan dibagian ini?
– Kita tidak dapat dikalahkan oleh keadaan zaman yang semakin sukar ini, ketika kekristenan kita tidak dilepaskan dari Kuasa Berdoa.
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan, dengar baik-baik. Jika kenyataan di depan engkau sangat mengecewakan, tetapkan satu langkah yaitu berdoalah.. MRM
– Sekalipun kemampuan kita terbatas, tidak berarti kita kalah atau menyerah, sebaliknya kita terus bertahan, karena kuasa Tuhan melalui doa yang terus memampukan kita.
Saat situasi atau keadaan semakin sukar engkau hadapi dan itu di luar kemampuanmu, berdoalah dan terus berdoa, karena tanpa engkau ketahui disitulah engkau sementara mengijinkan kuasa mengalir atas hidupmu. MRM
Yakobus 5:16b
Doa orang yang benar bila dengan percaya didoakan akan sangat besar kuasanya.
Jangan Pernah Berhenti Berdoa, karena tidak ada kekuatan, pertahanan bahkan kemenangan tanpa berdoa. MRM
Yesaya 40:31 (TB) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Amin.