Lukas 3:16 (TB) Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Matius 3:11, Markus 18:18,
Pendahuluan
Peristiwa turunnya Roh Kudus memenuhi murid-murid pada hari Pentakosta adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa dilupakan.
Tantangan.
Sebenarnya pengajaran tentang Baptisan Roh Kudus mendapat tantangan yang sangat kuat, mengapa? Mereka berpendapat bahwa pengajaran itu hanyalah bersifat sejarah.
Pertanyaannya
Apakah Lukas menulis Kisah Para Rasul yang bersifat sejarah demi kepentingan sejarah semata? Tentu saja tidak demikian. Banyak bagian lain dari Alkitab yang disebut sebagai kitab sejarah sarat dengan pengajaran-pengajaran yang teologis, Termasuk Kisah Para Rasul.
Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah, Alkitab mengajarkan kepada kita bukan hanya sekedar sejarah, tetapi Alkitab mengajarkan kepada kita lebih jauh, apa yang sudah Tuhan kerjakan, sementara kerjakan dan akan terus dikerjakan/ genapi sampai kesudahan dunia ini. Artinya apa? Artinya pekerjaan Roh Kudus belum akan berhenti sampai segala sesuatu digenapi.Dalam hal ini tentang Baptisan Roh Kudus.
Istilah Baptisan Roh Kudus
1. Dibaptis dengan Roh (Kudus)
Istilah “dibaptis dengan Roh” kira-kira ditulis sebanyak tujuh kali.
– Matius sekali (Mat 3: 11),
– Markus sekali (Mrk 1: 8),
– Lukas tiga kali (Luk 3: 16, Kis 1:5; 11:16),
– Yohanes sekali (Yoh 1:33) dan
– Paulus sekali (1 Kor 12:13).
Istilah baptisan Roh yang dikutip oleh para penulis Injil adalah ucapan Yohanes Pembaptis untuk membedakan pelayanan baptisan air yang ia laksanakan sebagai tanda pertobatan dengan baptisan Roh yang akan Yesus lakukan. Dalam Kisah Para Rasul, Yesus dan Petrus masing-masing mengucapkan istilah ini sekali (Kis 1:5 dan 11:16).
Istilah “dibaptis dengan Roh (Kudus)” hendak menyatakan penyelaman ke dalam Roh. Penyelaman ini menciptakan hubungan orang percaya yang dalam, intim dengan pribadi Allah yang memberi kuasa bukan sekadar pengaruh.
2. Janji Bapa
Lukas menggunakan istilah “janji Bapa” untuk menyatakan tentang baptisan Roh. Hal ini dapat dilihat melalui perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya untuk menantikan janji Bapa (Kis 1 :4), dan perkataan ini dilanjutkan dengan mengatakan bahwa tidak lama lagi mereka akan dibaptis dengan Roh Kudus (Kis 1:5).
Kisah Para Rasul 1:4 (TB) Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —”telah kamu dengar dari pada-Ku.
Kisah Para Rasul 1:5 (TB) Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”
Jadi dari dua ayat ini, jelas bahwa janji Bapa identik dengan baptisan Roh Kudus. Istilah ini mengatakan bahwa asal pencurahan Roh tersebut adalah Bapa. Sebab disana dikatakan Janji Bapa. Dan lebih dipertegas lagi dalam Khotbah Petrus, disana dikatakan: “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang-orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita” (Kis 2:39). Tentu janji yang dimaksud adalah apa yang baru saja di alami oleh murid-murid dan Petrus, yaitu Baptisan Roh Kudus.
Oleh sebab itu baptisan Roh Kudus bukan sekadar kenangan tentang sesuatu yang pernah terjadi, tetapi realita yang ada sekarang ini dan nanti.
PELAJARAN BUAT KITA
Baptisan Roh Kudus adalah bagian yang sangat penting bagi kekristenan kita. Sebab Baptisan Roh Kudus merupakan janji Allah serta pekerjaan Allah yang diberikan kepada kita orang-orang percaya. Dan hal ini telah dimulai dari loteng Yerusalem dimana sebelum Yesus naik kesurga, Ia menyampaikan kepada murid-murid-Nya agar mereka bertekun menanti.
Kisah Para Rasul 1:4-5
Ay. 4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —”telah kamu dengar dari pada-Ku.
Ay. 5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”
Serta berlanjut kepada Gereja mula-mula, bahkan sampai sekarang dan akan terus diberikan kepada mereka yang percaya bertobat menerima Yesus sebagai juruselamat, Kisah Para Rasul 2.
Baptisan Roh Kudus bukan sekedar janji Allah, tetapi seharusnya benar-benar menjadi satu pengalaman yang kita alami. Baptisan Roh Kudus terjadi sekali dalam hidup kita, tetapi berbeda dengan dipenuhkan oleh Roh Kudus, dipenuhkan Roh Kudus harus terjadi terus-menerus.
Mengapa Penting Bagi Kita?
Karena kita mengerti bahwa, betapa tidak bisa dilepaskan peran Roh Kudus bagi setiap orang percaya, termasuk kita sebagai jemaat. Hal ini bukan berbicara pekerjaan manusia, tetapi merupakan pekerjaan Allah dengan tujuan adalah memeteraikan serta memperlengkapi kita dengan kuasa serta otoritas sebagai Umat Allah.
Efesus 1:13
Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Yohanes pembaptis dia berbicara tentang baptisan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Yesus adalah Pribadi yang membaptis dengan Roh Kudus.
Dari apa yang disampaikan oleh Yohanes, kita belajar beberapa hal.
1. Satu-satunya yang melakukan Baptisan Roh Kudus adalah Yesus.
Kita harus mengerti hal ini bahwa, Baptisan Roh Kudus tidak dilakukan oleh Yohanes. Jangan mudah disesatkan apalagi, ada ajaran-ajaran yang dilakukan, aku baptis kamu dengan Roh Kudus. Seolah-olah bahwa yang melakukan pendeta, hamba-hamba Tuhan. Artinya Baptisan Roh Kudus yang diterima oleh gereja, atau orang percaya adalah, karena Yesus yang mengerjakan itu bagi kita. Baptisan Roh Kudus, bukan dilakukan oleh manusia, tetapi oleh Allah. Kalau Baptisan air dapat dilakukan oleh hamba-hamba Tuhan, tapi tidak dengan Baptisan Roh Kudus.
2. Yesus yang memiliki kuasa dan otoritas.
Yohanes katakan, untuk membuka atau melepaskan tali kasut-Nya dia tidak layak. Artinya apa? Hanya Yesus yang punya kuasa, otoritas. Tidak ada seorangpun yang diberi kuasa untuk melakukan Baptisan Roh Kudus.
3. Baptisan Roh Kudus menjadikan kita satu dengan Pribadi Yesus.
1 Korintus 12:12. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
4. Baptisan Roh Kudus menjadi kita satu tubuh sesama orang percaya.
1 Korintus 12:13. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Disana dijelaskan kita telah dibaptis menjadi satu tubuh dari satu Roh, artinya Roh yang Tunggal.
Baptisan Roh Kudus membuat kita:
Mengalami Kelahiran Baru.
Yohanes 3:5 (TB) Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Ini adalah percakapan Yesus dengan Nikodemus, dan Yesus menjelaskan bahwa, seseorang untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, maka dia harus mengalami pengalaman dilahirkan kembali, yaitu melalui Baptisan air dan Roh. Artinya, hanya melalui Baptisan Roh Kudus seseorang dia dapat mengalami kelahiran Baru.
Dan ini bukan berbicara kelahiran jasmani atau tubuh manusia fisik, tetapi kehidupan roh kita, yang diubahkan, dibangkitkan, dihidupkan kembali. Kita yang tadinya sudah terpisah, jauh dari Allah, bahkan sudah kehilangan kesempatan untuk menikmati Kerajaan Allah, dipulihkan.
Bagaimana seseorang dapat mengalami baptisan Roh Kudus?
– Percaya dan Bertobat
Yohanes 7:38-39 (TB) Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”
Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
Percaya dan bertobat kepada Yesus adalah hal yang harus kita tunjukan, buktikan
– Ketaatan untuk melakukan Firman Allah
Kisah Para Rasul 1:4 (TB) Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —”telah kamu dengar dari pada-Ku.
Melakukan apa yang Tuhan perintahkan merupakan bukti dari ketaatan kita kepada Yesus. Seperti murid-murid-Nya ketika dikatakan kamu harus menanti, menunggu sampai janji itu diberikan.
Di ayat 13, 14, mereka mentaati apa yang Tuhan katakan. Kalau saja mereka tidak taat, maka mereka tidak akan menerima apa yang Tuhan sudah janjikan.
– Mempersiapkan Hidup Bagi Roh Kudus Bekerja
Mempersiapkan diri mereka, dengan cara bertekun, berdoa untuk menanti janji Bapa digenapi.
Kisah Para Rasul 1:14 (TB) Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Ciri-ciri atau tanda seorang telah dibaptis Roh Kudus? Kisah Para Rasul 2
- Berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus.
- Hidup dipimpin oleh Roh Kudus
- Menjadi Saksi.
Mintalah kepada Tuhan, bertekunlah dan terus lakukan kehendak Tuhan.
KESIMPULAN
Milikilah pengalaman Baptisan Roh Kudus secara Pribadi, dan teruslah Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, dan kita menjadi kesaksian dimanapun kita berada. Amin