CAWAN PAHIT KEHIDUPAN (2) :PENGKHIANATAN– Oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 10 Sep 2023)

Hari ini kita masih belajar tentang “CAWAN PAHIT KEHIDUPAN.” Kita semua harus menyadari bahwa hidup tidak selalu menyodorkan hal-hal yang manis saja, ada cawan pahit yang harus siap kita telan. Hidup tidak selalu dipenuhi tawa ceria, tetapi juga ada tangsi dan derita. Seperti Tuhan Yesus yang telah meminum cawan lalu memberikan kepada murid-muridNya, demikianlah kita menjalani hidup ini. Siap atau tidak, kita harus menerima cawan pahit kehidupan. Cawan pahit kehidupan yang pertama yang harus kita minum disebut penderitaan. Sekarang kita akan mempelajari “Cawan Pahit Kehidupan” seri yang kedua, yaitu:

PENGKHIANATAN
Matius 24 : 14 – 16; 47 – 50

Dari kisah ini kita melihat bagaimana Tuhan Yesus harus kembali meminum cawan pahit kehidupan yaitu pengkhianatan dari muridNya sendiri yang bernama Yudas Iskariot. Ketika mereka sedang makan bersama, Yudas meninggalkan persekutuan lalu membuat rencana pengkhianatan bersama para imam. Yudas hendak menjual sang guru dengan harga 30 keping perak. Setelah terjadi kesepakatan harga yang harus dibayarkan bagi Yesus, Yudas kemudian mencari kesempatan baik untuk menyerahkan Yesus kepada para imam. Dan terjadilah malam itu, di taman Getsemani, Yudas datang mencium Yesus sebagai tanda orang yang harus mereka tangkap. Maka majulah para tentara memegang Yesus dan menangkap-Nya. Itulah yang disebut “Pengkhianatan.” Yudas mengkhianati sang guru yang selama ini telah berbuat baik kepadanya.

Saudara yang kekasih, dalam hidup ini pengkhianatan terjadi diseluruh lini kehidupan. Dalam pekerjaan, dalam persahabatan, percintaan, pelayanan, keluarga hingga hubungan suami istri, semuanya tidak bebas dari pengkhianatan. Bahkan Alkitabpun mencatat beberapa kisah pengkhianatan yang pernah terjadi, misalnya:

  • Kejadian 29: 25-26,
    Yakub dikhianati oleh Laban.
    Setelah Yakub bekerja 7 tahun untuk mendapatkan Rahel, tetapi yang diberikannya adalah Lea.
  • Kejadian 27:34-36,
    Yakub mengkhianati Esau dengan mengambil berkat kesulungan dari ayah mereka (Ishak).
  • Hakim-hakim 16:18,
    Simson dikhianati oleh istrinya sendiri yang benama Delilah.
  • 2 Samuel 11
    Daud mengkhianati Uria orang Het demi mendapatkan istrinya Uria.

AKIBAT PENGKHIANATAN
Sekecil apapun bentuk pengkhianatan, selalu akan menimbulkan kekecewaan, kemarahan, kebencian, dendam dan luka yang dalam. Sebuah pepatah berkata: Pengkhianatan lebih kejam dari Pembunuhan. Pembunuhan: rasa sakitnya hanya sekali dirasakan. Pengkhianatan rasa sakitnya terus dirasakan. Pembunuhan sekali tikam lalu mati, pengkhianatan: sekali lakukan sakitnya sulit diobati. Pembunuhan: membunuh dengan satu kali pukulan, pengkhianatan membunuhmu pelan-pelan. Apapun alasannya, pengkhianatan akan merusak hubungan dan menghancurkan persaudaraan, dan memutuskan tali persatuan.

Amsal 18:19 
Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat, dan pertengkaran adalah seperti palang gapura sebuah puri.

Cara Mengatasi Pengkhianatan

  • Sadarilah bahwa pengkhianat selalu datang dari orang dekat
    Siapakah Yudas Iskariot? Dia adalah salah satu dari 12 murid Yesus. Yudas adalah murid yang dipercaya oleh Yesus untuk memegang keuangan mereka. Dalam ayat 50 saat Yudas datang untuk menyerahkan Yesus, Tuhan Yesus menyebutnya dengan sebutan teman. ‘Hai teman, untuk itukah kamu datang?’ Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.”  
    Ini memang sulit dterima, tapi inilah faktanya, kita dikhianati oleh orang-orang yang kita percayai. Kita dikhianati oleh orang-orang yang kita cintai. Pengkhianatan selalu datang dari orang dalam. Sadarilah, musuh kita tidak pernah mengkhianati, kita dikhianati oleh teman sendiri.

Mazmur 55:12,13 
Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku:

  • Pahamilah, orang-orang yang mengkhianati sedang menghancurkan diri sendiri.
    Bagaimana yang terjadi dengan Yudas Iskariot? Apakah dengan menerima 30 uang perak hidup tambah enak? Setelah menerima uang apakah hidupnya tambah senang? TIDAK! Pengkhianatan telah membawa Yudas pada kehancuran. Akhir hidup Yudas setelah mengkhianati adalah bunuh diri.

Matius 27:5
Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri

Itulah sebabnya, jika ada orang yang mengkhianati dirimu, jangan marah, jangan benci, jangan dendam, sebab orang-orang yang mengkhianati sesungguhnya sedang memasang tali untuk bunuh diri. Tidak ada keuntungan yang didapatkan dari pengkhiantan, pengkhianatan membawa kehancuran.

  • Ampuni dan berkati orang yang mengkhianati.
    Lukas 23:34 
    Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
    Di atas kayu salib Tuhan Yesus melepaskan pengampunan bagi orang-orang yang telah menyalibkannya termasuk Yudas yang mengkhianatiNya.

Mengapa harus mengampuni?

  • Kita mengampuni agar diampuni
    Matius 6:14–15
    “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu”
  • Pengampunan itu menyembuhkan
    Efesus 4:31-32
    Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Sadarilah, pengampunan kita berikan bukan untuk orang lain, tetapi membebaskan kita dari benci dan kepahitan. Tidak ada obat untuk menyembuhkan luka batin selain kita mau melepaskan pengampunan kepada orang yang telah mengkhianati. Dikhianati memang menyakitkan, tetapi dengan pengampunan rasa sakit disembuhkan. Jadi, sesakit apapun pengkhianatan yang kita rasakan, beranilah memberikan pengampunan agar kita menerima kesembuhan dan pemulihan. Tuhan memberkati. – KJP!

Arsip Catatan Khotbah