Matius 28:19-20
19 – Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 – dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Pendahuluan
Dalam buku Purpose Driven Church karangan Rick Warren disebutkan ada 5 tujuan gereja yaitu:
1. PERSEKUTUAN : Fellowship
Gereja bukan hanya tempat orang datang beribadah, tetapi gereja adalah himpunan keluarga Allah. Gereja bertumbuh semakin bersar, semakin hangat bukan individualis.
Pertanyaannya: Apakah orang yang datang ke gereja merasa diterima, dikasihi, dan menjadi bagian dari keluarga Allah? Gereja yang sehat bukan hanya membuat orang datang bersama, tetapi membuat orang berjalan bersama.
2. PEMURIDAN — Discipleship
Gereja bertumbuh semakin dalam.
Tujuan gereja bukan sekadar membuat orang percaya kepada Kristus, tetapi menolong mereka bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus.
Pertanyaannya: Apakah jemaat kita semakin dewasa secara rohani?
Bukan hanya: “Berapa banyak orang hadir?” Tetapi: “Berapa banyak orang bertumbuh?”
Gereja yang sehat tidak hanya menghasilkan orang percaya, tetapi menghasilkan murid yang dewasa.
3. PENYEMBAHAN — Worship
Penyembahan bukan hanya menyanyi pada hari Minggu. Penyembahan adalah respons seluruh hidup kepada Allah. Penyembahan mengarahkan gereja dari berpusat pada manusia menjadi berpusat pada Allah.
4. PELAYANAN — Ministry
Gereja bertumbuh semakin luas dengan pelayanan.
Setiap orang percaya bukan hanya dipanggil untuk dilayani, tetapi juga untuk melayani.
Pelayanan berarti menggunakan: karunia, waktu, tenaga, kemampuan, sumber daya, untuk menjadi berkat bagi orang lain.
5. PENGINJILAN/MISI — Evangelism
Gereja bertumbuh semakin besar.
Gereja tidak hanya melihat ke dalam, Gereja harus keluar. Gereja tidak dipanggil untuk berkumpul, tetapi dipanggil untuk pergi.
Tujuan gereja adalah membawa orang yang belum mengenal Kristus kepada Kristus.
PUNCAK PEMURIDAN ADALAH PENGUTUSAN
Yohanes 20:21b
“… Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
Ada sebuah proses yang sangat penting dalam kehidupan kekristenan yaitu:
Dipanggil (Percaya) → dibentuk → diperlengkapi → diutus.
Karena itu, kekristenan tidak boleh berhenti pada: “percaya” tetapi harus bergerak menuju pada tahap selanjutnya yaitu dibentuk – proses pendewasaan, pikul salib dan menyangkal diri – diperlengkapi – dilatih, dibina dan terakhir diutus menjadi pembawa kabar keselamatan kepada dunia.
PERBEDAAN MURID DAN UTUSAN
• MURID: Dipanggil untuk mengikuti Yesus
Mat. 4:19 — “Mari, ikutlah Aku…”
• UTUSAN: Diutus untuk mewakili Yesus
Yoh. 20:21 — “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
• MURID: Datang kepada Yesus
Mat. 11:28 — “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu…”
• UTUSAN: Pergi membawa Yesus
Mat. 28:19 — “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…”
• MURID: Belajar dari Yesus
Mat. 11:29 — “Belajarlah pada-Ku…”
• UTUSAN: Mengajarkan apa yang diterima dari Yesus
Mat. 28:20 — “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”
• MURID: Menerima berkat
2 Ptr. 1:3 — “Segala sesuatu yang berguna bagi hidup dan kesalehan… telah dianugerahkan-Nya kepada kita.”
• UTUSAN: Menjadi berkat
Kej. 12:2 — “Hendaklah engkau menjadi berkat.”
• MURID: Dilayani
Mrk. 3:14 — “Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia…”
• UTUSAN: Melayani
2 Tim. 2:2 — “Percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
• MURID: Fokus pada pertumbuhan diri
2 Ptr. 3:18 — “Bertumbuhlah dalam kasih karunia…”
• UTUSAN: Fokus pada pertumbuhan Kerajaan Allah
Mat. 6:33 — “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya…”
• MURID: Berkumpul Bersekutu
Kis. 2:42 — “Mereka bertekun… dalam persekutuan…”
• UTUSAN: Keluar Menjangkau
Kis. 1:8 — “Kamu akan menjadi saksi-Ku… sampai ke ujung bumi.”
• MURID: Bertumbuh menjadi dewasa
Ef. 4:14 — “Supaya kita bukan lagi anak-anak…”
• UTUSAN: Menghasilkan murid baru
Mat. 28:19 — “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku…”
BEKAL SEORANG UTUSAN
Lukas 9:1-13
Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
Jangan Bawa Apa-apa
1. Bergantung pada Tuhan
Jangan membawa apa-apa bukan berarti Tuhan melarang kita mempersiapkan segala sesuatu ke ladang misi, tetapi yang dimaksud adalah pelayanan penginjilan tidak boleh bergantung kepada fasilitas jasmani. Kita harus bergantung sepenuhnya kepada kuasa pemeliharaa Tuhan. PERCAYALAH KALAU TUHAN YANG UTUS, TUHAN PASTI URUS.
Seorang utusan boleh mempunyai uang, tetapi jangan bergantung pada uang.
Boleh mempunyai kemampuan, tetapi jangan bergantung pada kemampuan.
Boleh mempunyai pengalaman, tetapi jangan bergantung pada pengalaman.
Boleh mempunyai fasilitas, tetapi jangan bergantung pada fasilitas.
2. Kasih Tuhan
Roma 5:8
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Yesus mengasihi orang berdosa sehingga rela mati di salib. Kasih ini yang perlu kita bawa kepada dunia.
3. Kuasa Tuhan
Kisah Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Mengapa Yesus memberikan kuasa sebelum kita pergi?
Karena penginjilan adalah pekerjaan rohani tidak dapat diselesaikan hanya dengan kekuatan manusia.
Kita dapat berkhotbah, tetapi Roh Kudus yang menjamah hati.
Kita dapat menjelaskan Injil, tetapi Roh Kudus yang membuka pengertian.
Kita dapat menanam benih, tetapi Tuhan yang memberi pertumbuhan.
Kita dapat mengetuk pintu, tetapi Roh Kudus yang membuka hati.
4. Hati – hati yang mengasihi jiwa-jiwa
Matius 9:36:
Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
Kita bisa memiliki: kemampuan, pengetahuan, pengalaman, strategi, uang, fasilitas, bahkan kesempatan, tetapi tanpa hati yang mengasihi jiwa, pelayanan akan berhenti.
KESAKSIAN JIM ELLIOT
Jim Elliot adalah misionaris dari Amerika, yang melayani di Ekuador. Hatinya sangat rindu dapat menjangkau suku Huaorani. Suku yang terkenal kejam, bengir dan suka bunuh orang. Teman-temannya memperingatkan dia agar tidak pergi ke sana, tapi dia berkata: “Bukanlah orang bodoh yang menyerahkan segalanya yang dapat hilang, demi mendapatkan apa yang tidak bisa hilang.”
Akhirnya dia melayani suku Huaorani, sampai dengan pada tanggal 8 Januari 1956, kelompok kecil suku Huaorani menyerang dan menombaknya hingga tewas kelima misionaris tersebut di tepi Sungai Curaray. Jim Elliot gugur pada usia 28 tahun, meninggalkan istrinya, Elisabeth Elliot, dan bayi perempuan mereka.
Yang menarik adalah istrinya, Elisabeth Elliot, dia tidak menyimpan kepahitan, dia kembali datang ke suku Huaorani, memberi bantuan, dan membagikan kisah tetang Yesus. Pada akhirnya suku Huaorani dimenangkan bagi Tuhan. Inilah hati seorang utusan: tidak membiarkan luka menghentikan misi, dan tidak membiarkan pengorbanan suaminya menjadi sia-sia. Ia datang dengan hati yang mengasihi jiwa-jiwa.
PENUTUP
Hari ini kita diperhadapkan dengan tubuh dan darahNya. Di Golgota, Kristus menyerahkan hidup-Nya supaya kita memperoleh hidup kekal; darah-Nya menebus, kasih-Nya memulihkan, dan kemenangan-Nya memberi kita pengharapan.
Sadarilah, kita tidak dipanggil untuk diam di bawah kaki salib, tetapi untuk bangkit dan pergi dari kaki salib, membawa kabar bahwa masih ada pengampunan bagi yang berdosa, masih ada harapan bagi yang hancur, masih ada pemulihan bagi yang terluka, dan masih ada keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus. Tuhan memberkati. KJP!