vhjvbhjghj
PENDAHULUAN
Sebagai pengikut Yesus yang hidup di akhir zaman, kita harus menjadi “Pengikut Yesus Yang Sejati.” Artinya menjadi pengikut Yesus yang benar-benar murni, yaitu pengikut Yesus yang bebas dari segala macam bentuk AJARAN SESAT dan DOSA.
Pokok utama:
- Kita bukan hanya disebut sebagai orang Kristen.
- Kita harus benar-benar menjadi pengikut Kristus.
- Sebagai pengikut Kristus, kehidupan kita harus sesuai dengan apa yang Yesus ajarkan.
- Kita harus berhati-hati terhadap ajaran yang kelihatannya benar, tetapi sebenarnya membawa kepada dosa dan penyimpangan.
JEMAAT EFESUS
Wahyu 2:6 – “Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.”
Jemaat Efesus mendapatkan pujian karena mereka membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus.
Pelajaran:
– Jemaat Efesus tidak menerima begitu saja ajaran Nikolaus.
– Mereka menolak perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
– Sikap mereka sejalan dengan sikap Tuhan Yesus sendiri.
Intinya: sebagai pengikut Yesus, kita harus mampu membedakan mana yang benar dan mana yang merupakan ajaran yang menyesatkan.
JEMAAT PERGAMUS
Wahyu 2:15-16 – “Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.”
Berbeda dengan jemaat Efesus, di Pergamus terdapat orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.
Peringatan Tuhan: “Sebab itu bertobatlah!”
Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menganggap ringan persoalan ajaran sesat.
APAKAH AJARAN NIKOLAUS ITU?
Berdasarkan Study Bible New American Standard, Nikolaus dijelaskan sebagai seorang jemaat Tuhan yang hidup pada zaman gereja mula-mula. Kisah Para Rasul 6:5
Nikolaus memiliki latar belakang sebagai:
- Penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
- Kemudian menjadi orang yang percaya kepada Yesus.
- Nikolaus juga terlibat dalam memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus.
Namun kemudian terdapat ajaran Nikolaus yang bertentangan bahkan dibenci oleh Tuhan Yesus.
AJARAN NIKOLAUS
Nikolaus merupakan salah satu jemaat yang ditugaskan untuk melayani dan juga mengajarkan Firman Tuhan. Tetapi masalahnya: Nikolaus mengajarkan ajaran-ajaran yang bertentangan bahkan yang dibenci oleh Tuhan Yesus.
Ajaran Nikolaus: Nikolaus mengajarkan toleransi terhadap:
- Budaya paganisme.
- Tradisi paganisme.
- Kebiasaan paganisme.
- Praktik-praktik ibadah budaya paganisme.
- Tidak apa-apa beribadah kepada Yesus, tetapi sekaligus melakukan ibadah-ibadah tradisi dan praktik ibadah budaya paganisme.
BENTUK-BENTUK PAGANISME
Pada saat itu terdapat berbagai bentuk budaya paganisme, antara lain:
1. Makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala.
2. Perzinahan.
3. Penyembahan berhala.
4. Penyembahan patung dan sejenisnya.
5. Berbagai macam ajaran setan-setan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya toleransi terhadap praktik-praktik tersebut.
“MERACUNI ANAK-ANAK TUHAN”
Ajaran Nikolaus pada waktu itu, tanpa disadari oleh anak-anak Tuhan, telah meracuni banyak anak-anak Tuhan. Materi ini memberikan peringatan: kalau kita tidak hati-hati, praktik-praktik ajaran seperti ini juga dapat terjadi dan meracuni para pengikut Yesus.
- Banyak pengikut Yesus yang masih berdukun.
- Terlibat dalam perzinahan.
- Percaya Feng Shui.
- Percaya ramalan-ramalan.
- Percaya penyembahan-penyembahan berhala.
- Percaya penyembahan manusia.
- Dan masih banyak macam penyembahan lainnya.
Poin penting:
Bahaya ajaran seperti ini adalah ketika seseorang merasa: “Saya tetap percaya kepada Yesus, jadi tidak masalah melakukan hal-hal tersebut.” Padahal menurut materi khotbah, inilah bentuk toleransi terhadap paganisme yang harus diwaspadai.
CATATAN TENTANG TOLERANSI
Pada awalnya budaya paganisme dilakukan oleh Nikolaus. Kemudian:
1. Jemaat lain mengikuti apa yang dilakukan Nikolaus.
2. Toleransi terus berlanjut.
3. Tidak ada tindakan tegas.
4. Tidak ada disiplin.
Akhirnya praktik tersebut dapat memengaruhi dan meracuni anak-anak Tuhan.
Jangan membiarkan sesuatu yang salah hanya karena sudah menjadi kebiasaan atau dilakukan oleh banyak orang.
SIKAP JEMAAT EFESUS
Jemaat Efesus mempunyai sikap yang berbeda. Mereka menolak mentah-mentah para pengikut Nikolaus.
Hal ini ditulis dalam Wahyu 2:6 – “Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Ku (Yesus) benci.”
Jemaat Efesus dipuji karena mereka tidak menerima perbuatan para pengikut Nikolaus.
JANJI BAGI YANG MENANG
Wahyu 2:7 – “Siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”
- Ada panggilan untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.
- Ada panggilan untuk menang.
- Orang yang menang mendapatkan janji dari Tuhan.
- Janjinya adalah makan dari pohon kehidupan di Taman Firdaus Allah.
AJARAN BILEAM
Berdasarkan Study Bible New American Standard Bible, Bileam dijelaskan sebagai: tukang tenung dari Mesopotamia yang diperintahkan oleh Balak, raja Moab, agar mengutuki umat Allah, yaitu Israel.
Kisah Bileam dapat dibaca dalam Bilangan 22–24; Ulangan 23:4
APAKAH AJARAN BILEAM?
Ajaran Bileam juga mengajarkan toleransi terhadap paganisme. Tidak masalah apabila anak Tuhan melakukan perzinahan karena nantinya masih bisa bertobat dan meminta pengampunan.
Bileam menyerukan kepada bangsa Israel tidak apa-apa bagi mereka untuk:
- Memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala.
- Berzina dengan bangsa-bangsa yang ada di Kanaan.
Dengan demikian, Bileam menjadi contoh seorang guru yang mempengaruhi orang untuk meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala.
PERSAMAAN AJARAN NIKOLAUS DAN BILEAM
Keduanya berkaitan dengan TOLERANSI TERHADAP PAGANISME
Baik ajaran Nikolaus maupun Bileam:
- Membuat dosa terlihat seperti sesuatu yang dapat ditoleransi.
- Membuat orang merasa tetap dapat mengikuti Tuhan sambil melakukan praktik yang bertentangan dengan kehendak-Nya.
- Membawa anak-anak Tuhan kepada praktik penyembahan berhala dan dosa.
- Pada akhirnya dapat membuat seseorang meninggalkan Tuhan.
Peringatan:
Jangan sampai kita menggunakan alasan: “Nanti saya bertobat lagi” sebagai pembenaran untuk sengaja melakukan dosa.
RENUNGAN: APA ARTINYA MENJADI KRISTEN?
Kristen = Pengikut Kristus
Jika kita menyebut diri kita sebagai pengikut Kristus, maka sudah selayaknya kita meneladani apa yang Kristus ajarkan. Bukan hanya:
- Mengaku percaya kepada Yesus.
- Datang beribadah.
- Menyebut diri sebagai orang Kristen.
Tetapi juga meneladani semua yang Yesus ajarkan.
HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK YANG TAAT
1 Petrus 1:14-16 – “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”
Ada dua penekanan:
1. Jangan turuti hawa nafsu.
Kita dipanggil untuk tidak kembali kepada kehidupan lama dan hawa nafsu yang menguasai kita.
2. Jadilah kudus dalam seluruh hidup.
Kekudusan bukan hanya pada saat berada di gereja, tetapi dalam seluruh kehidupan.
PERTOBATAN
Tuhan Yesus sendiri melalui wahyu yang diberikan-Nya kepada Yohanes di Pulau Patmos mengatakan agar mereka yang masih mempraktikkan ajaran Nikolaus dan ajaran Bileam bertobat.
Wahyu 2:16 – “Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.”
BERTOBATLAH!
Bukan:
– Membenarkan dosa.
– Membiasakan dosa.
– Menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa.
– Mengikuti kebiasaan lingkungan.
Tetapi kembali kepada Tuhan dan hidup sesuai dengan ajaran Kristus
PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Menjadi pengikut Yesus yang sejati berarti:
1. Menolak ajaran sesat
Jangan menerima setiap ajaran begitu saja.
2. Menolak dosa
Jangan menganggap dosa sebagai sesuatu yang dapat ditoleransi.
3. Tidak mencampurkan iman kepada Yesus dengan paganisme
Jangan mengatakan bahwa kita mengikuti Yesus tetapi tetap mempertahankan praktik-praktik yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
4. Meneladani Kristus
Kalau kita menyebut diri sebagai Kristen, kita harus hidup sebagai pengikut Kristus.
5. Hidup kudus
“Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”
6. Bertobat ketika menyadari kesalahan
Tuhan memberikan peringatan agar kita bertobat, bukan terus mempertahankan dosa.
PENUTUP
Jadilah Pengikut Yesus Yang Sejati.
Bukan pengikut Yesus yang hanya mengaku percaya, tetapi pengikut yang:
- taat,
- kudus,
- menolak ajaran sesat,
- menolak dosa,
- dan meneladani semua yang Yesus ajarkan.
Ketika kita menemukan sesuatu dalam kehidupan kita yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, jangan mempertahankannya.
Wahyu 2:16 – “Sebab itu bertobatlah!”