Berbicara tentang identitas diri, kita melihat ilustrasi dari seekor Elang. Ada seekor Elang yang hidup dalam peternajan ayam, kemudian si Elang ini akhirnya kehilangan jati dirinya yang adalah seekor Elang yang bisa terbang tinggi. Ia kehilangan jati dirinya karena ia berpikir dia adalah seekor ayam yang tidak bisa terbang tinggi. Dan akhirnya ia harus mati sebagai seekor ayam. Demikian juga kita umat Allah jikalau tidak tahu akan jati diri kita yang sesungguhnya.
A. Jawaban dari kebanyakan orang
– Ini bukan pertanyaan tentang, letak geografis dari negara mana kita berasal (Motherland, Fatherland, Homeland, Ibu Pertiwi)
– Bukan juga tentang Kota secara fisik, Suku etnik, atau dari spesies mana kita berasal. Seperti teori Ilmu Pengetahuannya Charles Darwin bahwa manusia berasal usul dari spesies yang sama dengan jenis Kera/monyet.
Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia dari betlehem, dan dibesarkan di Nazaret. Atau bahkan menyebut dirinya seorang Yahudi. Dia bahkan menolak asal usul-Nya yang membatasi diri-Nya. Memang kita bukan Yesus, yang juga dapat berkata demikian, tapi ini menyadarkan kita bahwa asal usul kita bukan di dunia ini
B. Apa jawaban Yesus? Yesus Tahu dari mana Ia berasal?
Yoh 8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
Yoh 16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
Yoh 16:28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”
Yoh 18:36 Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”
C. Bagaimana dengan Orang Percaya?
Kis 17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
Kis 17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
Luk 3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.
Ibr 12:9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
Abraham dan para nabi pun menyadarinya
– Ibr 11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
– Ibr 11:14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.
– Ibr 11:15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.
– Ibr 11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.
D. Kejatuhan Manusia telah menyebabkan semua manusia kehilangan kemuliaan Allah
- Rom 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
- Pemahaman tentang asal usul kita pun hilang
- Kol 3:10 dan telah mengenakan manusia baru (Kelahiran Baru) yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
E. Orang percaya menyadari keberadaanya (Bangkitnya kesadaran ini)
1. Kita juga berasal dari sorga, dari Bapa Sang sumber
– Roh kita keluar dari Bapa
– Kesadaran ini mengharuskan kita bergantung kepada-Nya untuk tetap dapat hidup
– Seperti ikan yang membutuhkan air untuk hidup. → Kalau ia berkata tidak perlu air, maka ia memutuskan untuk mati
– Begitu juga dengan tumbuhan membutuhkan tanah untuk hidup → Kalau ia berkata bosan dengan tanah, berarti ia memutuskan untuk mati
– Demikian juga manusia’ Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
– Berdoa, baca Firman Tuhan, penyembahan, kesadaran akan kehadiran Tuhan adalah kebutuhan kita terhybung dengan Dia
2. Kewarganegaraan kita ada di sorga (letak Kerajaan Allah) → tidak mengenal Krisis.
– Tidak ada ketakutan menghadapi Krisis, karena di sorga tidak pernah mengalami Krisis
– Mat 6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
– Mat 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Setiap warganegara Kerajaan Sorga dijamin HAK nya, termasuk kita yang tinggal di bumi ini (bukan nanti)
– Mat 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
3. Menyadari bahwa tempat asal usul mereka memiliki kebudayaan, Budaya Kerajaan Sorga
– Budaya diwakili oleh cara hidup, nilai-nilai, Perilaku, Moralitas, Etika dari Sang Raja (yg empunya Kerajaan itu)
-Eph 5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
– Eph 5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
– Eph 5:3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
– Eph 5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
– Eph 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
– Eph 5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
– Eph 5:7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
– Eph 5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
– Eph 5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,