Menjadi saksi Kristus – seri 2 – Oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 2 – Minggu, 30 Oktober 2022)

Pendahuluan 
Gereja harus bersaksi dan menjadi saksi Kristus adalah panggilan bagi setiap orang percaya . Gereja tidak boleh melalaikan tugas yang paling penting yaitu tentang bersaksi. Kita tidak boleh berpikir bahwa apabila telah terlibat dalam berbagai pelayanan di gereja itu sudah cukup. Padahal ada suatu tugas yang sangat mendasar dan yang harus kita lakukan dan ini juga adalah perintah Yesus bagi murid-murid atau kita orang percaya, yakni pergi menjadi saksi Kristus.

Mengapa kita harus bersaksi?
Beberapa minggu lalu dalam ibadah raya 1 dan 3 saya menyampaikan dari Inill Yohanes  tentang pelayanan Yohanes Pembaptis kita dapatkan orang Yahudi di Yerusalem mengutus para imam, orang lewi, dan orang Farisi bertanya apakah Yohanes ini adalah Mesias, nabi yang akan datang? 

Artinya banyak orang menanti keselamatan, menantikan raja, membutuhkan penghiburan, kelepasan, kesegaran dan saat-saat ini orang yang diluar sana juga membutuhkan kita untuk mereka juga mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jika kita tahu cerita selanjutnya hasil kesaksian Yohanes ini banyak orang dibaptis baik dari orang Israel maupun dari kalangan para Imam dan orang Farisi walau juga ada yang menolak tetapi inilah yang Tuhan mau dari gerejanya yaitu bersaksi sekalipun ada yang menolak tetapi banyak juga merka mengalami jamahan dan keselamatan dari Tuhan.

Pada bagian pertama kita sudah membahas tentang dasar menjadi saksi Kristus yaitu : 
1. TEMA dari kesaksian kita adalah Yesus Kristus.
Artinya adalah ketika kita bersaksi maka kesaksian kita itu meninggikan Yesus tentang Yesus.
Yohanes 1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air;  tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal.
Yohanes 1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku.  Membuka tali  kasut-Nyapun aku tidak layak.” 
Kesaksian Yohanes bukan dirinya yang dibesarkan, ditinggikan tetapi Yesus yang diperkenalkan kepada orang banyak yang dikatakan lebih berkuasa dari dirinya sehingga dia berkata Membuka tali kasutnya aku tidak layak.

2. Kesanggupan  kesaksian kita adalah Roh Kudus
Lukas 1:15 Ia akan menjadi besar di hadapan Tuhan dan tidak akan minum anggur atau minum minuman keras lainnya. Bahkan, sejak dari dalam kandungan ibunya, ia akan dipenuhi oleh Roh Kudus.
Roh Kudus-lah yang memberikan kita kesanggupan untuk bersaksi, menyuarakan kebenaran, tanpa dusta, Yohanes 1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.” 

Jadi kesakasian Yohanes bukan kesaksian yang bohong, atau dibuat-buat dan kuasa Roh kudus yang memapukan sepanjang hidupnya tidak henti-henti menceritakan dan menjelaskan tentang Yesus. Roh kudus-lah memampukan untuk menjadi saksi dalam sebuah tujuan yang mulia. Mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus, Sang Mesias! Dia membawa orang-orang untuk memandang Sang Juruselamat, ayat 29 “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

3. Bukti dari kesaksian kita akan ditunjukkan dari cara hidup kita.
Pada bagian kedua kita akan belajar tentang “Kehidupan seorang saksi Kristus hidup.” Baca Kisah Para Rasul 2:41-47.

Pendahuluan
Jemaat mula-mula adalah contoh kekristenan yang dapat diteladani oleh orang percaya yaitu suatu kehidupan dari saksi Kristus yang membangun kerohanian, memperlengkapi diri dan menjadi saksi
1. Hidup dalam persekutuan
Kisah Para Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Kisah Para Rasul 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 

Jangan pernah menghindari namanya persekutuan, persekutuan adalah kehendak Allah. Berkali-kali di dalam Perjanjian Lama dinyatakan bahwa Allah mengumpulkan bangsa Israel ke hadapan-Nya. Ada beberapa tujuan dikumpulkannya bangsa Israel ini, salah satunya adalah untuk membuat atau memperbaharui perjanjian. Selain kaitannya dengan perjanjian, bangsa Israel pun diperintahkan untuk berkumpul tiga kali setahun (paskah, pantekosta dan pondok Daun) untuk membawa persembahan dan beribadah kepada Tuhan (Kel. 23:14-17, Im. 23). 

Di sini kita dapat melihat bahwa perkumpulan ini memiliki arti yang sangat penting bagi sejarah bangsa Israel. Perkumpulan umat Allah bukan suatu kisah sejarah yang berlalu begitu saja, bukan suatu pertemuan yang bersifat sementara tetapi pertemuan ini sendiri merupakan ciri khas yang permanen dari identitas bangsa Israel. 

Hal ini juga menjadi fondasi bagi konsep Gereja di Perjanjian Baru. Seluruh umat Allah yang adalah orang-orang percaya yang telah menerima anugerah keselamatan dari Allah, dikumpulkan untuk mendengarkan firman Tuhan dan untuk beribadah kepada-Nya. Inilah salah satu identitas umat Allah, yaitu umat yang berkumpul untuk beribadah kepada Allah. 

Ibadah kita sebagai umat Allah bukanlah sebuah pertemuan biasa dengan tujuan yang tidak jelas, tetapi sebuah pertemuan di mana Allah yang berdaulat hadir di tengah-tengah perkumpulan ini dan hal itulah yang menjadi identitas pembeda antara umat Allah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya.

Jadi kita dapatkan kesimpulan bahwa persekutuan atau Ibadah adalah hal yang sangat penting dan yang tidak terlepas dari kehidupan umat Allah. 

  • Melalui ibadah kita memperoleh firman Tuhan yang menjadi dasar pembentukan kehidupan yang diperkenan Allah. Konsep ibadah yang dibentuk adalah konsep ibadah komunal, di mana persekutuan antara umat Allah terjadi. Kita bisa melihat bahwa relasi vertikal dan horizontal terbentuk. Inilah yang menjadi prinsip dasar komunitas Gereja. Relasi dengan Allah terbentuk dan mendasari relasi dengan sesama umat percaya.
  • Kita bisa mempelajari bahwa Jemaat Allah memiliki tuntutan untuk memiliki atau menjaga kekudusan karena Allah tidak sekadar hadir di tengah umat-Nya, tetapi juga tinggal di tengah-tengah umat-Nya. Kekudusan mencakup pikiran dan tingkah laku atau gaya hidup seluruh umat Allah. Kehidupan yang tidak membiarkan diri dibawa arus dunia tetapi membangun seluruh kehidupan yang didasarkan pada firman Tuhan sehingga keberadaan umat Allah memiliki ciri khas dibandingkan kelompok-kelompok lain yang ada di dunia ini.
  • Jemaat Allah memiliki tanggung jawab dalam melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi dunia. Sebagai umat pilihan Allah, salah satu kewajiban yang harus dijalankan adalah melayani Allah yang tidak dibatasi gedung gereja, tetapi benar-benar di dalam seluruh hidup. Setiap hal dilakukan sebagai sebuah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan.

Perhatikan dalam Kisah Para Rasul 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.

Biarlah kesinambungan konsep umat Allah dalam Perjanjian Lama dengan Gereja sebagai tubuh Kristus dalam Perjanjian Baru menyadarkan kita akan makna penting Gereja. Gereja hadir di tengah-tengah dunia bukan sekadar suatu perkumpulan, tetapi sebagai bagian dari kesinambungan rencana besar Allah di tengah-tengah dunia untuk menjadi saksi kristus memberitakan kebenaran Sang Pencipta dan membawa ciptaan yang sudah menyimpang untuk berbalik kepada Tuhan.

2. Friendly
Kisah para rasul 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang.Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Istilah “friendly” sering digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang yang menyenangkan dalam sebuah pergaulan. Arti friendly adalah ramah. Istilah ini sudah tepat jika digunakan untuk menyebut seorang teman yang berperilaku ramah, murah senyum, terbuka, dan suka membantu. Meski bukan berasal dari bahasa Indonesia, friendly sering dianggap sebagai istilah gaul yang sudah lazim digunakan. Friend sendiri diartikan sebagai teman. Friendly ini menggambarkan sosok yang ramah dan baik hati dan menarik budi bahasanya, manis tutur kata dan sikapnya, suka bergaul dan menyenangkan dalam pergaulan.

Sesuai dengan arti friendly, ciri-cirinya pun akan merujuk ke tingkah laku yang menyenangkan. Saat bergaul, orang-orang friendly akan menunjukkan sikap khas, seperti berikut ini.
– Murah Senyum
– Humoris
– Punya Banyak Teman
– Tak Segan Membantu
– Tidak Sombong

Menariknya adalah di Kisah para rasul 2:47 sambil memuji Allah, dan mereka disukai semua orang.Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Kehadiran orang percaya ditengah dunia ini membawa dampak yang luar biasa, ada banyak orang menjadi pengikut Yesus karena melihat kehidupan dari orang percaya yang disukai banyak orang.

Titus 3:1 Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintahdan orang-orang yang berkuasa,taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. Perbuatan kemurahan hati agathos,
Titus 3:2 Janganlah mereka memfitnah,janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.

3. Hidup dalam  doa dan penyembahan 
Kisah Para Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa

Kisah Para Rasul 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Gereja suka berdoa, kuatnya gereja juga terletak bagaimana intimnya hubungan gereja dengan Tuhan. Doa jantungnya Gereja.

Murid Yesus, para rasul dan Jemaat pada waktu itu mereka sangat suka berkumpul, suka berdoa dan suka memuji dan menyembah Tuhan. Pusat doa, pujian dan penyembahan kita hanya terfokus kepada Yesus dan ketika para murid bertekun dalam doa banyak hal yang terjadi yaitu jiwa-jiwa ditambahkan, rasul–rasul dilepaskan dari penjara, jemaat menjadi kuat.

Ada satu kisah tentang kuasa doa dan pujian penyembahan
Kisah tentang Paulus dan silas dalam Kisah Para Rasul 16:19-26.
Kita tahu berita keselamatan yang Paulus dan Silas bawa adalah Injil keselamatan. Mereka menjadikan Yesus pusat pelayanan mereka yaitu memberitakan Yesus lahir, kematian Yesus di atas kayu salib menebus dosa manusia. Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang bangkit dan menang atas maut, Ia naik ke sorga dan Yesus akan datang kali yang kedua ke dunia ini. Bahkan segala korban, pelayanan yang mereka lakukan semata-mata karena mereka mengasihi dan mencintai Yesus, jadi kemana saja mereka pergi dan tantangan apapun yang mereka temukani Paulus dan Silas dapat hadapi.

Suatu ketika mereka ada di kota Filipi, suatu kota di daerah Makedonia dan kota tersebut adalah kota yang sangat maju, dan penduduk di sana masih ada yang datang kepada peramal, tukang tenung dan mencari berkat, petunjuk  kepada roh-roh kuasa gelap. Dan di kota ini Paulus juga mendapat tentangan dari orang-orang yang tidak suka akan pemberitaan injil. Ada orang merasa dirugikan akan apa yang mereka lakukan sehingga mereka ditangkap dibawa kepada penguasa dan pembesar-pembesar kota dengan fitnahan sebagai pengacau kota. Mereka didera, kemudian dimasukkan ke dalam penjara.

Kisah Para Rasul 16:23 “Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 
Kisah Para Rasul 16:24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.”

Keadaan ini tidak mempengaruhi semangat Paulus dalam mengikut Yesus ataupun memberitakan injil. Bahkan kita akan melihat bahwa belenggu maupun penjara tidak dapat membungkam dan menghalangi pelayanan mereka.

Seharusnya pengalaman ini menjadi pelajaran buat kita bahwa dalam segala keadaan kita jangan lemah dan mudah menyerah bahkan berputus asa. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali tantangan yang kita hadapi yang berusaha membelenggu kehidupan kita, bahkan hidup kita seperti terpenjara, sehingga kita merasa bahwa kita tidak sanggup lagi berbuat apa-apa. Pengharapan hilang ditelan oleh keadaan maupun kondisi yang dialami. Tetapi keadaan ataupun masalah yang terjadi tidak boleh menghalangi kita untuk tetap setia di dalam Tuhan. Jangan sampai kondisi tersebut justru membelenggu bahkan memenjarakan hidup kita sehingga kita tidak dapat berbuat maksimal bagi kemuliaan nama Tuhan.

Saudaraku, dalam kondisi dan keadaan seperti ini  Paulus dan Silas menikmati kuasa kekuatan, kelepasan, kemenangan dan keselamatan yang dahsyat didalam penjara. Paulus dan Silas Memuji dan menyembah Tuhan menjadikan Tuhan pusat penyembahan dan pujian mereka.

Kisah Para Rasul 16:25“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.”

Tuhan bertakhta diatas pujian Paulus dan Silas dan ketika Tuhan hadir, duduk, tinggal didalam pujian penyembahan maka Tuhan bekerja dengan dsayat dalam kehidupan para rasul.

Ada Tiga hal yang Tuhan kerjakan saat Paulus dan Silas memuji dan menyembah Tuhan

  • Mengalami Kuasa mukjizat
    Kisah Para Rasul 16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah;dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. 

Apa yang mustahil? Jika Tuhan hadir tidak ada yang mustahil, apa yang sukar bagi Tuhan sangatlah mudah untuk melakukannya. Ada pintu-pintu yang tertutup, Tuhan sanggup bukakan, belenggu-belenggu dilepaskan dan Tuhan ditinggikan serta dipermuliakan.

  • Menjadi kesaksian
    Kisah Para Rasul 16:25“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.”
    Kisah Para Rasul 16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah;dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. 

Ada banyak orang hukuman yang lain mendengarkan, melihat hal yang luar biasa terjadi saat Paulus memuji dan menyembah Tuhan (Gempa bumi yang hebat, sendi-sendi penjara goyah, semua pintu terbuka, belenggu terbuka dan gempa mereka alami). Orang melihat kuasa bekerja dalam kehidupan orang-orang percaya yang memuji dan menyembah Tuhan, ada perubahan hidup dalam diri penyembah-penyembah Tuhan, ada kemuliaan yang terpancar dan terus menjadi berkat bagi banyak kota dan banyak orang.

  • Membawa Jiwa datang kepada Tuhan, Kisah Rasul 16:27 -31 

Kesimpulan
Sebagai saksi kristus, mari kita bangun kehidupan kerohanian kita, memperbaiki sikap kita dan memiliki kehidupan doa dan Penyembahan maka tuhan akan pakai kita nmenjadi saksi Kristus yang membawa jiwa bagi Tuhan

Arsip Catatan Khotbah