DOA MEMBERI KESANGGUPAN BERTAHAN – oleh Pdm. Melky R. Mokodongan (Ibadah Raya 1 – Minggu, 22 Juni 2025)

Roma 12:12Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Pendahuluan
Penderitaan adalah bagian dari hidup yang tidak bisa dihindari, siapapun dia, tidak ada yang terkecuali, tidak ada yang berani berkata bahwa saya bebas dari masalah yang menghampiri. Namun, sebagai orang percaya, kita memiliki kekuatan istimewa. Apa itu? Yaitu Doa.

Doa bukan hanya sebagai sarana memohon pertolongan, tetapi doa adalah sebagai sumber kekuatan yang memberi kemampuan serta kesanggupan untuk bertahan, tetap teguh, dan setia di tengah penderitaan.

Seperti apa doa yang memberi kekuatan atau kesanggupan untuk bertahan?

1. Doa menumbuhkan pengharapan di tengah penderitaan
Mazmur 38:16 Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.

Doa mengarahkan hati kita kepada Allah, serta janji-janji Allah sehingga kita tetap memiliki pengharapan, sekalipun situasi tampak gelap. Pengharapan ini menjadi jangkar iman yang membuat kita tidak mudah goyah.

Dan yang berikut adalah kepada Jawaban Tuhan. Artinya apa? Kekuatan dan kesanggupan yang sesungguhnya sebagai jawaban dari doa hanya dari Tuhan. Itu sebabnya Rasul Paulus sampaikan:
Roma 15:13  Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Pemazmur juga berkata apa?
Mazmur 42:12  “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? Berharaplah kepada Allah!”

2. Doa memberi kekuatan melalui pertolongan Roh Kudus
Doa membawa kita pada persekutuan dengan Roh Kudus, yang memberi kekuatan ilahi dan menopang kita dalam kelemahan. Roh Kudus menguatkan kita untuk tetap berdiri meski penderitaan menekan.

Roma 8:26Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”

Contoh:
Yesus di Taman Getsemani (Lukas 22:43) “Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.”

3. Doa menjaga hati tetap damai
Doa adalah tempat penyerahan beban

Mazmur 55:23  “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau…”

Saat kita berdoa, kita memindahkan beban dari hati kita kepada Tuhan. Ini memberi ruang bagi damai masuk dan menguasai hati kita.

Doa menghubungkan kita dengan Sumber Damai
Yesaya 26:3Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.”

Doa mempererat hubungan dengan Allah, dan dari hubungan itulah damai mengalir. Damai sejahtera ini melampaui akal dan menjaga kita dari keputusasaan.

Filipi 4:6-7Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

Contoh
Hana (1 Samuel 1:10-18) berdoa dengan hati hancur karena penderitaannya, tetapi setelah doa, wajahnya tidak muram lagi karena hatinya mendapat damai.

4. Doa meneguhkan iman untuk tetap setia
Doa memampukan kita untuk tetap setia dan tidak menyerah, karena melalui doa kita mempercayakan segala penderitaan kita kepada Allah yang setia.

1 Petrus 5:10  “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”

Contoh
Ayub tetap berdoa dan setia walau mengalami penderitaan hebat, dan pada akhirnya Allah memulihkan keadaannya (Ayub 42:10).

Kesimpulan
Doa bukan hanya sarana untuk kita meminta pertolongan, tetapi lebih jauh adalah sumber kekuatan untuk kita mampu bertahan dalam penderitaan.
Melalui doa kita memperoleh pengharapan, ada kekuatan Roh Kudus, dan mendapatkan damai sejahtera, serta iman yang teguh.

Mazmur 46:2
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”

Arsip Catatan Khotbah