MELAYANI SEBAGAI GARAM DAN TERANG DI DUNIA – Oleh Pdt. K. Hani Paulus (Ibadah Raya – Minggu, 16 Agustus 2026)

Ada banyak yang kecewa dengan orang Kristen, mereka menganggap orang Kristen dan orang bukan Kristen itu sama saja kelakuannya.

  • Ada orang Kristen yang masih terlibat tindak kejahatan, penipuan, usaha gelap, penyuapan aparat, narkoba, kemabukan, perjudian, perselingkuhan, perceraian sehingga menjadi cemoohan orang dunia. 
  • Dimana letak kesalahannya? Mampukah gereja Tuhan atau orang Kristen  dapat menjadi garam dan terang bagi dunia ini?

Mat 5:13  “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Garam berguna untuk memberikan rasa dan mencegah kebusukan. Inilah yang harus terjadi dalam diri kita.

Mat 5:14  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Mat 5:15  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Terang untuk menyingkapkan kegelapan dan memberi arah.

Mat 5:16  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Memuliakan Bapa di Surga adalah tujuan keberadan kita.

1. IDENTITAS BARU (Diberikan)
“Kamu adalah garam dunia” dan “Kamu adalah terang dunia,” (di kota dan di bangsa ini), di mana kamu tinggal

    • Yesus tidak berkata “Jadilah garam” atau “Jadilah Terang”
    • “Berusahalah menjadi garam dan terang”, atau sedikit demi sedikit
    • Yesus menyatakan Ini adalah identitas baru setiap orang percaya di dalam Kristus.

    2Kro 5:17  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang

    2. MENJADI PENGARUH (AKTIF BERDAMPAK KELUAR) – Automatis

    • Garam itu mempengaruhi. Ia melebur, menyatu dengan lingkungan, memberi rasa dan sebagai antiseptik, membunuh kuman, mencegah pembusukan.
    • Terang mempengaruhi, ia menerangi sekitarnya (menyingkapkan kegelapan dan memberi arah):
    • Keberadaan keduanya memberi manfaat bagi sekitarnya (dunia ataupun kota masyarakat).

    Jadilah pengaruh yang positif: Rom 12:21  Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! 

    Contoh:
    1. Yusuf: pengaruh positif di dunia kerja dan krisis bangsa
    Yusuf adalah contoh sempurna bagaimana seseorang yang memiliki integritas dan hikmat Allah dapat menyelamatkan satu bangsa besar dari bencana kelaparan.

    Bentuk Pengaruh: Ketika difitnah dan dipenjara, ia tetap bekerja dengan tulus. Saat diangkat menjadi penguasa Mesir, ia mengelola sistem pangan dengan sangat cermat selama masa kemarau 7 tahun.

    Dampak: Pengaruh positifnya tidak hanya menyelamatkan bangsa Mesir dari kepunahan akibat kelaparan, tetapi juga menyelamatkan seluruh keluarganya (bangsa Israel).

    Kunci Kehidupan: Integritas, pengampunan, dan hikmat profesional yang didorong oleh takut akan Tuhan (Kejadian 41:38–40).

    2. Nehemia: pengaruh positif dalam kepemimpinan dan pembangunan
    Nehemia adalah seorang juru minuman raja (profesi sekuler) yang tergerak hatinya melihat tembok kotanya yang hancur dan masyarakatnya yang terpuruk.

    Bentuk Pengaruh: Ia mengorganisir warga, membagikan visi, dan memimpin pembangunan kembali tembok Yerusalem di tengah intimidasi musuh. Ia juga memberantas penindasan ekonomi di antara sesama warga.

    Dampak: Tembok selesai dalam 52 hari, keamanan kota pulih, dan martabat serta moral bangsa Israel bangkit kembali.

    Kunci Kehidupan: Doa yang kuat dipadukan dengan manajemen yang solid dan keberanian bertindak (Nehemia 2:17–18). 

    3. Ester: pengaruh positif melalui keberanian mengambil risiko
    Ester adalah seorang perempuan muda biasa yang menjadi ratu. Ketika bangsanya terancam pemusnahan massal (genosida) akibat kepatutan politik yang jahat, ia tidak memilih aman.

    Bentuk Pengaruh: Ia menggunakan posisinya untuk menyuarakan kebenaran dan membela hak-hak bangsanya di hadapan Raja Ahasyweros. 

    4. Pelayan Kecil Naaman: pengaruh positif tanpa jabatan atau status
    Gadis kecil asal Israel yang menjadi tawanan perang dan pelayan di rumah Naaman (panglima tentara Aram).

    Bentuk Pengaruh: Meskipun statusnya hanya seorang hamba atau tawanan, ia tidak menyimpan dendam. Ia memberi tahu majikannya tentang nabi di Samaria yang bisa menyembuhkan penyakit kusta Naaman. 

    5. Dorkas (Tabita): pengaruh positif melalui belas kasihan dan karya nyata
    Seorang murid perempuan di Yope yang dikenal karena belas kasihannya yang konkret bagi kaum marjinal.

    Bentuk Pengaruh: Ia menggunakan keterampilan menjahitnya untuk membuat pakaian dan baju bagi janda-janda serta orang-orang miskin di kotanya. 

    3. TUJUAN AKHIR YANG SAMA
    Yaitu keduanya bertujuan memulihkan keadaan yang rusak dan membawa orang lain untuk mengenal serta memuliakan Allah (Matius 5:16).

    Dapat mengalami kegagalan fungsi:
    Keduanya menghadapi ancaman yang sama:
    – Garam bisa menjadi tawar (hilang identitasnya)
    – Terang bisa disembunyikan di bawah gantang atau padam (hilang fungsinya).

    1Pe 2:12  Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

    Arsip Catatan Khotbah