1 Raja-raja 3:9 (TB) Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”
1 Raja-raja 4:25 (TB) sehingga orang Yehuda dan orang Israel diam dengan tenteram, masing-masing di bawah pohon anggur dan pohon aranya, dari Dan sampai Bersyeba seumur hidup Salomo.
Pendahuluan
Sering kali kita melihat bahwa ada masa ketika umat Tuhan hidup dalam damai, kuat, dan diberkati. Tetapi ada juga masa ketika umat Tuhan menjadi lemah dan kehilangan arah.
Mengapa hal itu bisa terjadi?
Apakah karena keadaan zaman?
Apakah karena kekuatan pemimpin saja?
Latar Belakang
Alkitab membawa kita melihat sebuah masa yang luar biasa, yaitu pada zaman Raja Salomo. Alkitab mencatat atau ayat yang kita sudah baca, dari Dan sampai Bersyeba, bangsa Israel hidup dalam damai dan tentram, kerajaannya menjadi kuat dan diberkati, mereka hidup aman, dan sejahtera. Namun keadaan itu, yaitu tentram dan damai tidak terjadi secara kebetulan. Semua itu berawal dari sebuah hati. Hati yang seperti apa? Yaitu hati yang mencari Tuhan hati yang meminta hikmat Tuhan. Dari hati yang benar itulah lahir kerajaan yang kuat dan penuh damai.
Prinsip Kebenaran
Demikian prinsip yang sama, yang seharusnya berlaku buat setiap kita jemaat mahanaim untuk gereja lokal kita. Sebab Gereja yang kuat tidak hanya dibangun oleh sistem atau pemimpin saja, tetapi oleh hati jemaat yang mengasihi Tuhan dan mengasihi gereja-Nya.
Karena itu hari ini kita belajar prinsip kebenaran penting: “Gerejaku adalah kerajaanku.”
1. KERAJAAN ATAU GEREJA YANG KUAT DIMULAI DARI HATI YANG MENGASIHI TUHAN”
Hal ini berbicara tentang fondasi rohani sebuah gereja. Sebab kekuatan gereja atau fondasi kita bukan berasal dari jumlah jemaat, gedung yang besar, atau program pelayanan, tetapi dari hati orang-orang yang sungguh mengasihi Tuhan.
Artinya apa? Kasih kepada Tuhan menjadi motivasi utama dalam hidup dan pelayanan. Kita melayani gereja lokal kita bukan karena kewajiban, jabatan, atau tradisi, tetapi karena cinta kita kepada Tuhan.
Ketika seseorang mengasihi Tuhan akan lahir ketaatan, kesetiaan, dan kerinduan untuk melayani dan membangun gereja lokal.
Contoh Salomo
Ketika Tuhan menampakkan diri kepada Salomo, Tuhan memberi kesempatan besar: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”
Lalu apa yang diminta Salomo apakah ia meminta:
– Kekayaan?
– Umur panjang?
– Kemenangan atas musuh?
Tidak, justru yang Ia minta adalah hikmat untuk memimpin umat Tuhan dan dapat berlaku adil.
Hal ini menunjukkan bahwa hatinya tertuju kepada Tuhan dan umat Tuhan. Dan dari hati yang yang benar itu, lahirlah kerajaan atau gereja yang kuat dan penuh damai. Demikian untuk membangun gereja lokal yang kuat dan bertumbuh dan menjadi berkat, kita harus punya kasih yang sungguh kepada Tuhan.
Matius 22:37
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”
2. KERAJAAN ATAU GEREJA DIBANGUN OLEH ORANG YANG MAU TERLIBAT
Prinsip ini menekankan bahwa pekerjaan Tuhan di dunia ini tidak berjalan sendiri, tetapi melalui orang-orang yang bersedia mengambil bagian di dalamnya. Tuhan memang pemilik gereja secara universal, termasuk gereja lokal kita, tetapi Ia memilih memakai kita jemaat-Nya sebagai alat untuk membangun kerajaan-Nya yaitu gereja lokal kita.
Artinya: gereja bukan hanya tempat kita datang, duduk beribadah lalu terima berkat. Gereja atau kita adalah tubuh Kristus, di mana setiap kita memiliki peran.
Ketika kita sebagai jemaat mau mengambil bagian atau dengan kata lain mau melayani di gereja lokal, maka gereja kita akan berkembang dan pekerjaan Tuhan semakin luas.
Ayat Referensi
1 Korintus 12:27
“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”
Artinya setiap orang percaya memiliki bagian dan fungsi.
Contoh Salomo
Kerajaan Salomo tidak berjalan oleh satu orang saja.
Dalam 1 Raja-raja 4 dicatat banyak pemimpin yang membantu pemerintahan, ada:
- imam
- Panglima
- Pencatat kerajaan
- Kepala daerah
- Pengurus istana.
Artinya: kerajaan itu berdiri karena banyak orang mengambil bagian. Demikian di gereja lokal kita, mengapa keterlibatan kita penting? Sebab Tuhan merancang gereja sebagai tubuh, bukan satu orang yang bekerja sendiri.
Efesus 4:16
“Dari pada-Nya seluruh tubuh tersusun rapi dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya.”
Prinsipnya:
Jika banyak bagian bekerja → tubuh sehat.
Jika hanya sedikit yang bekerja → tubuh lemah.
Karena itu gereja yang kuat adalah gereja yang jemaatnya mau terlibat melayani bersama.
3. KERAJAAN ATAU GEREJA MENJADI BERKAT KETIKA JEMAAT MENJAGANYA
Prinsip ketiga ini berbicara tentang tanggung jawab jemaat terhadap gereja. Gereja bukan hanya tempat menerima berkat, tetapi juga tempat yang harus dijaga, dipelihara, dan dihormati oleh setiap jemaat.
Ketika kita punya hati yang sama untuk menjaga gereja, maka gereja akan menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Menjaga gereja berarti:
- Menjaga kesatuan
- Menjaga kekudusan
- Menjaga pelayanan
- Menjaga nama baik gereja
Ayat Referensi
1 Korintus 3:16–17
“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia.”
Ayat ini mengingatkan bahwa gereja adalah milik Tuhan yang harus dijaga.
JADI MENGAPA JEMAAT HARUS MENJAGA GEREJA
Sebab Gereja bukan milik pribadi seseorang, tetapi milik Tuhan.
Matius 16:18
“Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”
Karena itu jemaat dipanggil untuk:
- Menghormati gereja
- Melindungi kesatuan gereja
- Membangun, dan bukan merusak.
Ilustrasi
Bayangkan sebuah keluarga yang memiliki rumah. Jika setiap anggota keluarga berkata: “Rumah ini bukan tanggung jawabku.” Maka rumah itu akan: kotor, rusak serta tidak terawat.
Penutup
Hari ini Tuhan tidak hanya mencari orang yang:
- datang ke gereja
- duduk di gereja
- mendengar firman.
Tuhan mencari orang yang terpanggil, dan mau berkomitmen untuk membangun serta mau melayani bersama. Orang yang berkata dalam hatinya: “Tuhan, gereja ini rumah rohaniku. Gereja ini adalah kerajaanku. Aku tidak sekedar hadir, tapi mau menjaga, dan melayani di dalamnya.”
Itu adalah tanda kasihmu kepada Tuhan.