Matius 8:19,20.
Matius 8:19
Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
Matius 8:20
Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya.”
PENDAHULUAN
Kisah ini menceritakan saat Yesus berada di atas sebuah kapal, lalu Yesus menyuruh orang untuk bertolak ke seberang. Tiba-tiba seorang Ahli Taurat berkata kepada Yesus: “Guru, aku akan mengikut Engkau ke mana saja Engkau pergi.”
Lalu Yesus berkata kepada orang tersebut: “Serigala punya liang dan burung punya sarang, tetapi Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
Adapun maksud ucapan Yesus di atas ialah untuk menegaskan bahwa setiap orang yang mau mengikut dan melayani Yesus, maka orang itu: “Haruslah orang yang TAAT.”
SAAT KEDATANGAN YESUS PERTAMA
Ketika Allah hendak mengutus Juru Selamat yaitu Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini, Allah tidak memberi seorang pria dewasa dengan usia 33,5 tahun agar bisa langsung menebus dosa umat manusia di atas kayu salib. Tetapi Yesus dilahirkan, dibesarkan layaknya seperti semua manusia pada umumnya. Sebab itu, sebagaimana yang telah kita ketahui, bagaimana Allah memilih “Maria,” seorang perawan yang taat dan bersedia menerima konsekwensi apa pun di dalam hidupnya demi menggenapi semua yang dikehendaki Allah dan Firman-Nya, Lukas 1:28-38. Selain itu…
YUSUF PENDAMPING MARIA.
Begitu juga untuk mendampingi Maria, selama Maria mengandung bayi Yesus, melahirkan dan mengasuh serta membesarkan hingga bayi Yesus itu besar, dewasa dan menggenapi rencana Allah yaitu mati dikayu salib untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kebinasaan dunia ini, maka Allah memilih seorang laki-laki sebagai pendamping atau ayah atau orang tua bagi Yesus sang Juruselamat umat manusia. Dan, pilihan Allah jatuh pada seorang anak muda yang bernama: Yusuf, yang menurut Matius 1:19, bahwa Yusuf adalah seorang pria dewasa yang memiliki “HATI TULUS.”
Kata “Tulus Hati” (DIKAIOS) artinya Yusuf adalah orang yang benar, yaitu orang yang senantiasa berusaha mengikuti kebenaran, yakni taat akan perintah Tuhan. Dengan lain kata: Yusuf adalah orang yang senantiasa melakukan yang baik, benar dan berkenan kepada Allah, Matius 1:25.
PESAN FIRMAN ALLAH
Dari kisah kelahiran Yesus, yang sungguh ajaib dan luar biasa ini: ada pesan Allah yang luar biasa untuk kita renungkan dan aplikasikan dalam hidup kita sebagai Gereja yang hidup di akhir zaman.
KEDATANGAN YESUS YANG PERTAMA
Untuk kedatangan Yesus yang pertama ke dalam dunia ini, Allah hanya membutuhkan seorang wanita dan seorang pria yaitu Maria dan Yusuf yang sepenuh hidupnya ada di bawah kuasa Allah, berkarakteristik Ilahi dimana hal yang sama juga harus menjadi cara hidup orang percaya/pengikut Kristus.
Bagaimana saat menjelang kedatangan Yesus yang kedua?
Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, Allah akan membangun “Gereja-Nya Yang Sempurna” sebagai “Mempelai Wanita” bagi Yesus, yang adalah sang “Mempelai Laki-laki bagi Gereja yang Sempurna.” Sebab itu untuk maksud di atas, sebelum Yesus datang kedua kali, Allah akan adakan “Pemisahan Di Dalam Gereja-Nya.”
1 Korintus 11:19, “Sebab di antara kamu harus ada perpecahan (pemisahan), supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji (yang berkualitas).”
Gereja Sempurna yang akan menjadi “Mempelai Wanita bagi Kristus” adalah orang-orang percaya yang memiliki sifat, karakter dan pelayan serta cara hidup yang sama seperti sifat, karakter dan cara hidup yang ada/dimiliki oleh Tuhan Yesus Kristus.
MEMILIKI KARAKTERISTIK ILAHI
Allah memakai Maria dan Yusuf, menjadi sarana Allah bagi lahirnya Yesus yaitu “Jalan, Kebenaran dan Hidup” bagi umat manusia di dunia ini karena Maria dan Yusuf memiliki karakter illahi dalam hidup mereka.
KETAATAN DAN KESETIAAN MARIA
Pada saat Maria dan Yusuf telah bertunangan, seorang malaikat Tuhan datang kepada Maria untuk menyampaikan maksud Tuhan bahwa: Tuhan bermaksud meminjam rahim Maria sebagai sarana lahirnya Sang Juru Selamat dunia, yaitu: Tuhan Yesus Kristus.
Dengan tulus hati dan dengan penyerahan total, Maria berserah diri kepada Tuhan dan menjawab dalam:
Lukas 1:38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah “hamba Tuhan;” jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia (Maria).
Keputusan yang Maria ambil di sini adalah wujud penyerahan total Maria kepada Tuhan yang mencerminkan suatu: “Ketaatan Mutlak Maria Kepada Tuhan.” Mengapa?
Ikatan pertunangan di zaman itu adalah identik dengan pernikahan, artinya apabila masyarakat tahu bahwa Maria hamil bukan oleh Yusuf, sebagai ketentuan Taurat, masyarakat dapat melakukan hukuman rajam kepada Maria.
Sebab itu, dikatakan dalam Matius 1:19, Yusuf bermaksud menceraikan Maria dengan diam-diam. Tetapi, sebelum Yusuf melakukannya sebagai bukti Maria orang yang berserah total kepada Allah, Maria mengambil keputusan ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Yusuf. Hal ini Maria lakukan karena iman dan penyerahan total Maria kepada Allah. Karena Maria yakin bila semua ini adalah rencana Tuhan, maka Tuhan akan mengatur semuanya sesuai kehendak dan rencana Tuhan. Dan hal itu nyata.
Ketika Yusuf merancangkan niatnya untuk melepaskan Maria, dalam Matius 1:20 malaikat Allah berfirman kepada Yusuf agar Yusuf tidak melakukan niatnya yaitu meninggalkan Maria, sebaliknya menerima Maria. Sebab Roh Kudus yang memakai Maria sebagai sarana lahirnya Sang Juru Selamat – Tuhan Yesus Kristus.
KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI
Bagitu juga kita yang hidup di akhir dari akhir zaman. Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, Yesus mencari GerejaNya, (pria/ wanita) yang berserah total seperti Maria dan Yusuf, melakukan semua kehendak Allah apa pun konsekuensinya. Sebab itu, sebelum Yesus datang kedua kali, untuk mendapatkan Gereja-Nya sebagai “Mempelai Wanita Kristus”, Allah harus adakan pemisahan di dalam Gereja. Hal ini tidak bisa tidak, harus terjadi.
KEROHANIAN DAN BUKAN FISIK
Kesempurnaan Gereja di sini bukan kesempurnan secara fisik. Tetapi Gereja Tuhan (Mempelai Wanita Kristus di akhir zaman) menjadi sempurna dimulai dengan sempurna secara rohani. Kesempurnaan fisik terjadi pada saat Gereja diubahkan dan diangkat ke angkasa, yaitu pada saat kedatangan Yesus kedua kali.
GAMBARAN PERTUMBUHAN ROHANI GEREJA MENUJU SEMPURNA
2 Petrus 1:5-8
Rasul Petrus mengingatkan jemaat untuk bertumbuh mulai dari iman dan perbuatan, karakter serta pelayanan sesuai dengan yang dikehendaki Yesus. Pertumbuhan rohani sampai menjadi sempurna memiliki karakter kasih akan semua orang – 2 Petrus 1:5-8.
TANTANGAN DI AKHIR ZAMAN
Tantangan yang paling serius yang jemaat hadapi di akhir zaman, bukan sandang, pangan dan papan. Tetapi jangan sampai kita kehilangan karakter atau sifat-sifat Kristus dalam kehidupan kita.
Karakter manusia di akhir zaman menurut 2 Timotius 3:1-5:
(1) mencintai dirinya sendiri,
(2) hamba uang.
(3) membual (berbohong)
(4) menyombongkan diri,
(5) pemfitnah,
(6) berontak terhadap orang tua
(7) tidak tahu berterima kasih,
(8) tidak memperdulikan agama,
(9) tidak tahu mengasihi,
(10) tidak mau berdamai,
(11) suka menjelekan orang,
(12) tidak suka yang baik,
(13) suka mengkhianat,
(14) tidak berpikir panjang,
(15) berlagak tahu,
(16) lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah.