HIDUP BIJAK MELALUI TERANG TUHAN – oleh Pdp. Imelda L. S (Ibadah Raya 1 – Minggu, 28 Desember 2025)

Mazmur 119:105 (TB)
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

PENDAHULUAN
Di dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus mengambil keputusan.
Keputusan dalam keluarga. 
– Sekolah anak
– Memilih rumah

Keputusan dalam pekerjaan. 
– Masih bertahan dalam pekerjaan atau keluar dari pekerjaan

Keputusan dalam pelayanan. 
– Keputusan untuk masa depan. 

Keputusan dalam memilih pasangan. 

Tentunya kita ingin setiap keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang baik. Keputusan yang menguntungkan buat kita. Keputusan yang tidak salah. Tetapi tidak sedikit orang yang hidupnya tersandung. Salah memilih bukan karena kurang pintar tetapi karena berjalan tanpa terang. Bayangkan seseorang berjalan di jalan gelap tanpa lampu. Ia bisa tersandung, tersesat, bahkan jatuh ke dalam bahaya. Demikian juga hidup tanpa terang Tuhan, kita mungkin tetap berjalan, tetapi arah kita salah.

Di Natal tahun ini “Terang” itu hadir dalam hidup kita. Terang itu datang untuk menerangi setiap hidup kita. Natal tahun ini tentunya kita ingin memilih yang terbaik untuk kita. Harapan dalam hidup kita saat ini mungkin tidak muluk – muluk, kita berharap semuanya baik-baik saja. 

Siapakah Terang itu?
Yohanes 8:12
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Terang itu adalah Yesus!  Kedatangan-Nya melalui kelahiran adalah membawa “Terang” untuk dunia yang sudah gelap. Dunia yang gelap terlihat dari kondisi manusia dimana terjadi pembunuhan anak ke orang tua, tersinggung sedikit langsung membunuh, bencana alam, bunuh diri, dan masih banyak lagi. Bukan hanya dunia yang gelap. Sekarang banyak hati yang gelap. 

Alkitab mengajarkan bahwa hikmat sejati lahir ketika hidup kita diterangi oleh terang Tuhan. Tanpa terang itu, manusia mudah tersesat walaupun merasa benar.

KONTEKS AYAT
Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam Alkitab yang menekankan kasih pemazmur terhadap firman Tuhan.

Mazmur 119:105 (TB)
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Pemazmur menyatakan bahwa firman Tuhan bukan hanya pengetahuan, tetapi sebagai penuntun hidup.

Terang itu menjadi:
Pelita bagi kaki → menerangi langkah demi langkah (keputusan sehari-hari).
Terang bagi jalan → memberi arah hidup jangka panjang.
Saya jadi teringat lampu pada motor atau mobil. Ada lampu jarak pendek dan ada lampu jarak jauh, yang menerangi perjalanan kita. 

APA PESAN UTAMANYA?
Hidup yang bijaksana hanya mungkin terjadi ketika kita membiarkan terang Tuhan menuntun setiap langkah hidup kita. Jika terang Tuhan adalah kunci hidup bijaksana, maka pertanyaannya: Bagaimana  hidup bijaksana yang berjalan dalam terang Tuhan itu?

Firman Tuhan menunjukkan setidaknya empat sikap hidup yang menolong kita hidup bijaksana melalui terang-Nya.
1. Hidup bijak dimulai dengan datang kepada terang Tuhan
Yohanes 8:12 (TB)
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Penjelasan:
Yesus bukan sekadar memberi terang, Dia adalah “Terang” itu sendiri. Allah memberi terang itu kepada kita untuk kita dapat hidup bijaksana. Hidup bijaksana dimulai dari keputusan kita untuk datang dan mengikut Kristus.

Saat ini jika kita merasa di natal tahun ini hidup kita rasanya gelap, bingung hendak kemana, bingung harus bagaimana, jalan buntu, keadaan susah, ini waktu yang tepat untuk kita ambil keputusan untuk datang dan mengikut kepada “Terang” itu yaitu Yesus.

Hidup kita tidak akan berjalan dalam kegelapan tetapi kita akan mempunyai terang hidup yang menerangi setiap keputusan dan hidup kita. Siapa kita ? Apakah kita mampu menerangi hidup kita sendiri? Tentu kita tidak bisa karena sumber terang itu adalah Yesus.

2. Hidup bijak berarti percaya penuh kepadaNya
Amsal 3:5–6 (TB)
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”

Penjelasan:
Hikmat dunia mengandalkan logika dan pengalaman, tetapi hikmat Tuhan mengajarkan ketaatan dan kepercayaan penuh kepada Tuhan.
Orang bijak tidak selalu bertanya: “Apa yang paling menguntungkan?”
Orang bijak akan bertanya: “Apa yang berkenan kepada Tuhan?”

Contoh:
Dalam memilih pasangan, pekerjaan, atau pelayanan, orang bijak bertanya kepada Tuhan, bukan hanya mengikuti perasaan atau tekanan sekitar.
Mempercayakan penuh hidup kepada otoritas Allah untuk hidupnya. Kita tahu pasti bahwa setiap langkah kita ada penyertaan Tuhan. 

3. Hidup bijak menghasilkan perubahan karakter dalam terang Tuhan
Efesus 5:8–9 (TB)
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.”

Penjelasan:
Terang Tuhan tidak hanya mengubah arah hidup, tetapi juga mengubah cara hidup. Hidup dalam terang berarti meninggalkan kebiasaan lama yang gelap dan hidup dalam kebenaran, kejujuran, dan kasih.

Contoh:
Orang yang dulu menipu, atau hidup sembarangan, ketika berjalan dalam terang Tuhan, mulai belajar sabar, jujur, dan bertanggung jawab.
Prioritas dalam hidupnya berubah. 
Prioritas dalam hidup sekarang adalah mengejar sumber berkat itu bukan lagi mengejar berkat. 

Mungkin dulu tidak memiliki karakter ayah yang baik; suami yang baik; istri yang baik anak yang baik; bawahan yang baik; atasan yang baik, sekarang ada perubahan karakter dalam hidupnya. Bagaimana bisa berubah? Ya, karena ada terang Kristus dalam hidupnya. 

4. Hidup bijak menjadi terang bagi orang lain
Matius 5:16 (TB)
“Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga.”

Penjelasan:
Hidup bijaksana bukan hanya untuk diri sendiri. Terang Tuhan dalam hidup kita dipakai Tuhan untuk menolong orang lain menemukan jalan yang benar. Orang yang hidup bijak menjadi kesaksian, bukan lewat kata-kata saja, tetapi lewat sikap hidup.

Keputusan yang jujur dan penuh kasih sering kali menjadi terang bagi orang lain yang sedang berjalan dalam kegelapan. Terkadang kita berfikir kata-kata itu bisa merubah seseorang atau bisa membawa seseorang mengenal Yesus, tetapi dengan hidup kitalah yang bisa membawa seseorang mengenal kasih Tuhan. 

KESIMPULAN
Hidup bijak tidak diukur dari seberapa pintar kita.
Hidup bijak tidak diukur dari umur kita.
Tetapi hidup bijak diukur dari seberapa dalam  kita didalam Terang Tuhan.
Tanpa terang Tuhan → hidup mudah tersesat
Dengan terang Tuhan → langkah diarahkan
Hidup dalam terang → karakter diubahkan
Terang yang kita terima → menjadi berkat bagi sesama

Mari kita tidak hanya mendengar firman, tetapi hidup di dalam terang firman Tuhan setiap hari.

AYAT PENUTUP
1 Timotius 4:12 (TB)
“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Jadilah teladan, bawa terang melalui sikap hidup yang memancarkan karakter Kristus melalui hidup kita yang bijak. 

Arsip Catatan Khotbah