Iman, Pelayanan, kekekalan – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya – Minggu, 18 Januari 2026)

1 Korintus 15:58 (TB) 
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

PENDAHULUAN
Ayat ini adalah penutup dari pembahasan kebangkitan Kristus. Setelah menjelaskan kemenangan atas maut melalui kebangkitan, Paulus mendorong jemaat sebagai saudara kekasih suatu nasihat yang indah, penuh kasih kepada jemaat Korintus yang saat itu mungkin merasa putus asa atau ragu untuk tetap setia.

Paulus memulai nasihatnya dengan kalimat, “saudara-saudaraku yang kekasih.” Padahal jemaat Korintus penuh masalah, konflik, dan penyimpangan. Namun Paulus tidak menutup dengan teguran keras, melainkan dengan kasih. Ia tidak berkata, “kalian ini bermasalah,” tetapi “kalian adalah saudara dan kekasih.”

Dari sini kita belajar bahwa nasihat rohani yang sejati selalu lahir dari kasih. Paulus menegur karena ia peduli.

KASUS YANG DIALAMI OLEH JEMAAT KORINTUS

•          Ragu akan Injil
Hanya oleh Injil sajalah mereka dapat berharap akan keselamatan karena keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan, selain oleh nama Kristus. Kristus telah mati karena dosa-dosa kita.

1 Korintus 15:1-3 (TB) 
Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci.

•          Tidak ada kebangkitan, 1Korintus 15:12-14
12. Jadi, bilamana kami beritakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
13. Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
14. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.

•          Tidak ada hidup kekal atau hidup setelah kematian
1 Korintus 15:42-43 (TB)
Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

Ada banyak cara iblis melemahkan iman orang percaya di akhir zaman, seperti melalui pengajaran sesat, kekecewaan, sehingga tidak sedikit ada mereka yang mundur dari imannya, ragu, putus asa, tidak setia, baik dalam pengiringan pelayanan dan kehidupan.

PESAN
1. Memiliki sikap mental pemenang
1 Korintus 15:58 (TB)  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah,…
Seorang kristen pemenang, pejuang atau pahlawan iman harus memiliki dua hal ini yaitu berdiri teguh dan jangan goyah.

•          Berdiri Teguh : tetap kuat, tenang, setia, dan tabah dalam iman, ada pengabdian yang kuat terhadap sesuatu, tidak mudah terdistraksi meskipun ada tekanan atau godaan.
Mental pemenang ia tidak bertanya, “bisakah aku bertahan?”Tetapi ia akan berkata “aku harus berdiri dan bertahan meskipun nyawa taruhanya?”
Kita didorong untuk tetap berkomitmen kepada Kristus dan mengabdi kepada-Nya mempertahankan iman menanti janjiNya di dalam hidup kita.

•          Jangan Goyah: tidak berpindah dan tidak mudah bergeser, tidak mundur meskipun ditekan.

2 Timotius 2:3-4 (TB)
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Seorang prajurit bisa saja takut lalu mundur, ragu lalu menjatuhkan senjata, terluka lalu menyerah.

Mental pemenang:
Bukan berarti tidak terluka, tetapi tetap maju meski terluka. Jangan biarkan keyakinanmu, kesetiaanmu, kasihmu bergeser, mundur dan mudah terguncang oleh ajaran sesat, keraguan, atau kesulitan dan kekecewaan hidup.

Yesus teladan seorang pemenang :
Pasal 15 ini membahas tentang kemenangan Kristus atas maut melalui kematian-Nya.
Yesus teladan seorang Pemenang. la memperlihatkan kepada kita suatu keteladan seorang pahlawan, pejuang yang tidak menyerah, penuh kasih dan mau berkorban.

1 Korintus 15:54b-57 (TB) 
… maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.  Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.  Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Sangat jelas bahwa Kristus telah menang dan kemenangan itu kita rayakan saat ini dengan mengingat kembali karya kematian Tuhan bagi saya dan saudara diatas kayu salib dengan makan tubuh dan darah-Nya.

Kemenangan yang Yesus sudah berikan untuk kita terlihat bagaimana Dia tidak menyerah untuk mengasihi saudara. la setia dengan menghadapi segala tantangan untuk melakukan kehendak Bapa, dan la selesaikan di atas kayu salib. Melakukan segenap hati melampaui batas minimum, dibangkitkan dan hidup sebagai yang sulung supaya di dalam kematian-Nya kita mengalami kehidupan dan kebangkitan-Nya supaya kita mengalami kebangkitan hidup bersama dengan Yesus.

Bagaimana dengan perjalanan kekristenan saudara hari-hari ini? Berdirilah teguh dan jangan mudah digoyahkan. Pemenang sejati bukan mereka yang tidak pernah lelah, tetapi mereka yang tidak berhenti percaya, tidak menyerah untuk bertahan, dan tetap berharap di tengah penantian.

2. Berlimpah dalam melayani Tuhan
1 Korintus 15:58 (TB) 
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!

Giat selalu melakukan segala sesuatu dengan berlimpah, secara terus-menerus dengan sepenuh hati, penuh semangat, dan tidak mudah menyerah. Paulus meminta jemaat untuk giatlah dalam pekerjaan Tuhan. Pesan yang dalam dimana Tuhan meminta saudara  untuk “menyerahkan diri sepenuhnya ” kepada pekerjaan Tuhan.

Bicara tentang pekerjaan Tuhan adalah sesuatu yang Tuhan percayakan, sesuatu yang dilakukan untuk Tuhan dan sesuatu yang kudus, mulia dan dihormati. Apa yang sudah Tuhan percayakan untuk saudara lakukan dan kerjakan? Apakah sudah dilakukan untuk Tuhan, seperti untuk Tuhan?

 Kolose 3:23 (TB) 
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (dalam hal respon, motivasi bertindak, melakukan yang dipercayakan)

Apakah sudah menerapkan kekudusan, memuliakan Tuhan dan menghormati Tuhan? (menaruh pekerjaan atau pelayanan yang Tuhan percayakan adalah kudus, mulia dan perlu dihormati? Apakah kita sudah melakukan dalam kebenaran, apakah sudah memuliakan Tuhan dan tidak mempermainkan kehadiran Tuhan?)

Ketika Saudara kembali dalam pekerjaan saudara jangan hanya melihat sebagai tempat mencari nafkah tetapi sebagai pekerjaan Tuhan artinya pekerjaan itu diberikan, dipercayakan supaya saudara melayani Tuhan, melakukan dengan segenap hati, menerapkan kebenaran, memuliakan Allah dan menjadi saksi di dalamnya.

Ketika Saudara melayani di gereja, jangan melihatnya sekadar sebagai rutinitas atau tugas organisasi, tetapi sebagai pekerjaan Tuhan. Pelayanan itu Tuhan percayakan kepada Saudara untuk dilakukan dengan segenap hati, setia dalam kebenaran, memuliakan Allah, dan membangun tubuh Kristus. Karena itu, jerih payah dalam pelayanan tidak akan pernah sia-sia di dalam Tuhan.

Demikian juga dalam rumah tangga, jangan melihat peran Saudara hanya sebagai kewajiban sehari-hari, tetapi sebagai pelayanan yang Tuhan percayakan. Ketika orang tua mendidik anak, ketika suami dan istri saling mengasihi dan setia, semuanya adalah pekerjaan Tuhan yang dilakukan dengan segenap hati, menerapkan kebenaran firman, memuliakan Allah, dan menjadi kesaksian bagi keluarga.

Giatlah dalam pekerjaan Tuhan, biarlah di tahun yang baru ini suatu kesempatan yang baru untuk kita berlimpah dalam melayani Tuhan, gunakan kesempatan emas di tahun ini baik dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan untuk kita lebih giat, lebih lagi melakukannya bukan sekedar biasa, rutinitas atau kewajiban tetapi melakukannya untuk Tuhan dan menerapkan kekudusan, mempermuliakan Tuhan di dalamnya.

3. Fokus pada kekekalan
Jemaat Korintus mengalami keraguan iman percaya, keraguan akan janji Allah, sehingga Paulus menegur bahwa diantara mereka ada yang tidak percaya kebangkitan.

1 Korintus 15:12-14 (TB) 
Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.

Jika diantara jemaat tidak percaya akan kebangkitan maka mereka merasa iman yang bertahan dan tidak goyah adalah kesia-siaan, melakukan dengan limpah pekerjaan Tuhan adalah buang-buang waktu dan pekerjaan yang percuma, hidup di dunia hanya dipakai kepada hal yang tidak berguna.

Tetapi Rasul Paulus meluruskan, menegaskan bahwa kebangkitan dari kematian, tubuh kemuliaan dan hidup kekal ada sesuatu yang benar dan akan kita terima kelak. Kebangkitan Kristus harapan bagi kita di dunia saat ini maupun harapan kita di dalam kehidupan kekal yang sesungguhnya. Itu sebabnya pesan yang terakhir di dalam firman Tuhan saat ini, fokuslah pada kekekalan. Ketika kita fokus kepada kekekalan maka tidak ada yang sia-sia, segala kesetiaan iman kita, segala yang kita lakukan di dalam Tuhan tidak sia-sia, persekutuanmu di dalam Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Matius 24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Lukas 21:19 Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.

Wahyu 2:10 … Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Ibrani 10::35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.

Matius 10:42 (TB) 
Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

Yohanes 12:26 (TB) 
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Jerih payah dalam bahasa Yunani: κόπος (kopos) berarti: kesusahan kelelahan, keletihan.

•          Kerja keras sampai letih
•          Pengorbanan yang menguras dana, daya tenaga dan hati
•          Pelayanan yang sering tidak terlihat hasilnya
Ingatlah bawahiIni bukan kelelahan karena hidup dunia, tetapi kelelahan karena dilakukan di dalam Tuhan, dinilai oleh Tuhan, bukan manusia.

 “Tuhan tidak lalai memperhatikan pekerjaanmu dan kasihmu.”  Saya mungkin tidak dilihat manusia, tetapi tidak pernah diabaikan Tuhan.

1 Korintus 15:42-44 (TB) 
Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

Jerih payah dilakukan dengan tubuh yang lemah, tetapi akan diberi upah dengan tubuh yang mulia. Apa yang kita kerjakan sekarang dengan tubuh fana akan dibalas nanti dengan tubuh yang dipermuliakan.

Fokuslah kepada kekekalan sebab apa yang kita tabur didalam dunia ini akan kita terima didalam kekekalan, kebangkitan Tuhan memberikan harapan untuk kita memperoleh kebangkitan dari kematian, tubuh kemuliaan dan hidup kekal bersama dengan Yesus.

Kesimpulan
Mental pemenang membuat kita teguh dan tidak goyah dalam iman, setia melimpah dalam pekerjaan Tuhan menjadi kesempatan untuk kita, dan hidup dengan fokus pada kekekalan membuat kita tidak kehilangan upah.

Arsip Catatan Khotbah