KEKRISTENAN YANG DEWASA (KEKRISTENAN YANG MELAYANI) – Oleh Pdt. K. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 11 Januari 2026)

Saatnya kekristenan kita menjadi dewasa. Menjelang hari-hari terakhir, pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya karena waktu-waktu ini adalah waktu yang jahat. Kekristenan yang dewasa adalah kekristenan yang mau meninggalkan sifat kanak-kanak. 

1Ko 13:11  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 

  • Melayani hanya untuk yang dewasa rohani
  • Dan siap berkorban
    Mrk 10:45  Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya (adding value) menjadi tebusan bagi banyak orang.”  
  • Believe Jesus cost Nothing, Follow Jesus Cost Something (Lukas 9:23 – “menyangkal diri, memikul salib”), Serve Jesus Cost everything (Matius 16:25 – “Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”)

Ketika kita sudah menjadi hamba yang melayani, status kita sudah selayaknya menjadi hamba yang baik dan setia.

  • Mat 25:21, Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 

Jangan sebagai hamba yang jahat dan malas 

  • Mat 25:26  Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 
  • Mat 25:27  Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. 

Bagaimana bisa menjadi hamba yang jahat dan malas?
1. Pandangan yang salah terhadap tuannya, Ay. 24.
Tuan adalah orang yang kejam, tidak adil, dan menuntut hal yang mustahil. Padahal, tuan itu memberikan talenta “menurut kesanggupan masing-masing” (ayat 15) dan memberikan pujian besar kepada hamba yang setia.

2. Rasa takut yang keliru, Ay. 25.
Dia menjadi pasif dan tidak produktif. Motivasi utamanya adalah takut gagal (ayat 25). Tidak mengambil risiko untuk kemajuan kerajaan Allah adalah sebuah kegagalan.

3. Kelalaian dan kemalasan yang disengaja, Ay. 26.
Malas berarti enggan, tidak mau berusaha, atau bermalas-malas. Tuannya memberinya sumber daya untuk dikembangkan, bukan hanya untuk disimpan.

4. Tidak setia dalam hal yang kecil, Ay. 21, 23.
Perumpamaan ini tentang kesetiaan. Hamba yang jahat ini gagal dalam kesetiaan dasar. Dia tidak bisa dipercayai bahkan dengan satu talenta.

5. Mengembalikan apa adanya, Ay. 25.
Tanpa Pertambahan. Tujuannya bukan pertumbuhan: filosofi Kerajaan Allah adalah hidup yang berbuah dan berkembang (Yohanes 15:1-8).

Bagaimana menjadi hamba yang baik dan setia?
Contoh: Yusuf (Kejadian 39:3-5)
Kejadian 39:3  Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya.

  • Dilihat Tuannya → dinilai
  • Yusuf disertai Tuhan → Ada tanda-tandanya
  • Segala sesuatu yang dikerjakannya → Berhasil
  • Kebijaksanaanya dan kemampuannya melebihi budak lainnya
  • Apa yang diurus Yusuf → Jadi makmur

Kejadian 39:4  maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. 

Kejadian 39:5  Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

  • Yusuf mendapat kasih Tuannya (Lukas 10:7; I Timotius  5:18).
  • Ia boleh melayani Potifar (Kehormatan) beda dengan Yusuf  waktu muda.
  • Diberikan kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkan pada kekuasaan Yusuf.

Luk_10:7  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah

•1Ti_5:18  Bukankah Kitab Suci berkata: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik,” dan lagi “seorang pekerja patut mendapat upahnya.”

1Kr 4:1  Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. 

1Kr 4:2  Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.  

Hamba-hamba Kristus adalah seorang pelayan yang menurut anggapan orang banyak adalah seorang yang dipercayakan rahasia Allah. Tetapi yang harus benar-benar nyata adalah ‘ternyata dapat dipercayai’.

Ams 22:29  Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

Sebagai hamba yang dipercayai, akan menjadi seorang yang cakap dalam segala hal karena mengerjakan apa yang sudah dipercayakan dengan baik dan setia. Dan pada akhirnya dipercayakan juga berdiri di hadapan raja-raja di dalam dunia.

Selamat melayani dengan kedewasaan.

Arsip Catatan Khotbah