KETIKA TUHAN MENJAWAB TIDAK! – oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 29 Juni 2025)

Pendahuluan
Sepanjang bulan ini kita sudah belajar tentang doa. Melalui firman Tuhan yang kita pelajari, kita semua disemangati, didorong untuk selalu berdoa. Mengapa kita harus selalu berdoa? Sebab didalam doa kuasa Allah bekerja. Saat kita berdoa kuasa Tuhan menjadi nyata. 

Di sepanjang alkitab kita melihat contoh-contoh yang nyata dimana kuasa Tuhan terjadi saat orang-orang mulai berdoa.

  • Elia berdoa maka langit menahan hujan selama tiga setengah tahun, dan ketika ia kembali berdoa hujanpun turun ke bumi.
  • Musa berdoa di puncak gunung sehingga kemenangan terjadi atas bangsa Israel yang sedang berperang.
  • Hana berdoa maka kandungannya dibuka.
  • Hizkia berdoa – sakitnya sembuh bahkan umurnya diperpanjang 15 tahun lagi.
  • Bartimeus berdoa – matanya yang buta dicelikan
  • Gereja mula-mula berdoa Roh Kudus dicurahkan
  • Paulus berdoa pintu penjara terbuka. Itulah kuasa doa.

Ketahuilah: Pengkhotbah berbicara tentang TUHAN, Pendoa berbicara dengan TUHAN. Saat kita berbicara dengan TUHAN disitulah kuasa TUHAN dinyatakan.

Jika kuasa doa begitu luar biasa, tetapi mengapa kita tidak mengalami kuasa doa meski kita sudah berdoa begitu lama? Inilah yang perlu kita pahami, bahwa jawaban doa yang kita terima tidak selalu ya, kadang-kadang Tuhan menjawab dengan kata tunggu atau bahkan Tuhan berkata tidak.

Ketahuilah, jika Tuhan menjawab ya: maka Tuhan memberikan apa yang kita minta. Jika Tuhan menjawab tunggu, itu berarti Tuhan mau agar kita bersabar menanti waktuNya Tuhan, tetapi jika Tuhan berkata: ‘tidak’ bukan berarti Tuhan menolak. Itulah sebabnya hari ini kita akan belajar: “KETIKA TUHAN MENJAWAB TIDAK!”

Mari kita buka 2 Korintus 12:7-10
7  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 
8  Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 
9  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 
10  Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 

DURI DALAM DAGING
Ungkapan ini mengandung makna figurative atau gambaran atau kiasan, bukan hurufiah. Duri dalam daging ini disebut seorang utusan iblis, ini merujuk pada sesuatu yang menyakitan, keadaan yang buruk, tidak menyenangkan, atau bisa merupakan penderitaan. 

Beberapa ahli menafsir bahwa duri dalam daging itu sebagai penyakit atau keterbatasan fisik tertentu yang diderita oleh Paulus. Dia mungkin mengidap penyakit mata yang parah, malaria, migraine maupun epilepsi. Sementara ahli yang lain meyakini bahwa Paulus sedang memikirkan seseorang, misalnya Aleksander yang berkali-kali menyusahkan dia (2Tim. 4:14). Apapun itu bentuknya namun kita dapat menarik kesimpulan bahwa duri dalam daging yang dialami Paulus adalah sebuah penderitaan yang bersifat fisikal, spiritual, atau emosional.

Respon Paulus terhadap duri dalam daging
Ayat 8 
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 

Di tengah-tengah penderitaannya yang digambarkan seperti duri dalam daging, yang rasul Paulus lakukan adalah berdoa. Tiga kali ia berseru kepada Tuhan. Inilah respon terbaik dalam penderitaan yaitu berdoa kepada Tuhan.

Mazmur 18:7
Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya. 

JAWABAN TUHAN
Jawaban Tuhan sungguh mengejutkan bagi Paulus, sebab Tuhan tidak datang dengan kuasaNya yang melepaskan dan membebaskan Paulus dari penderitaan yaitu mencabut duri dari dagingnya. Tetapi Tuhan datang untuk memberikan kasih karuniaNYA.

Ayat 9a 
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 

Tidak ada doa yang tidak didengar oleh Tuhan, tidak ada seruan yang tidak dijawab oleh Tuhan. Semua doa didengarkan oleh Tuhan, semua permohonan pasti diberikan jawaban. Tetapi jika jawaban yang kita terima tidak seperti yang kita inginkan dan doakan bukan berarti Tuhan ‘menolak’ tetapi DIA menjawab dengan berkata: “Tidak!”

Kasih Karunia di balik Jawaban Tidak!
Jangan kecewa jika Tuhan tidak menjawab seperti yang kita minta. Jangan marah jika doa kita tidak dikabulkan Allah, sebab dibalik jawaban tidak, ada kasih karunia yang Tuhan berikan. Artinya ketika Tuhan menjawab tidak itu adalah jawaban yang terbaik buat kita.

Beberapa kasih karunia Allah di balik Jawaban Tidak!
1. Pertumbuhan rohani lebih penting daripada berkat-berkat jasmani.
Ayat 7  
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 

    Ketahui saat Allah tidak memberikan yang diminta oleh Paulus, bukan Tuhan tidak punya. Tuhan diam bukan tidak memiliki jawaban, Tuhan menjawab tidak sebab itu adalah cara Tuhan menyelamatkan rasul Paulus dari kesombongan dan meninggikan diri sendiri. Tuhan lebih memilih pertumbuhan rohani dari pada sekedar memberikan berkat-berkat jasmani. Ingat integritas itu lebih penting daripada popularitas. Kalau Tuhan menjawab tidak, kadang-kadang itu adalah cara Tuhan melindungi kita dari kehancuran. 

    Iman yang sejati tumbuh di tengah penderitaan dan kesulitan bukan kenyamanan. Melalui rasa sakit Tuhan sedang membentuk dan mendewasakan iman kita. Kesaksian terbesar muncul dari keteguhan iman dalam penderitaan.  Dunia menyaksikan siapa Tuhan melalui cara kita menghadapi ujian kehidupan.

    Pemberian yang baik
    Matius 7:9 – 11 
    Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” 

    Pemberian yang baik itu tidak didasarkan apa yang kita terima, tetapi dari apa yang diberikanNYA.

    Percayalah bahwa Tuhan tahu memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya. Mencabut duri dari daging itu memang baik, tetapi lebih baik membiarkan duri tetap ada dalam daging, sebab itu adalah cara menahan kita dalam kerendahan hati.

    Cara Tuhan menjawab doa kita tidak selalu sama dengan yang kita minta.
    Doa kita : apa yang kita inginkan                   – Tuhan memberi : Apa yang kita butuhkan

    Doa kita : Apa yang nikmat                            – Tuhan memberi : Apa yang memberikan manfaat

    Doa kita : Apa yang menyenangkan               – Tuhan memberi : apa yang mendewasakan

    Contoh yang baik adalah kisah anak bungsu. 
    Menurut Saudara, apakah ketika anak bungsu meminta harta warisannya kepada bapanya, lalu bapa memberikannya itu adalah pemberian yang terbaik? Atau lebih baik menahannya? JIka kita melihat keseluruhan ceritanya maka yang terbaik adalah menahan warisan. Sebab dengan menahan warisan akan menahan anak bungsu tetap tinggal di rumah bapanya dan terhindar dari kehancuran hidup yang sia-sia. Jadi jika Tuhan menjawab tidak atas doa-doa yang kita percayalah itu adalah pemberian yang terbaik.

    2. Supaya Kuasa Tuhan menjadi sempurna
    Ayat 9b 
    Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 

    Kelemahan, sakit, penderitaan dan pengalaman yang buruk adalah jalan untuk melihat dan mengalami kuasa Tuhan. Itulah sebabnya kadang-kadang Tuhan tidak segera menjawab doa kita, Tuhan segera mencabut duri dalam daging kita. Tuhan memilih membiarkan duri  menusuk lebih dalam hingga titik terendah kita agar kita melihat dan mengalami kuasa Tuhan. Tuhan ijinkan kita mengalami kehilangan segala-segala, sehingga yang tersisa hanya Tuhan saja dalam hidup kita. Dengan demikian saat kita sembuh, pulih dan berhasil maka kita akan mengakui bahwa semuanya itu hanya oleh kasih karunia Tuhan saja.

    Contoh: Lazarus dibangkitan. Yoh. 11
    Yoh 11:3  Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” 
    Yoh 11:6  Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; 

    Saat Lazarus sakit, Maria dan Marta mengirim kabar kepada Yesus. Ini adalah doa yang mereka sampaikan kepada Yesus, tetapi apakah Yesus langsung menjawabnya? Tidak, Tuhan justru sengaja tinggal dua hari lagi, hingga akhirnya Lazarus meninggal. Tidak ada harapan. Tapi justru saat mereka tidak ada harapan disanalah kuasa Tuhan menjadi sempurna. Lazarus yang telah mati 4 hari dalam kubur dibangkitkan kembali.

    Jika Tuhan belum menjawab doa, DIA berkata tidak atas permohonanmu, jangan kecewa percayalah dalam kelemahan kuasa Tuhan sempurna. Dia berkata tidak untuk hari ini sebab DIA ingin menyatakan mujizatNya, kuasa sempurna. Amin.

    3. Jawaban doa berlawan dari yang kita mohonkan
    Ayat 10 
    Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 

    Saat Tuhan berkata tidak, IA tidak memberikan yang kita minta, itulah cara Tuhan menjawab doa kita. Tuhan menjawab doa kita dengan cara yang berlawanan dari yang kita minta. Itulah sebabnya rasul Paulus : Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 

    • Kalau kita berdoa minta kekuatan maka yang Tuhan beri adalah kesulitan, kesukaran, persoalan dan penderitaan.
    • Kalau minta keberanian, kita dihadapkan dengan tantangan yang besar dan menakutkan
    • Tuhan beri aku iman : diperhadapkan dengan kemustahilan
    • Kalau kita berdoa minta kerendahaan hati, maka akan dipertemukan dengan orang yang sombong, angkuh, orang yang suka menghina dan menjelek-jelekan.
    • Kalau kita minta hati yang mengasihi, kita diperhadapkan dengan orang yang sukar dan bermasalah, dll. 

    Penutup
    Jangan kecewa, jika Tuhan berkata tidak dengan doa yang kita naikan. Percayalah Tuhan tidak pernah salah, apapun jawabannya Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita.
    Tuhan memberkati. KJP!

    Arsip Catatan Khotbah