KOTA DAN TEMBOK KESELAMATAN – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 6 Juli 2025)

Yesaya 26:1-3

Yesaya 26:1
“Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: “Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita Tuhan telah memasang tembok dan benteng.”

Yesaya 26:2,3
Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.”

PENDAHULUAN
Yesaya bernubuat kira-kira 600 – 700 tahun sebelum Yesus dilahirkan. Tetapi bagi kita ayat ini sudah digenapi, bisa dialami dan dinikmati oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

ISI NUBUAT FIRMAN ALLAH
Yesaya 26:1
“Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamtan kita Tuhan telah memasang tembok dan benteng.”

Dikatakan kepada kita bahwa Tuhan telah menyediakan bagi kita sebuah kota yang kuat untuk menjamin keselamatan kita. Apakah kita telah menggenapi nubuat ini?

Amsal 18:10
“Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.”
Firman Allah menjelaskan bahwa kota yang memiliki menara dan sanggup menjamin keselamatan kita adalah “NAMA TUHAN!”
Mari kita hubungkan dengan Kisah 4:12.
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam DIA, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Hanya ada satu bama yang dikaruniakan Tuhan kepada umat manusia di dunia ini yang menjamin keselamatan manusia, yaitu nama “TUHAN YESUS KRISTUS!”
Mengapa hanya di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus ada jaminan keselamatan? Perhatikan!

Yesaya 26:1b
“…untuk keselamatan kita, Tuhan telah memasang tembok dan benteng.”

Untuk menjamin keselamatan kita, satu-satunya cara bagi kita adalah kita harus tetap ada di dalam kota benteng itu, yaitu Yesus menjadi tembok dan benteng bagi kita. Sebab ‘Tembok dan Benteng’ keselamatan itu didirikan bagi kita, sehingga tidak akan ada satupun musuh yang bisa membongkar dan menerobos temboknya.

TEMBOK DAN BENTENG
Apakah yang dimaksud tembok dan benteng, sehingga musuh (Iblis), tidak dapat menerobosnya?

Yohanes 10:27-28
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Dan Aku memberikan hidup yg kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Yohanes 10:29
Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.”

Jadi “Tembok dan Benteng” yang melindungi kita, adalah “TANGAN YESUS dan TANGAN BAPA.”
Ada dua tangan yang menjaga dan melindungi kita sebagai anak-anak-Nya, yaitu “Tangan Yesus dan Tangan Bapa.” Dan sebagai orang yang sudah berada didalam lindungan tangan Yesus dan Bapa, tanggung jawab yang harus kita lakukan adalah:

1. MEMBUKA PINTU GERBANG
Yesaya 26:2
Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia!

Matius 22:1-14  – Dua macam orang yang diundang:
– Beralasan sibuk, (sopan).
– Terang-terangan bahkan membunuh.
Apa pun bentuk dan cara penolakan mereka, mereka tidak akan luput dan pasti dibinasakan saat Yesus datang kedua kali.
Tetapi apakah karena undangan itu ditolak, lalu tuan itu marah dan pintu ditutup?

PINTU KE PESTA DIBUKA LEBAR
Matius 22:10
“Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.”

Kita yang sudah tahu, bahwa ada jaminan yang sempurna di dalam Yesus, kita tidak boleh berdiam diri. Tetapi kita harus aktif mengajak orang-orang yang belum ada dalam tangan Yesus dan tangan Bapa, yaitu orang-orang yang belum memiliki jaminan keselamatan.

RAHAB – Yosua 2:12-21.

2. TETAP SETIA DALAM KOTA
Yesaya 26:3
Yang hatinya teguh Kujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

Bagi kita yang sudah ada didalam Yesus yaitu di dalam kota perlindungan yang menjamin keselamatan kita, bagaimana cara memelihara keselamatan?

Teguh, bahasa Yunani: ‘HEDRAIOS’, artinya tidak goyah, yaitu bagaikan tiang atau pohon yang tertanam dengan kuat sehingga tidak bisa dicabut oleh apa pun. Seperti kursi atau meja dengan empat kaki sama tinggi (presisi). Dalam Bahasa Inggirs: ‘SETTLED’ artinya mantap, tidak jomplang.

3. MEYAKINI SEPENUHNYA
Matius 22:11-13
“Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk kemari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

Matius 22:12-13
Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: “Ikatlah kaki dan tangannya  dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

PENUTUP
Ada dua tantangan yang dihadapi oleh orang-orang percaya di akhir zaman:
1. Digoyahkan Dari Iman
Matius 24:13 “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

2. Meragukan Firman Allah
Lukas 18:8 “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Ada orang yang lebih meyakini apa yang dikatakan orang dari pada meyakini Firman Allah dan Roh Kudus, dimana hanya firman-Nya yang membawa hidup kita berlayak dan benar di hadapan Yesus.

Arsip Catatan Khotbah