1 Timotius 4 : 12
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”
Pendahuluan
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.” Apa yang ada dibenak saudara mengenai kalimat “karena engkau muda”? Jawabannya yang dibenak saudara adalah “orang muda”, benar? Disini kita melihat kata “Muda” dalam bahasa aslinya ditulis NEOTES, yang memiliki tiga pengertian yaitu:
- Orang yang jumlah usianya lebih sedikit dibanding orang lain.
- Pemain baru, atau orang baru dalam sebuah komunitas.
- Orang-orang yang sedang mengalami proses regenerasi.
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah.” Kata “rendah” digunakan kata FRONEO, yang memiliki pengertian yaitu:
- Ditantang; dilawan.
- Tidak akan dipikirkan.
“Jadilah teladan.” Kata “Teladan” menggunakan kata TIPOS, yang artinya adalah sebuah model; pola; cara; pengajaran yang dapat dicontoh. Itu bisa dikatakan demikian karena memiliki tanda bekas luka yang sudah sembuh. Jadi untuk memiliki tanda keteladanan, ada urutannya yaitu sebagai berikut:
LUKA -> SEMBUH -> MEMILIKI TANDA BEKAS LUKA -> Memiliki potensi untuk menjadi teladan.
Mengapa bisa menjadi teladan?
– Karena orang yang sakit, cenderung akan menyakiti orang lain. Jika ia tidak disembuhkan sakitnya.
– Karena orang yang luka, cenderung melukai orang lain. Jika lukanya tidak disembuhkan.
KONDISI MANUSIA
Sebelumnya mari kita melihat kondisi manusia. Setiap manusia memiliki lukanya masing-masing, oleh sebab apa?
Roma 3:23
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”
Jadi artinya adalah semua orang itu telah sakit. Sesungguhnya tidak ada orang yang sehat, semuanya telah sakit, semuanya telah terluka karena DOSA. Namun secara keseluruhan, Yesus sudah mengatasi penyakit dosa kita lewat penebusan di kayu salib, akan tetapi dalam area kehidupan pribadi, kita harus mengejar kesembuhan dari tabiat kedagingan yang melukai kita.
Sebagai orang percaya, kita harus sembuh dari semua sakit dan luka batin kita, sehingga sakit dan luka itu hanya akan tinggal menjadi bekas luka dan menjadi sembuh. Ketika kita mempunyai sebuah bekas luka, ketika itu ditekan / disentuh pasti sudah tidak terasa sakit lagi karena sudah sembuh walaupun masih ada tanda bekas lukanya.
Demikian pula dengan orang yang mempunyai bekas luka batin yang telah sembuh, orang tersebut sangat berpotensi untuk menjadi teladan bagi orang lain yang akan menguatkan orang lain, yang akan membantu orang yang sedang terluka untuk bisa disembuhkan secara total.
Bagaimana kita bisa sembuh dari luka?
Mazmur 119:107
“Aku sangat tertindas, ya Tuhan, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.”
- Kata “Tertindas” dalam bahasa Ibrani ANNE, artinya = sangat terluka, tertekan, depresi
- Kata “Hidupkanlah” = HAYA, artinya = Sembuhkanlah saya dari luka oleh firman-Nya.
Mazmur. 119:71
“Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.”
Jadi saudaraku yang terkasih, kesimpulannya adalah orang yang dapat menjadi teladan, adalah orang yang memiliki tanda bekas luka yang telah disembuhkan oleh firman Tuhan, orang itu menghidupi firman Tuhan yang datang dalam kehidupannya.
Ketika firman Tuhan berkata ampunilah orang yang telah bersalah kepadamu, maka haruslah kita mengampuni; ketika firman Tuhan berkata jangan iri hati terhadap kehidupan orang lain, maka kita haruslah untuk tidak iri hati kepada kehidupan orang lain; dan ketika firman Tuhan berkata kita harus bersyukur dan bersukacita dan jangan suka mengeluh, maka haruslah kita jangan bersungut-sungut melainkan kita tetap bersyukur dan bersukacita dalam segala musim di hidup kita.
Amen