PENDAHULUAN
Tiatira adalah kota terkecil dari 7 kota tempat di mana 7 jemaat di Asia Kecil berada, tetapi walaupun jemaat Tiatira berada di kota terkecil, bila dibanding dengan jemaat-jemaat di kota Efesus, Smirna, Pergamus, Sardis dan Filadelfia serta kota Laodikia, jemaat Tiatira menerima nasihat paling panjang dan banyak dari Yesus. Jemaat Tiatira juga menjadi tempat tinggal seorang wanita yang bernama Lidia, yaitu seorang penjual kain ungu, dan di jemaat Tiatiralah Lidia dan seisi rumahnya menerima Yesus dan menyerahkan diri untuk dibaptis. Selain itu, Lidia menjadikan rumahnya sebagai tempat mangkal rasul Paulus dan rasul-rasul lainnya dalam melayani Tuhan, Kisah Rasul 16:14,15,40. Di kota ini juga adalah tempat di mana seorang perempuan bernama Izebel berada.
KEADAAN JEMAAT TIATIRA
Seperti apa pengiringan jemaat Tiatira dalam pengiringan mereka kepada Yesus?
Wahyu 2:18 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga.”
Allah Yang Mata-Nya Bagaikan Nyala Api
Perhatikan! Di ayat ini Yesus menjelaskan kepada jemaat di Tiatira juga kepada kita bahwa: “Mata Yesus Seperti Nyala Api.” Apa maksudnya?
Hal ini memberi pengertian bahwaYesus yang adalah Allah kita itu, Ia dapat melihat atau menyelidiki yaitu meneliti secara detail tentang diri kita, bahkan sampai di kedalaman hati kita.Yesus tahu apa yang menjadi isi hati, kehendak yang kita pikirkan dan rencanakan. Sebab itu, hati-hati dengan aktifitas kita, mulai dari: hati kita; roh kita; jiwa kita; perasaan kita! Mengapa?
Kaki-Nya Bagaikan Tembaga
Apakah maksud yang mengatakan bahwa: ”Kaki Yesus Yaitu Kaki Allah Kita, Bagaikan Tembaga?”
Logam tembaga di ayat ini ialah gambaran tentang penghukuman. Hal ini memberi pengertian bahwa semua dosa yang kita buat, baik yang dilihat dan yang tidak dilihat, semua nyata di mata Yesus dan waktunya akan tiba, di mana Yesus akan menjatuhkan hukuman sebagai balasan atas mereka yang sudah berbuat dosa. Tetapi berapa besar dan banyak dosa yang telah kita perbuat, dan kalau kita percaya Yesus dan dengan rendah hati kita buka hati kita, maka Yesus mengampuni dan bebaskan kita dari maut yaitu kebinasaan. Amen!
PELAYANAN JEMAAT TIATIRA
Wahyu 2:19
“Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu; baik pela-yananmu; maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.”
Ayat 19 menjelaskan reputasi pelayanan jemaat Tiatira dalam pengiringan mereka kepada Yesus, mulai dari pengiringan; pengabdian dan pelayanan mereka kepada Tuhan Yesus dan jemaat.
AKU TAHU SEGALA PEKERJAANMU
Di ayat 19 Yesus berkata: “Aku tahu pekerjaanmu”, hal ini tidak berarti Yesus mengamati atau memperhatikan usaha atau business jemaat Tiatira. Tetapi yang Yesus amati dan perhatikan adalah sejauh mana keterlibatan kita dan aktivitas kita dalam melayani Tuhan di gereja loka dimana kita berjemaat.
KUALITAS PELAYANAN
Tentang jemaat Tiatira, hampir seluruh jemaat Tiatira terlibat ambil bagian melayani Tuhan. Dalam melayani Tuhan, jemaat Tiatira tidak melayani secara sporadic, tapi melayani sesuai dengan yang Yesus inginkan, yaitu melayani dengan Kasih; Iman; Ketekunan, dengan Kualitas pelayanan semakin hari, bukannya semakin merosot, melainkan makin hari makin mulia.
KEUNTUNGAN MELAYANI TUHAN
Apa untungnya melayani Tuhan?
A. KESELAMATAN
Keselamatan, bukan karena perbuatan baik, atau hasil usaha yang kita buat dan bukan pula karena kesalehan kita. Tetapi kita terima karena Kasih Karunia atau Anugerah yaitu Pemberian Allah yang diberikan secara cuma-cuma alias gratis dari Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kita, Efesus 2:8,9.
B. UPAH, PAHALA – MAHKOTA KEMULIAAN
Sedangkan, untuk kita terima Upah, Pahala yaitu Mahkota Kemuliaan, kita akan terima dari Tuhan kalau selama pengiringan kita kepada Tuhan, kita gunakan hidup kita, waktu kita, tenaga kita dan potensi kita untuk melayani Tuhan. Mengapa? Karena tidak ada upah yang akan kita terima kalau kita tidak bekerja!
Sering kali umat percaya tidak mau melayani Tuhan dikarenakan :
- BANYAK ALASAN
Tetapi banyak anggota jemaat yang tidak melayani dengan berbagai alasan salah satunya adalah merasa dirinya miskin. Ada orang yang merasa bahwa ia tidak layak melayani, karena ia adalah orang yang sederhana. Pemikiran seperti ini adalah salah besar!
Tuhan memberi contoh bagaimana kita harus melayani :
Matius 10:42
“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
- SETIA
Pelayanan yang berkenan kepada Tuhan, tidak ditentukan dari besar atau hebatnya pelayanan yang kita lakukan, tetapi pelayanan yang benar dan berkenan di mata Tuhan ditentukan bagaimana motivasi kita dalam melayani Tuhan. Apapun pelayanan yang kita lakukan untuk Tuhan dan pekerjaan-Nya Tuhan tidak akan pernah lupa memberikan upah berupa pahala atau mahkota kemuliaan.
UNTUK APA PAHALA?
Mungkin ada di antara Saudara yang berfikir: Apa gunanya pahala atau mahkota kemuliaan bagi kita di sorga?
1. Suasana Ibadah Di Sorga
Wahyu 4:1 Kepada Yohanes, Tuhan perlihatkan pintu sorga terbuka dan diperlihatkan apa yang kita lakukan di sorga.
Wahyu 4:2
Kepada Yohanes diperlihatkan suatu takhta dan di atas takhta itu duduk: “Seorang!” Siapakah seorang di sini? Yesus!
Wahyu 4:3
Kemuliaan Yesus yang duduk di takhta utama itu digambarkan seperti permata-permata yang indah dan mulia.
Wahyu 4:4
Formasi ibadah di sorga nanti bentuknya melingkar, dan yang duduk di baris paling depan ditempati 24 tua-tua.
Wahyu 4:6
Banyaknya orang yang ada di sorga, duduk berkeliling di depan takhta Yesus, adalah seperti lautan kaca (transparan) karena banyaknya umat percaya yang memakai tubuh kemuliaan.
Wahyu 4:9,10
Pada saat ke-4 makhluk memuji dan memuliakan Yesus yang duduk di takhta itu. Maka tersungkurlah ke-24 tua-tua yang duduk di ring (barisan) paling depan, melepas mahkota dan mempersembahkannya kepada Yesus.
PERTANYAAN
Dalam perhimpunan besar yang ada di sorga nanti, kira-kira kita berada atau duduk di posisi barisan ke berapa?
Posisi atau tempat di mana kita duduk dalam perhimpunan raya yang ada di sorga, ditentukan dari kemuliaan yang kita terima dari hasil pelayanan kita. Tetapi yang paling utama adalah ketika keempat makhluk hidup memuji-muji Yesus dan mempersembahkan mahkota yang dikenakannya, maka semua yang ada di dalam perhimpunan itu akan melakukan yang sama. Bagaimana dengan kita? Semua itu tergantung dari pengabdian kita selama kita di dunia ini. Amen!