KEPUASAN SEJATI (Seri Khotbah Perjumpaan Dengan TUHAN Bagian – 5) – Oleh Patrick B. Lazarus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 24 September 2023)

Yohanes 4:13-14

PENDAHULUAN
Pagi ini kita masih akan belajar tentang perjumpaan dengan Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan adalah pengalaman luar biasa. Melalui perjumpaan dengan Tuhan, kita dapat mengalami pemulihan, pengampunan, dan transformasi hidup.

Dalam kesempatan sebelumnya kita telah melihat :
– Perjumpaan dengan Tuhan (bagian 1) : Perjumpaan Hati
– Perjumpaan dengan Tuhan (bagian 2) : Diubah Oleh Anugerah
– Perjumpaan dengan Tuhan (bagian 3) : Dipanggil Untuk Melakukan Kehendak-Nya
– Perjumpaan dengan Tuhan (bagian 4) : Kemenangan Orang Percaya
Di bagian ke – 5 kita akan belajar bahwa perjumpaan dengan Tuhan memberikan Kepuasan sejati.Kita akan melihat kisah dari perjumpaan Yesus dan seorang perempuan Samaria yang dicatat dalam Yohanes 4:1-42. Terlebih dahulu kita akan membaca ayat 13-14.

Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”  Yohanes 4:13-14

Latar Belakang
Orang Samaria dianggap tidak murni oleh orang Yahudi, sehingga mereka tidak memiliki hubungan yang baik. Namun Yesus, sebagai seorang Yahudi, justru memilih untuk melewati daerah Samaria dalam perjalanan-Nya (ayat 3-4). Dia tiba di Sikhar salah satu kota Samaria dan beristirahat di dekat sebuah sumur. Disinilah Yesus bertemu dengan perempuan Samaria yang sedang mengambil air dan kemudian bercakap-cakap dengan dia. Dalam dialog pertama mereka, Yesus meminta air kepada perempuan Samaria. Namun kemudian, Yesus juga menawarkan air hidup yang dapat memberi kepuasan yang abadi.

Dari perjumpaan ini kita akan melihat pelajaran rohani tentang kepuasan sejati.
1. Kepuasan Sejati Tidak Diperoleh Dari Hal Jasmani
Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,” Yohanes 4:13
Yang wanita ini cari adalah air untuk menghilangkan hausnya namun yang Tuhan maksud sebagai air kehidupan bukanlah air secara jasmani. Sebagai manusia tentu saja kita membutuhkan hal-hal jasmani. Namun baik itu kekayaan, jabatan, ketenaran, bukan itu yang memberi kita kepuasan.

Sebagai contoh jika kita menjadikan uang sebagai yang utama, dan berpikir bahwa uang dapat menjadi pemuas kita, maka kita akan mengorbankan waktu, tenaga dan banyak hal untuk mendapatkannya namun pada akhirnya kita tidak akan dipuaskan oleh uang.

“Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.”. Pengkhotbah 5:10

Kepuasan sejati juga tidak akan bisa kita dapatkan dari relasi kita dengan orang lain. Karena itu Firman Allah berkata:
“Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?” Yesaya 2:22
Seandainya saat ini kita merasa puas dari hal-hal jasmani maka kepuasan itu akan bersifat sementara.

2. Kepuasan Sejati Mengalir Dari Dalam Hati
“tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Yohanes 4:14

Hal kedua yang kita pelajari adalah kepuasan sejati itu mengalir atau dimulai dari hati. Dalam kisah ini Yesus mengetahui bahwa permasalahan yang dialami oleh perempuan Samaria sesungguhnya adalah permasalahan hati. Ia telah berganti-ganti suami sebanyak lima kali dan yang terakhir bahkan bukan suaminya.

Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.” Yohanes 4:17-18

Hubungan ini adalah hubungan yang tidak sehat, orang dulu mungkin akrab dengan istilah kumpul kebo, bahasa anak muda sekarang FWB (Friend With Benefits) suatu hubungan teman dengan manfaat yang romantis, dimana dua orang akan melakukan hubungan fisik secara intim satu sama lain tanpa harus berkomitmen satu sama lain dengan cara apapun. Jenis hubungan seperti ini meninggalkan luka dan menunjukan bahwa relasi yang kita anggap nyaman dengan orang lain ternyata tidak memuaskan.

Memiliki 5 suami menggambarkan kekosongan hati, dan juga jiwa yang terluka. Apapun upaya yang dilakukannya tetap saja dia merasa kosong. Kekosongan ini tidak dapat dipuaskan oleh hal lain selain Tuhan.

Kepuasan sejati tidak didapatkan dengan mencari apa yang ada di luar diri, melainkan memperbaiki apa yang ada di dalam hati.

Dalam Yesus ada pemulihan dan kesembuhan hati
Mazmur 34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
Mazmur 147:3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka

3. Kepuasan Sejati Bicara Tentang Kehidupan Abadi
“tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Yohanes 4:14

Yesus mengatakan air hidup yang Dia berikan, kepuasan yang Dia berikan tidaklah sementara melainkan akan terus memancar sampai kepada hidup yang kekal. Yesus sedang bicara tentang keselamatan yang hanya ada di dalam Dia.

Dari kehidupannya jelas bahwa wanita Samaria ini bukan orang baik-baik, dia hidup secara duniawi dan berpikir hal-hal duniawi yang dapat memuaskannya, karena itu dia orang yang perlu diselamatkan.

Segala sesuatu yang bisa kita raih di dunia ini pada akhirnya akan kita tinggalkan. Karena itu jika kita mau mendapatkan kepuasan yang sejati maka satu hal yang tidak boleh kita lupakan dan tidak boleh kita lepaskan adalah iman kita.
Jangan kita menukar keselamatan yang sudah dijamin dalam Yesus dengan hal-hal dunia.

Saya pernah membaca sebuah quotes “Lagi Asyik Ngejar Dunia, Tau-Tau meninggal Dunia.”

Saya kemudian teringat sebuah perumpamaan yang Yesus berikan dalan Lukas 12:15-21. Saya percaya seseorang yang telah sungguh-sungguh mengerti tentang keselamatan yang Yesus berikan tidak akan tergoda untuk mencari kepuasan di luar Yesus.

KESIMPULAN
Hanya dalam perjumpaan dengan Yesus, kita mengalami kepuasan sejati. Dia memberi pengampunan yang nyata. Memuaskan hati dan jiwa juga menjamin kehidupan yang kekal.

Arsip Catatan Khotbah