Ay.12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku–
Ay.13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
Ay.14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
Ay.15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
Pendahuluan
Arti kasih karunia ialah kerahiman yang didalamnya mengandung makna belas kasihan, penuh rahmat dan kebaikan. Ini merupakan karakter Allah yang Allah ingin berikan kepada manusia yang sebenarnya tidak layak untuk menerimanya tetapi diberikan dengan Cuma-Cuma.
Lihat didalam Yohanes 1.
Ayat.1 Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allahdan Firman itu adalah Allah.Ayat.2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Ayat.3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.Ayat.4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terangmanusia.Ayat.5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.Ayat.14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karuniadan kebenaran.
Versi kelahiran Yesus dijelaskan oleh Yohanes bahwa Yesus yang adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah dan firman itu jadi manusia dan penuh kasih karunia dan kebanaran.
Penuh kasih karunia dan kebenaran, undangan yang terbuka bagi semua manusia bahwa Yesus datang k edunia ini ingin menyatakan belas kasihan, rahmat dan kebaikan bagi orang berdosa untuk memperoleh keselamatan didalam Dia. Jadi kasih karunia adalah kesempatan untuk kita memperoleh kekayaan kemurahan Allah dalam hidup kita.
Bicara tentang kasih karunia ibarat sebuah hadiah mahal yang diberikan kepada seorang yang tak pantas menerimanya. Bayangkan saja seorang narapidana yang bebas tanpa syarat meski sudah dijatuhi hukuman. Sang narapidana harusnya dihukum karena perbuatannya. Akan tetapi, ia tidak dihukum. Ia malah bebas karena mendapat grasi (Grasi presiden adalah hak istimewa presiden untuk memberikan pengampunan kepada terpidana berupa perubahan, pengurangan, atau penghapusan hukuman. Grasi merupakan salah satu hak prerogatif presiden dari presiden.) Pantaskah ia menerima hal itu? Tentu tidak. Namun, kebaikan presiden-lah yang membuatnya bebas.
Sekarang cobalah mengganti si presiden dan narapidana dengan Allah dan kita. Seharusnya kita dihukum oleh karena dosa-dosa dan kesalahan kita, namun Allah mengampuni semuanya dan malah memberikan kita sebuah hidup yang baru.
Ini yang Rasul Paulus alami dari seorang penghujat, penganiaya dan ganas seharusnya dibinasakan tetapi memperoleh kasih karunia paulus berkata dikasihi-Nya. Kita butuh kasih karunia didalam Yesus Kristus, kasih karunia berdampak didalam kehidupan kita bukan hanya awal tetapi seluruh perjalanan kehidupan kita. Kasih karunia-Nya adalah seperti tali penyelamat yang diberikan kepada jiwa yang tenggelam.
Kita akan melihat bagaimana kekayaan kasih karunia Allah itu berdampak dalam hidup kita?
1). Keselamatan
Salah satu hasil paling mendasar dari kasih karunia Allah adalah keselamatan.
Efesus 2:8 mengatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah…”
Kasih Allah memberikan kita keselamatan yang tidak bisa kita capai dengan usaha atau kebaikan kita sendiri. Ini murni hadiah dari Allah, yang membebaskan kita dari dosa dan melayakkan kita untuk hidup yang kekal.
Yohanes 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
1 Timotius 1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, ” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
Keselamatan yang kita miliki sepenuhnya adalah hasil dari kasih karunia Tuhan kepada kita, yang tidak pernah bisa diperoleh melalui perbuatan baik. Perhatikan kalimat ‘Akulah paling berdosa.’ Ketika kita sangat sadar akan dosa-dosa kita sendiri, kita mulai memahami betapa besar kasih-Nya bagi kita dan kita akan merendahkan diri di bawah kaki-Nya. Sekarang kita menyadari kekuatan kasih karunia-Nya yang menyelamatkan kita dari kematian kekal. Bukankah mengagumkan? Semua dosa, kesalahan, bahkan rasa malu kita dihapuskan. Kita diselamatkan dari kuasa dosa yang menodai hidup kita. Kita bahkan bisa menikmati keselamatan – bebas dari dosa – sehingga kita dapat menikmati hidup yang Tuhan janjikan. Melalui kasih karunia kita memperoleh kesempatan untuk kita terima keselamatan dari Tuhan
2). Kasih karunia memampukan kita untuk hidup dalam kekudusan
Titus 2:11-12
Ayat11. Karena kasih karuniaAllahyang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.
Ay.12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini .
Kasih Karunia yang diberikan Tuhan kepada kita tidak berhenti menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga memberi kita kuasa untuk menjalani kehidupan yang serupa dengan Kristus.
Orang yang sudah berada dalam kasih Karunia Allah akan mengalami proses pendidikan. Kata “mendidik” mengandung arti “mendisiplin” sehingga kita yang sudah mendapatkan kasih Karunia Allah menjadi orang orang yang memuliakan Allah.
Tujuan dari pendidikan atau disiplin dari Allah adalah supaya kita:
1. Meninggalkan kefasikan dan keinginan duniawi.
Titus 3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
2. Hidup Bijaksana (berhubungan dengan diri sendiri), Adil (berhubungan dengan orang lain) dan Beribadah (berhubungan dengan Tuhan)
3. Kekuatan dalam Kelemahan
Ay.12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku—
Ada tiga kalimat penting disini yaitu menguatkan, menganggap setia, mempercayakan pelayanan. Paulus bersyukur atas kasih karunia Allah sebab karena kasih karunia Allah juga memberi rasul Paulus kekuatan dalam kelemahan.
2 Korintus 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Kumenjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Ayat.10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Ini berarti, ketika kita merasa tidak mampu dan lemah, kasih Allah menjadi kekuatan yang memampukan kita. Baik dalam hidup sehari-hari, juga dalam perjuangan kita menuruti perintah Allah dan melawan dosa.
Dengan kata lain, kita tidak sendiri. Apapun perjuangan kita, Tuhanlah yang menyertai. Seperti Paulus juga menyatakan di 1 Korintus 15:10, Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
4. Kasih Karunia Menginspirasi Hidup yang Bermakna
Ay.16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
Ketika kita menyadari betapa besarnya kasih karunia Kristus, kita akan terdorong untuk hidup dalam ketaatan dan pelayanan. Rasul Paulus berkata karena ia menerima kasih karunia maka ia menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup kekal. Jangan menyia-nyiakan kasih karunia yang sudah kita terima, kita sudah dikasihi biarlah kasih karunia yang bergerak didalam hidup kita menolong kita untuk menjadi inspirasi bagi orang lain.
Salah satu bentuk respons kita: hidup kita bukan lagi untuk diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Dia. Meneladani kemurahan hati Yesus: seperti Kristus yang memberi segalanya untuk kita, kita pun dipanggil untuk memberi diri kita bagi sesama. Tunjukan kasuih karunia yang telah kita terima kepada orang lain.
Kesimpulan
Kasih karunia adalah belas kasihan, kemurahan, kebaikan, yang Allah alirkan bagi kita manusia dan betapa besar kekayaan kasih karunia Allah didalam Yesus Kristus, melalui kasih karunia kita memperoleh keselamatan, kemampuan untuk hidup kudus, kuat dalam kelemahan dan menjadi hidup bermakna.