Kaya Dalam Pelayanan Kasih – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 22 Januari 2023)

2 Korintus 8:7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, – dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.

Pendahuluan
Rasul Paulus menyebutkan keunggulan yang sama dengan jemaat Makedonia kepada Jemaat di korintus yaitu kaya dalam iman, kaya dalam perkataan, kaya dalam pengetahuan, kaya dalam kesungguhan untuk membantu dengan kasih kepada Paulus dan rekan-rekan sekerja dalam pelayanannya. Tetapi ada yang hendak Rasul Paulus minta kepada Jemaat Korintus yaitu tentang Kaya dalam pelayanan kasih – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.

Makna Pelayanan kasih ada banyak hal salah satunya pada waktu itu adalah membantu orang-orang percaya yang ada di Yerusalem yang sedang mengalami bencana kelaparan. Harapan Rasul Paulus kepada Jemaat Korintus bukan hanya kaya dalam Iman, Pengetahuan, perkataan, kesungguhan membantu pekerjaan dan pelayan Tuhan. tetapi juga Kaya dalam pelayanan kasih.

Mengapa Paulus begitu perlu harus menyampaikan ini? Jangan sampai menjadi jemaat yang timpang dan Jemaat korintus kaya dalam Pelayanan kasih sehingga melalui pasal ini rasul Paulus perlu mengingatkan kembali jemaat Korintus supaya terlibat dalam pelayanan kasih yang tertunda.

I Korintus 16:1-4
Ay.1 – Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.
Ay. 2 – Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing–sesuai dengan apa yang kamu peroleh–menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang. 
Ay.3 –  Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu. 
Ay. 4 – Kalau ternyata penting, bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku.

Paulus mengajak jemaat Korintus untuk ikut serta dalam pengumpulan dana untuk membantu orang Yahudi Kristen di Yerusalem. Mereka setuju, tetapi sudah lewat setahun atau lebih niat baik tersebut dibatalkan dan dalam suratnya yang kedua ini  Paulus ingatkan dan Paulus  meyakinkan Jemaat Korintus bahwa mereka punya potensi yang sama bahkan dapat lebih lagi memberikan Pelayanan kasih ini maka dari itu Paulus:

  • Menceritakan bagaimana kehidupan Jemaat Makedonia. 
    Ayat 1-5 
    Ay.1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 
    Ay.2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 
    Ay.3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 
    Ay.4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 
    Ay. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
  • Mengirim Titus untuk memperlengkapi mereka
    Ayat 6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. 
    Dalam pasal 7 dan seterusnya dijelaskan tentang Titus seorang yang rela hati, melakukan pekerja yang baik dalam pemberitaan injil, menjadi penghibur dalam pelayanan Paulus dan kekuatan ditengah jemaat dan Paulus mengirim Titus. Untuk Tujuan supaya Jemaat Korintus diberi pemahaman kebenaran Firman Tuhan tentang pelayanan kasih ini dan menyelesaikan Pelayanan kasih ini.

Menjadi Kaya dalam Pelayanan kasih
1. Menjadi Kaya dalam segala sesuatu
Ayat 7b – Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, – dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini. 

Perhatikan menjadi kaya dalam segala sesuatu tetapi ada yang belum lengkap di jemaat korintus tapi lengkap di jemaat Makedonia yaitu dalam Kaya pelayanan kasih.

Jemaat yang utuh atau tepat tidak kurang
Minggu kedua dalam IR1 saya menyampaikan pesan Firman Allah tentang segenap hati, kata segenap mengandung arti tuntas selesai, memberi yang terbaik dan ada arti selanjunya yaitu utuh, tepat (tidak kurang)

Ulangan  25:15, “Haruslah ada satu batu timbangan yang utuh (salem) dan tepat…”
Kata yang sama juga terdapat dalam  Amsal 11:1, “Neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat (salem).”  

Batu timbangan yang tepat adalah prinsip sederhana agar kita tidak rugi dan tidak merugikan orang lain.  Kehidupan yang utuh dan tepat akan membawa dampak yang baik buat diri kita maupun orang lain. Prinsip ini berlaku dalam segala aspek kehidupan kita termasuk dalam kehidupan kekristenan kita. Kehidupan kekristenan yang utuh dan tepat sangat berguna bagi kualitas kekristenan kita dan Tuhan berkenan atas kehidupan kita.

Paulus sedang meminta jemaat Korintus untuk bukan hanya tahu Firman tapi juga harus melakukan. Jangan hanya kaya akan Iman, kaya akan perkataan, kaya akan pengetahuan, sungguh-sungguh membantu yang Paulus perlukan tetapi hendaklah juga harus kaya akan pelayanan kasih. Pelayanan kasih sangatlah diperlukan ditengah gereja. Disebut “pelayanan kasih” karena tidak ada imbalan atau gaji, sehingga harus berdasarkan kasih yang tulus dari hati.

Selain itu dalam pelayanan ini juga ada banyak risiko yang harus ditanggung, contohnya seperti tertulis dalam 2 Korintus 8:19-21, bisa saja kita sudah berjerih payah melayani namun masih bisa saja dicela, disalahkan, dan lain-lain. Apabila kita sudah memulai pelayanan kasih ini, maka seperti yang diperintahkan Rasul Paulus kepada Titus, kita harus terus menerus mengerjakan pelayanan ini sampai selesai atau totalitas. Itulah sebabnya menjadi kaya dalam segala hal adalah hal yang penting. Kaya dalam iman tetapi miskin dalam pelayanan kasih menjadikan kita seperti seorang farisi yang tahu tentang kekayaan hukum Tuarat tetapi mengabaikan belas kasihan,keadilan dan kesetiaan. Kaya dalampPelayanan kasih tetapi miskin dalam kekayaan Iman, pengetahuan, perkataan akan membuat kita gagal dan menjadi kecewa dalam kesetiaan kita didalam Tuhan.

2. Pelayanan Kasih digerakan oleh Kasih karunia Allah
Ay.1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

Kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang dilandasi oleh kasih karunia Allah dan oleh karena kasih karunia  pelayanan kasih yang dilakukan oleh jemaat-jemaat di Makedonia terhadap jemaat di Yerusalem.

Apa yang dimaksud dengan kasih karunia yang dianugerahkan itu? Kasih karunia tersebut dapat berarti kehidupan baru dalam iman kepada Yesus Kristus yang diterima oleh orang-orang percaya di Makedonia. Termasuk melalui pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Paulus dimana gereja-gereja bertumbuh dan itu juga semua karena kasih karunia Allah. Kasih karunia inilah juga yang mendorong jemaat-jemaat di Makedonia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kasih kepada jemaat di Yerusalem yang mengalami bencana  kelaparan.

Pelayanan Kasih hanya dapat terjadi karena kasih karunia Allah yang memapukan mereka, tanpa kasih karunia Allah, Jemaat Makedonia tidak dapat melakukan Pelayanan kasih.

Perhatikan jemaat Makedonia, mereka dicobai dalam pelbagai penderitaan tetapi sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin namun mereka kaya dalam kemurahan (ayat 2).  Orang yang sedang di dalam pencobaan dan penderitaan pasti akan berdukacita dan sedih tetapi mereka malah bersukacita bahkan sukacitanya sampai meluap.

Secara kondisi dan keadaan, mereka miskin dalam hal materi tetapi mereka kaya kemurahan yang artinya walaupun mereka miskin tidak menjadi halangan untuk tetap memberi bahkan mereka kaya dalam hal memberi, pemberian mereka melampaui kemampuan dan memberi lebih dari yang diharapkan. Mereka memberikan diri untuk dipakai menjadi alat bagi kemuliaan Allah (ayat 5) yaitu dalam pelayanan kasih. Mereka menangkap dan mengerti bahwa semua yang mereka lakukan adalah karena kasih karunia dari Tuhan Yesus.

Ayat 9 – Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus,bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya .

Yesus yang oleh karena kita menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kita menjadi kaya karena kemiskinan-Nya.
Biarlah kita menyadari hal ini, yakni bahwa kehidupan sebagai orang percaya yang kita jalani adalah karena kasih karunia Allah.  Kita boleh ada sampai saat ini, ada di tahun baru minggu ke 4, melakukan aktivitas, kumpul bersama keluarga dan sebagainya semua karena kasih karunia Allah.

Yang menariknya kata Kasih karunia dan pelayanan kasih menggunakan kata yang sama yaitu kharis. Jadi pelayanan kasih merupakan kasih karunia yang diberikan Tuhan kepada kita yang harus kita wujud nyatakan dengan sebaik-baiknya (baca 1 Korintus 15:9-10).

3. Memberi diri pertama kepada Allah
Ayat 5-  Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Mereka memang memberi bantuan kepada orang lain tetapi tindakan itu didahului dengan pemberian diri mereka kepada Allah. Mengapa ini penting? Karena orang yang sudah memberi dirinya kepada Allah tidak akan sulit untuk memberi bagi pekerjaan Tuhan. Jika kita memberikan diri kita sendiri kepada Allah, kita tidak akan mempunyai halangan atau kesukaran untuk memberikan milik / kekayaan kita kepada Allah.  Jika kita memberikan diri kita sendiri kepada Allah, kita juga akan memberikan diri kita bagi gereja memberikan totalitas dalam melayani (baca Roma 12:1).

Mengapa banyak orang sukar memberi kepada orang lain maupun pekerjaan Tuhan? Karena mereka belum memberi dirinya kepada Allah.
Jikalau gereja Makedonia bisa menjadikan itu menjadi alasan bagi mereka untuk memberikan sumbangan kepada gereja Yerusalem, mengapa itu tidak bisa menjadi alasan bagi kita untuk memberi bagi gereja ini? Teladani jemaat Makedonia di dalam memberi bagi pekerjaan Tuhan. Jangan tunggu kaya baru memberi. Memberilah sesuai dengan kemampuan, dengan apa yang ada pada saudara. Memberilah dengan rela hati/sukacita jangan dengan keterpaksaan. Memberilah dengan semangat. Mari kita memberi untuk Tuhan, untuk pelayanan kita, untuk gereja Tuhan sambil mengingat apa yang sudah Kristus buat bagi kita dengan menjadi miskin karena kita.

Billy Graham – Allah telah memberi kita dua tangan – satu digunakan untuk menerima dan yang lain untuk memberi. Kita bukanlah tangki / bak air yang dibuat untuk menimbun; kita adalah saluran yang dibuat untuk membagikan. 
Untuk melihat ukuran dari seorang Kristen bukanlah tingginya pemahaman/pengertiannya tetapi terlihat dari dalamnya kasihnya. 

Kesimpulan
Perlengkapi diri kita dengan kita kaya dalam segala sesuatu, sadari hidup kita oleh karena kasih karunia Allah dan pelayanan kasih adalah Kasih karunia Allah. Berilah yang terbaik Tuhanmu. Berilah yang terbaik bagi gereja-Nya. Jadilah kaya dalam kebaikan.

Arsip Catatan Khotbah