RUANG TUNGGU – 12 – oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 17 April 2022)

Tema firman Allah hari ini masih tentang: “Ruang Tunggu” seri 12.

Hari ini kita merayakan hari kebangkitan Tuhan Yesus. Dia bangkit dari kematian mengalahkan kuasa dosa dan maut. KebangkitanNya sebagai bukti kemenanganNya atas kuasa setan. Beberapa waktu yang lalu kita sudah mempelajari alasan-alasan mengapa Tuhan membawa kita masuk ke ruang tunggu, yaitu:

  1. Di ruang tunggu Tuhan melatih kesabaran kita.
  2. Di ruang tunggu kita menanti untuk diperlengkapi dengan kuasa Illahi.
  3. Di ruang tunggu Allah menguji iman kita.
  4. Di ruang tunggu kita mendapatkan kekuatan baru.
  5. Di ruang tunggu kita menerima dari Tuhan agar dapat membagikan.
  6. Di ruang tunggu kita diam agar Tuhan yang berperang.
  7. Di ruang tunggu kita diam agar dapat melihat TUHAN.
  8. Anggur baru harus diisikan ke dalam kirbat baru.
  9. Di ruang tunggu Bapa rindu untuk bersekutu.
  10. Pertolongan Tuhan datang di batas akhir kekuatan.
  11. Karena saat kita meminta kepadaNya, kita harus bersedia mengikuti caraNya.

Sekarang, tema seri yang ke dua belas adalah:
12. KEMENANGAN TERJADI DI AKHIR PERTANDINGAN BUKAN DI AWAL PERMAINAN

1Kor. 15:3-4
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

Pendahuluan.
Inilah kebenaran yang harus kita yakini dan percayai, yaitu bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci. 

Berita kebangkitan Yesus Kristus adalah sebuah fakta, ini bukan cerita apalagi rekayasa yang dibuat oleh manusia. KebangkitanNya disaksikan oleh murid-muridNya dan para serdadu yang menjaga kuburNya. Bahkan para sejarawan yang hidup sezaman dengan Yesus juga memberikan catatan tentang kebangkitan Yesus. Misalnya :  Flavius Josephus (37-97 M), sejarawan istana bagi Kaisar Vespasianus dan Cornelius Tacitus (55-120 M), “sejarawan terbesar” Romawi kuno. Jadi kita sebagai anak-anak Tuhan tidak perlu ragu akan kebangkitan Yesus, bahwa Ia telah mati, dikuburkan dan bangkit pada hari yang ketiga. Amin!

Sekarang pertanyaannya adalah: Mengapa Mesias Putra Allah bangkit pada hari ketiga? Tidak sanggupkah Ia bangkit seketika setelah kematian menyergapNya? Mengapa harus menanti hingga tiga hari?  Bukankah Ia meninggal karena Ia sendiri menyerahkan nyawaNya, dan Ia juga berkuasa untuk mengambilnya kembali? 

Yohanes 10:17,18  
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Dari ayat ini kita mengetahui dengan jelas bahwa Yesus mati bukan karena disiksa oleh serdadu Roma, bukan pula karena berat derita yang dialamiNya. Yesus mati karena Ia sendiri menyerahkan nyawaNya kepada Bapa di sorga. Yesus berkuasa menyerahkan nyawaNya dan juga berkuasa untuk mengambil kembali nyawaNya. Lalu mengapa Ia harus menunggu hari ketiga baru bangkit dari kematian?  Inilah prinsip yang akan kita pelajari hari ini yaitu Ia menanti bangkit pada hari yang ketiga sebab: KEMENANGAN TERJADI DI AKHIR PERTANDINGAN BUKAN DI AWAL PERMAINAN. 

KematianNya di atas kayu salib bukanlah tanda kekalahanNya, salib adalah awal pertempuran. Tahukah Anda bahwa salib adalah tujuan kelahiranNya, salib adalah medan pertempuran yang harus dihadapi. Sejak awal kedatanganNya ke dalam dunia, kuasa Iblis ingin menggagalkan misiNya yaitu naik ke kayu salib.

  • Saat kelahiranNya – Herodes memburuNya dengan cara melakukan pembunuhan massal bagi anak-anak yang berusia dibawah 2 tahun.
  • Saat memulai pelayanan – Iblis mencoba menggagalkanNya dengan cara mencobaiNya
  • Saat melayani – MuridNya mencegahnya untuk pergi ke Yerusalem agar tidak dibunuh.
  • Di taman Getsemani – Ia bergumul dalam doa agar dilalukan untuk meminum cawan murka Allah.

Meski berat yang ditanggungNya, namun tekadNya telah bulat, Ia tetap melangkah ke Golgota untuk menebus dosa manusia. Penderitaan yang dialami, tidak membuatNya berhenti. Siksaan, hinaan, cacian tidak membuatNya menghindar dari hukuman. Perlakuan para prajurit yang kasar tidak membuatNya gentar. Rasa penat karena kayu salib yang berat tak membuat langkahNya terhambat. Dengan penuh ketaatan, Ia menyerahkan seluruh kehidupanNya dan melangkah kepada kehendak Bapa di sorga. Yesus Kristus, Putra Allah disalibkan untuk membayar harga tebusan. 

Jam 12 siang dengan suara nyaring Ia berseru: Eli, eli, lama sabakhtani, AllahKu, AllahKu mengapa Engkau meninggalkan Aku? Tiga jam kemudian, dengan segenap kekuatan IA berseru : “Sudah selesai” Lalu menyerahkan nyawaNya kepada BapaNya. Di salib, Yesus Kristus sang Mesias menghembuskan nyawa terakhir. 

Kemudian seorang yang telah menjadi muridNya yang Bernama Yusuf dari Arimatea meminta mayat Yesus lalu menguburkanNya di kuburan milikNya. Apakah ini akhir dari hidupNya? Tamat sudah riwayatNya? TIDAK! Setelah menunggu di dalam kubur, pada hari yang ketiga, Ia bangkit dari kematian. Kubur kosong, Yesus hidup! Maut dikalahkan, Yesus menang! Inilah puncak kemenanganNYA.

Yesus memilik kuasa atas segalanya. Namun tak ada kemenangan yang IA dapatkan tanpa peperangan. Dari salib, kuburan hingga kebangkitanNya di hari ketiga adalah jalan pertempuran yang IA hadapi. Yesus harus menyelesaikan pertempuran setelah itu baru mendapatkan kemenangan.

1Kor. 15:26  Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 
Haleluya…kini maut telah dikalahkan, pengampunan diberikan, keselamatan dinyatakan, pintu sorga dibukakan.  Yesus menang, Yesus hidup!

Dari kisah ini apakah yang dapat kita pelajari?

  1. Kemenangan Kristus menjadikan kita lebih dari pemenang.
    Roma 8:37  
    Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 

Apakah artinya kita lebih dari pada orang-orang yang menang? Kristus menang, karena IA telah berjuang, tetapi kita menang tanpa perjuangan sebab Yesus telah memenangkan pertandingan. KemenanganNya menjadi kemenangan kita bersama. 

Ilustrasi seperti ini: Suami setiap hari berangkat kerja, sampai tiba akhir bulan lalu menerima bayaran. Sampai di rumah seluruh bayaran diberikan kepada istrinya. Siapa yang lebih dari pemenang? Suami menang mendapat bayaran, tetapi istri lebih dari pemenang. Suami berjuang mati-matian, istri tinggal menghabiskan. 

Ketahuilah bahwa kita ini adalah pemenang, bukan pecundang. Apakah Saudara percaya bahwa kita ini adalah lebih dari pemenang? Amen!

Kemenangan itu terjadi bukan ditentukan oleh apa yang kita hadapi, tetapi oleh apa yang kita yakini. Keyakinan kita sebagai orang-orang yang menang lebih penting daripada banyaknya lawan yang menghadang. Seberat apapun beban yang dipikul jangan berhenti berjuang, arahkan pandangan kepada Tuhan yang telah memberikan kemenangan kepada kita.

Ibrani 12:2  
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 

2. Tidak ada kemenangan yang diraih dengan cara instan.
Tidak ada kemenangan lahir dari kemudahan dan terjadi secara instan. Kemenangan dihasilkan melalui perjuangan, peperangan dan penderitaan. Kemenangan tidak diberikan di awal pertandingan, kemenangan terjadi di akhir pertandingan. 

Lihatlah jalan panjang yang penuh penderitaan yang dilewati oleh Tuhan. Jalan Via Dolorosa menjadi bukti perjuangan untuk meraih kemenangan. Penderitaan, hinaan, cacian datang secara bergantian di sepanjang jalan. Kemenangan yang diterimaNya bukan hadiah, tetapi hasil dari perjuangan hingga menumpahkan darah. 

Sadarilah tidak ada kemenangan yang instan, Anda harus berjuang hingga kemenangan dalam genggaman.

1 Kor. 9:24  
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Penutup
Ketahuilah, kemenangan tidak terjadi di awal permainan, kemenangan terjadi di akhir pertandingan, sebab itu jangan lelah untuk berjuang. Lihatlah Tuhan yang telah bangkit dari kematian, yang memberikan kita jaminan kemenangan. Tuhan memberkati. – KJP!

Arsip Catatan Khotbah