Pada pembahasan bagian pertama tentang kebenaran kasih, kita sudah bahas bahayanya kedurhakaan yang membuat kasih menjadi dingin, Matius 24:12. Konteks ayat ini sepenuhnya jika dibaca lengkap dari ayat pertama adalah mengenai permulaan penderitaan menjelang pemerintahan AntiKris. Didalamnya dibahas tentang tanda-tandanya, yaitu munculnya nabi-nabi palsu, pengajar palsu sampai pada Mesias palsu, dan salah satu yang dibahas adalah kedurhakaan yang membuat nilai kasih alami degradasi dari kebenaran kasih yang Tuhan inginkan. Untuk itu perlu kita memiliki komitmen jangan sampai durhaka (Mengetahui kebenaran tetapi dengan sengaja melanggarnya ). Kita lanjut pada bagian yang kedua.
Yohanes 24:13 -“Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”
Tuhan ingin dalam hidup kita jangan sampai mendurhaka, tetapi bertahan dalam kebenaran, dengan demikan kasih dalam kehidupan kita tidak menjadi dingin sampai pada kesudahannya, maka kita akan selamat. Kata “Selamat” dalam bahasa Yunani: SOZO artinya utuh. Kamu akan menjadi utuh didalam, artinya kehidupan kerohanian kita utuh tak bercacat pada kedatangan Yesus yang kedua kali. Penyakit yang sulit disembuhkan oleh dokter, khususnya dokter jiwa adalah EMPTINESS. Emptiness adalah orang yang mengalami kekosongan atau kehampaan dikaitkan dengan depresi, keterasingan sosial, apatis dan gangguan mental lainnya. Orang yang mengalami kekosongan di dalam, hanya dapat diobati oleh keutuhan di dalamnya. Caranya tinggalkan kedurhakaan, supaya kasih Allah itu mendapat tempat dan memenuhi serta menguasai hidup kita. Jika kasih Allah memenuhi kehidupan kita maka kita akan sembuh dari emptiness.
Semua orang yang utuh kehidupan rohaninya ketika ia menghadapi orang yang tidak balas perbuatan baiknya, maka ia tidak akan bermasalah karena ia utuh di dalam, tidak kosong. Orang lain tidak menambahkan apa-apa dalam hidupnya tidak masalah karena ia sudah penuh. Jika ada orang bereaksi terhadap orang yang tidak mau balas kebaikannya, maka itu merupakan indikasi bahwa dirinya mengalami kekosongan sehingga ia menuntut orang lain untuk membalas seluruh kebaikan yang telah ia perbuat untuk mengisi kekosongan kasih dalam dirinya. Orang seperti ini biasanya menuntut pengakuan, menuntut penghargaan, pujian dan penghormatan orang lain. Ada orang-orang tertentu yang menolak untuk berdiri ketika dipanggil namanya hanya karena gelarnya tidak disebutkan, ia hanya mau berdiri untuk tampil jika seluruh gelarnya disebutkan. Kelihatannya wajar, tetapi orang-orang seperti ini sebenarnya mengalami kekosongan jiwa, sehingga ia butuh diakui, dimasyurkan dan dipuji. Tetapi orang-orang yang hidupnya penuh dengan kebenaran dan kasih, baginya disebut atau tidak disebut gelarnya atau perbuatan baiknya tidak aka nada masalah baginya, sebab didalam dirinya sudah dipenuhi dengan semua kebaikan Tuhan, ia tidak butuh diisi dengan penghargaan manusia. Baginya lebih berkat memberi daripada menerima.
MENJAGA HATI DARI KEDURHAKAAN AGAR KASIH TIDAK MENJADI DINGIN
Filipi 1:9 – “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian.”
Dari ayat ini ada tiga hal yang dapat kita pelajari : Kata Semoga; Pengetahuan dan Pengertian.
Kata semoga ini tidak tepat dan tidak ada pada teks aslinya, terjemahan bahasa Indonesia sering kehilangan kosa kata yang bermakna. Dalam terjemahan bahasa aslinya tidak ada kata semoga. Kata semoga berarti bisa ya dan bisa tidak, dalam bahasa Inggris menggunakan kata tepat yaitu THAT = Bahwa.
Jadi kalimat yang benar adalah: “Dan inilah doaku, bahwa kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian.” Kata bahwa itu pasti bukan semoga.
Dari ayat ini kita mengetahui bahwa, kasih kita menjadi melimpah karena adanya pengetahuan dan pengertian. Jika tidak ada dua hal itu tidak akan mungkin ada kasih yang melimpah. Penting memiliki pengetahuan yang benar, kejarlah pengetahuan yang benar sehingga kita memiliki pemahaman yang melimpah dalam kebenaran maka kasihpun akan melimpah didalamnya.
Kata “melimpah” dalam bahasa Yunani PERIZEO, artinya adalah
(1) Melimpah dalam jumlah dan kualitas. Semakin kiita paham kebenaran maka kasih dalam diri kita akan semakin melimpah dan semakin berkualitas seperti kasih dari Tuhan Yesus.
(2) Melebihi takaran saat direntangkan. Ketika seseorang layak menerima satu kasih, kita tidak kasih satu tapi lebih, karena kita memiliki kasih yang melebihi takaran ketika direntangkan. Setiap anak Tuhan seharusnya tidak lagi main takaran atau ukuran, karena kasih yang ada di dalam kita itu melebihi takaran. Beberapa ayat yang memberi gambaran tentang memberi lebih dari yang diminta.
Lukas 6:29b – “Dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.”
Matius 5:4 – “ dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah Bersama dia sejauh dua mil.”
Kata Pengetahuan dalam bahasa Yunani ditullis EPIKNOSIS artinya mengetahui kebenaran secara akurat dan melakukan dalam tindakan.
Kata Pengetian dalam bahasa aslinya AISTESIS – artinya kekuatan indera dan kekuatan pengamatan untuk belajar menemukan nilai. Kita harus pakai indera kita, biasakan untuk kita tidak mati rasa, lalu belajar nilai kebenaran apa yang dapat kita ambil dan hidupilah itu sehingga kita tidak mendurhaka kepada perintah firman-Nya, dan menjaga kasih kita yang murni seperti kasih Tuhan dengan tak bercacat sampai kepada kedatangan-Nya yang kedua kali.