PENDAHULUAN
Kita telah bahas jemaat Efesus yang totalitas iman dan pengiringannya kepada Yesus begitu tinggi. Hal itu dilihat dari:
1. Pelayanan Jemaat Efesus
Yesus puji jemaat Efesus dalam Wahyu 2:2 “Aku tahu segala pekerjaanmu…!”
2. Berjerih lelah
Jemaat Efesus terlibat dalam melayani dan mereka tidak cuma sekedar melayani tapi, melayani sampai, KOPOS artinya sampai capek; lelah; susah dan sakit.
3. Sabar dan menderita karena Yesus
Wahyu 2:3, jemaat Efesus sabar dan rela menderita karena Nama Yesus.
Jemaat Efesus alami penderitaan, ujian; cobaan; hinaan dan aniaya sebab Nama Yesus, namun mereka tetap setia. Masih ada kekurangan di jemaat Efesus.
Wahyu 2:4-5 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jika engkau tidak bertobat.”
Namun Demikian Aku Mencela Engkau!
Bila kita perhatikan kesetiaan, pengabdian, pelayanan, jerih lelah dan kesabaran jemaat Efesus dalam pengiringan dan iman mereka kepada Yesus, sudah sangat Istimewa. Tapi, di mata Yesus masih ada hal yang harus diperbaiki di jemaat Efesus. Sebab itu Yesus menegur dan mencela rohani jemaat Efesus.
Engkau Meninggalkan Kasihmu Yang Semula
Kesimpulan: seharusnya kasih Ilahi yaitu Kasih Yesus itu harus senantiasa ada dan mewarnai hidup setiap pengikut Yesus.
Kasih Yesus adalah identitas diri pengikut Yesus. Kalau kita mengaku diri kita sebagai pengikut Yesus, tapi kalau kasih Yesus tidak ada lagi di dalam diri kita atau kita telah kehilangan kasih yang mula-mula itu dalam diri kita. Di mata Yesus, kita seperti orang jatuh ke dalam lembah kebinasaan, Wahyu 2:5.
TELAH JATUH DAN PERLU BERTOBAT
Solusinya : pengiringan dan kasih kita kepada Yesus, harus dipulihkan kembali sama seperti saat kita alami jatuh cinta pertama kali kepada Yesus: cinta mula-mula kepada Yesus harus selalu ada pada dalam diri Kita. Secara totalitas kita berikan kepada Yesus. Totalitas, yaitu waktu, tenaga, semangat bahkan semua yang ada pada diri kita dengan kasih.
MENGASIHI ALLAH DAN SESAMA
Pelajari kembali Wahyu 2:4 kita akan tahu bahwa ada dua hal yang dimaksud dengan Kasih Yang Mula-mula yaitu Kasih Kepada Allah dan Kasih Kita Kepada Sesama, yaitu Kasih Persaudaraan.
- Kita tidak mungkin sanggup melakukan dengan benar dan sungguh-sungguh Kasih Persaudaraan yaitu Kasih Kepada Sesama kalau kita tidak terlebih dahulu mengenal dan mengalami Kasih Yesus dalam diri kita
- Sebab itu, hanya orang yang benar-benar membangun imannya dalam Yesus yang bisa mempraktekkan Kasih Persaudaraan.
1 Yohanes 4:20
Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
1 Yohanes 4:21
Dan perintah ini kita terima dari Dia: “Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”
KASIH AKAN ALLAH
Markus 12:30
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”.
Cara, model, bentuk dan ekspresi jemaat dalam mengasihi Yesus, kita lihat dari Jemaat mula-mula yang dicatat (Semua itu harus dilakukan dari Hati kita) dalam kitab Kisah Rasul:
Kisah 2:41 “Orang-orang yang menerima perkataan ini memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.”
Kisah 2:42
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Kisah 2:43
“Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda-tanda.”
Kisah 2:44
“Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.”
Kisah 2:45
“dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Kisah 2:46
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
Kisah 2:47
sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”
Dari ayat ini tidak heran Jika hadirat Allah selalu hadir ketika mereka berkumpul bersama-sama karena mereka memiliki kerinduan dan kesatuan hati dalam persekutuan mereka kepada Tuhan.
MENGUJI KASIH MULA-MULA
Untuk menguji sejauh mana cinta mula-mula kita kepada Yesus, kita evaluasi (bandingkan) sejauh mana cinta mula-mula kita kepada pasangan kita saat kita jatuh cinta pertama kalinya dengan sekarang setelah kita menikah sekian lama menikah.
Wahyu 2:5b
“Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jika engkau tidak bertobat”
FUNGSI KAKI DIAN
Pada umumnya jemaat sudah mengetahui, Fungsi utama Kaki Dian adalah sebagai penerang untuk menerangi manusia di dunia ini yang sedang ditudungi oleh kegelapan dosa.
Oleh Firman Allah dan Roh Kudus kita dapat Mengasihi Allah dan Mengasihi Sesama secara totalitas. Jadikan Firman Allah jadi konsumsi utama bagi rohani kita.
Roh Kudus membaharui kita, sehingga kita senantiasa menang dalam perang iman yang kita hadap. Amin!