KEMANA AKU AKAN PERGI (point 5)? – Oleh Pdt. K. Hani Paulus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 16 April 2023)

5 Pertanyaan (Question of Life) → Menemukan maksud dan tujuan Tuhan tentang Hidup Kita: → Dia sudah memutuskannya → Final → Selesai → tergantung kita menjalaninya → Apakah mengetahuinya atau tidak? → Kita memilih untuk menjalaninya atau tidak? → Menentukan kita sampai menyelesaikannya atau tidak

5 Pertanyaan ini sangat penting
5 pertanyaan ini mengontrol setiap perilaku manusia di dunia ini.
Setiap orang di bumi ini ( 8 milyar ), apa yang dilakukan mereka, sadar atau tidak, dimotivasi oleh 5 pertanyaan ini.
5 Pertanyaan tentang Hidup ini, akan sangat menolong kita menemukan maksud dan tujuan Tuhan dalam hidup kita.
Siapakah Aku? Identitas – identitas Sejati – Kita adalah anak-anak Allah
Darimana Aku berasal? Sumber – Dari Atas (Sorga)
Kenapa Aku ada disini? Eksistensi – Keberadaan kita di bumi ini, untuk apa? Mengapa keberadaan kita di bumi ini penting?
Untuk memberikan Kemajuan, Progres, Keuntungan bagi orang lain
Dependen, Independen dan Interdependen
Apa yang dapat aku lakukan? Potensi
Kemana Aku akan pergi? Destinasi (Yesus Tahu semua) 

5. Kemana Aku akan pergi setelah hidup ini? 
Apa harapannya Tuhan tentang kehidupan manusia di bumi ini?
Manusia sukses menyelesaikan tugasnya di bumi (misi semula – membawa pengaruh surga ke bumi) dan kembali ke surga dengan sukses.

Bagaimana hasilnya? 
Ada yang berhasil dan banyak yang gagal? (Lebih tertarik duniawi dan lupa tugas awal)
Ada yang takut, tidak mau untuk kembali, lebih senang tinggal di bumi dan hidup secara duniawi.
Ada yang usianya panjang karena masih menjalankan tugas (misinya belum selesai).
Ada yang usianya juga panjang, karena Tuhan menunggu pertobatannya.
Ada yang akhirnya Tuhan paksa untuk kembali karena hidupnya duniawi sekali

Yesus menyadarinya bahwa Dia berasal dari Bapa dan di bumi ini Dia menjalankan tugas sampai selesai, tuntas dan totalitas bagi keselamatan kita dan kembali lagi ke sorga.

Yoh 13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 
Yoh 13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. 
Pauluspun menyadarinya.

Kisah Para Rasul 20:24
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. 

Sadarkah Tuhan akan membawa kita pada pertanyaan akhir tentang hidup kita di bumi ini? Dia meminta pertanggungjawaban atas hidup kita di bumi ini? Point of no return.

Luk 12:20
Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti?  

Bodoh atau bijaksanakah hidup yang kita jalani selama ini?
Sudah siapkah kalau Tuhan menginginkan kematian kita pada hari ini?
Sudah siapkah kita memberi pertanggungjawaban kepada Tuhan jika hari ini Tuhan menginginkan kematian kita?
Orang kaya yang bodoh. Tentu dia seorang yang pintar dalam mengelola keuangan tapi bodoh. Ia menjadi bodoh karena ketamakannya. Hidupnya bergantung kepada kekayaannya.

Luk 12:21
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” 
Dia sukses di bumi tapi tidak sukses di surga, apa gunanya? Dia tidak menjalankan misinya di bumi. Dia lebih mencintai dunia .
(Demas 2Ti_4:10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku)

Luk 18:24-27
Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” 

Apakah warisan terbaik yang kita bisa kita tinggalkan dan berikan kepada generasi yang selanjutnya dan yang menyenangkan Tuhan?
Lakukan sesuatu yang menyentuh hati-Nya Tuhan, hati Tuhan berkenan. Sentuhlah hatinya Tuhan, Dia akan memberitahumu apa yang engkau dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Act 13:22
Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. 

Kemah Daud adalah hasil dari hati Daud yang mengasihi Tuhan dan Tuhan menghendaki-Nya → Ketika Tirai Bait Allah terbelah.
Aku akan membangun kembali Pondok Daud yang telah roboh, Kis 15:16
Pekerjaan yang Anda lakukan bisa menyentuh hati-Nya Tuhan. Biarkan Tuhan berbicara di hatimu. Selesaikan panggilan kita di bumi untuk kita persembahkan kepada Bapa waktu kita pulang.

Arsip Catatan Khotbah