MENGERJAKAN KESELAMATAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 16 April 2023)

FILIPI 2:12
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.”

Pendahuluan
Ayat ini tidak asing bagi orang percaya yang sudah lama menjadi umat Tuhan, namun banyak dari mereka yang bertanya mengerjakan yang bagaimana dengan keselamatan yang sudah mereka terima itu. Apakah hanya dipertahankan atau ada hal lainnya yang dikerjakan. Ayat di atas juga menghapus ajaran sekali selamat tetap selamat karena selama kita masih hidup di dunia dan dalam tubuh jasmani ini, keselamatan bisa saja lepas dari kita jika kita hidup sembrono dan tidak taat pada petunjuk dan perinyah firman-Nya.

Keselamatan itu adalah gratis dari Tuhan, tetapi untuk mengerjakan keselamatan itu mahal harganya, karena tidak mudah, diperlukan komitmen yang kuat dan perjuangan yang keras. Meski tidak mudah bukan berarti tidak dapat dikerjakan, lalu bagaimana caranya agar kita dapat mengerjakan keselamatan kita itu? Paulus memberi modal dasar buat kita dari ayat pokok di atas.

Perhatikan kalimat “Kamu senantiasa taat.” Modal untuk kita mengerjakan keselamatan kita adalah ketaatan. Ketaatan ini harus dibangun sejak awal, karena orang tidak mungkin mampu melalui hal yang sulit  tanpa ada ketaatan. Ketaatan harus terus dilatih dalam hidup kita, seperti seorang anak yang sedang berlatih jalan akan terjatuh dan bangun tetapi harus terus dilatih, karena ketaatan tidak muncul tiba-tiba, tetapi harus terus dilatih. Latihan yang terus menerus dilakukan akan membuat kita terlatih dan ketika sudah terlatih maka itu menjadi gaya hidup kita, sehingga seperti apa yang dikatakan Paulus selanjunya, kamu senantiasa taat artinya ketaatannya menjadi konsisten terlatih.

Kata Ketaatan dalam bahasa Yunaninya adalah HIPAKO, yang memiliki dua arti :
1. Mendengarkan dengan seksama, untuk kepentingan memahami.
Ketaatan itu hanya terjadi ketika orang memahami isi perintahnya. Oleh karena itu, jangan biasakan mendengar perintah atau firman Tuhan sambil lalu, karena akan membuat kita tidak paham sepenuhnya isi beritanya, orang yang tidak paham sepenuhnya tentang isi perintahnya menjadi sangat wajar jika kemudian ia tidak mungkin bisa taat untuk mengerjakannya. Itulah sebabnya kita harus biasakan Hipako, yaitu mendengar dengan seksama perintah firman untuk memahami sepenuhnya.

Orang yang sepenuhnya paham secara natural pasti segera akan lakukan itu perintah, tidak ada orang yang paham betul isi perintahnya tetapi kemudian melibat tangan berdiam diri saja. Kelakuan taat hanya akan muncul ketika seseorang memahami betul perintah yang ia terima. Dalam setiap Tuhan mengajar, Tuhan katakan barang siapa bertelinga hendaklah ia mendengar, hal ini sampai 12 kali ditulis dalam Perjanjian Baru. Mengapa hal ini mesti disinggung oleh Tuhan ? Karena pada kenyataannya meski punya telinga tetapi tidak semua dipakai untuk mendengar dengan sungguh-sungguh.  

Kata mendengar dalam bahasa Yunani: AKOE yang artinya kamu harus mendengarkan untuk kepentingan pemahaman yang benar, karena dari pemahaman yang benar inilah akan muncul dorongan untuk taat.

2. Mendengarkan perintah dengan seksama untuk kepentingan memahami dan mengambil posisi dibawah.
Jadi jelas harus ada tiga hal ini, dengarkan dengan seksama perintah Tuhan, pahami dengan benar, dan tempatkan diri kita pada posisi dibawah Tuhan yang memberi perintah. Baru kita dapat mengerjakan keselamatan kita.  Yang menjadi masalah dalam hidup manusia adalah, menempatkan Tuhan dibawah kita yang diatas. Tuhan kita paksa untuk memenuhi kemauan kita atau Tuhan ditempatkan sejajar dengan kita, maka kita hanya akan pilih-pilih perintah yang menyukakan kita lakukan, tetapi yang tidak menguntungkan kita tolak. Tetapi jika kita selalu ada diposisi dibawah, kita tidak ada alasan membantah perintah Allah yang diatas kita. Ini modal utama yang harus kita miliki, supaya kita pada akhirnya dapat mengerjakan keselamatan. Tanpa ketaatan akan teramat sulit kita mengerjakan keselamatan, meskipun tahu bahwa mengerjakan keselamatan adalah kehendak Tuhan.

“Karena itu tetaplah Kerjakan keselamatanmu.” Kata kerjakan dalam Yun KATERGAZOMAI, sedang kata keselamatan SOTERIA.

KATERGAZOMAI – Tampilkanlah keluar bentuk dari keselamatan (Soteria). Kedua Tampilkanlah keluar hasil dari keselamatan. Jadi keselamatan itu tidak untuk disimpan hanya menjadi milik dan rahasia kita saja, tetapi keselamatan itu harus ditampilkan keluar. Apanya yang harus ditampilkan? Pertama bentuknya, kedua hasilnya. Ini yang dimaksud dari kata Kerjakan atau Katargazomai.

Sekarang SOTERIA atau keselamatan, artinya Kehidupan selamat. Kehidupan selamat sebagai murid Yesus atau Kristen sejati. Kehidupan selamat dimana kita merdeka dari tipu daya si jahat. Kebanyakan orang percaya gagal taat karena kena tipu daya si jahat, hasilnya dosa. Dosa memiliki arti  tidak tepat sasaran (Mist the point) semua orang yang hidup dalam kebenatan tepat sasaran, tetapi semua orang yang berbuat dosa ia tidak tepat sasaran karena ia ditipu oleh si jahat.

Semua berita yang Yesus sampaikan semuanya menunjuk kepada hakikat hal Kerajaan Sorga, yaitu mengembalikan segala sesuatu kepada kebenaran, sehingga orang dapat terbebas dari tipu muslihat Iblis. Setan itu dikenal sebagai bapak pendusta. Usianya jauh diatas sejarah manusia, ia sangat mahir betul dalam soal menipu, itulah sebab sejak dari jaman kejatuhan manusia pertama sampai sekarang semakin banyak orang jatuh dalam dosa karena tipu dayanya. Orang yang sudah diselamatkan adalah orang yang seharusnya sudah bebas dari tipu daya si jahat.

Matius 5:38. – Kamu telah mendengar firman : Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

Konsep ini sering dipakai oleh Iblis untuk menipu kita sehingga kita melakukannya. Sebenarnya konsep firman dari hukum Taurat ini, diberlakukan bagi orang yang melakukan kejahatan, Tuhan akan timpakan hukum yang sama untuk pelakunya, bukan mengajarkan kita untuk balas demdam, tetapi Iblis akan terus gunakan hal ini agar manusia terus terpenjara oleh tipu muslihatnya. Untuk itulah Yesus meneruskan perintah itu dengan firman-Nya di ayat selanjutnya.

Mat 5:39 – Tetapi Aku berkata kepadamu janganlah kamu melawan org yang berbuat jahat kepadamu,
Ay.44-Tetapi kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Rasul Paulus memberikan kolerasi dalam hal ini melaui surat dalam Roma 16:19 – Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap yang jahat.

Kata Bijaksana dalam ayat ini dalam bahasa yunani – SOPOS, artinya menjadi ahli, mahir dalam apa yang benar. Arti yang kedua : Intelektual kamu menjadi semakin bijak  untuk dapat membedakan mana yang jahat dan mana yang benar. Karena pada kenyataan banyak orang percaya masih belum bisa bedakan mana tangan kanan dan mana tangan kirinya, ada dosa kecil ada dosa besar, ini tidak boleh  tapi yang itu boleh, sehingga banyak orang mengaku pengikut Yesus, tetapi kehidupannya mendua hati.

Kata bersih dalam ayat ini dalam bahasa yunani -AKERARIOS , artinya merdeka dari tipu muslihat Iblis.

Kata Iblis mencobai Yesus dalam Alkitab, itu artinya bukan Iblis sedang menganggu Yesus dengan cobaan, tetapi arti yang sebenarnya adalah Iblis sedang mengorek apa sebenarnya isi dari Pribadi Yesus. Ternyata isi dari Yesus sepenuhnya adalah Firman sehingga tidak berhasil ditipu Iblis dengan menggunakan firman juga.

Bagaimana kita dapat mempersenjatai pikiran kita dalam menghadapi tipu daya Iblis ?
Filipi 4:8 – Jadi akhiranya saudara-saudara, senua yang benar , semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manjs, semua yang sedap untuk didengar, sema yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.  

Ada delapan hal yang mulia yang harus ada dalam pikiran kita. Kata Pikirkanlah dalam bahasa Yunani ditulis – LOGISOMAI dari kalimat ini kemudian muncul kata Logika.

Kata Logizomai mempunyai arti jadikanlah semuanya itu, yaitu delapan hal yang mulia yang ditulis pada ayat itu sebagai inventaris dalam otakmu. Inventaris adalah kepemilikan kita dalam pikiran kita, yang jika kita kerjakan dalam mengatasi semua hal dalam hidup kita, itu akan menjadi karakter kita untuk mengerjakan keselamatan kita dalam takut akan Tuhan, dan terhindar dari tipu daya Iblis. Kita tetap ada dalam kemerdekaan, dan keselamatan kita tetap terjaga.

Arsip Catatan Khotbah