Kesempatan Mempergunakan Waktu Dengan Bijaksana – Oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 12 Januari 2025)

Efesus 5:15-16
Ayat 15 – Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
 Ayat 16 – dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Pendahuluan
Surat Efesus dikenal sebagai surat yang kaya dengan pengajaran teologis dan nasihat praktis. Dalam enam pasalnya, Paulus menguraikan dengan indah tentang rencana Allah yang kekal, identitas kita sebagai umat pilihan-Nya, dan bagaimana kita seharusnya hidup sebagai orang percaya. Surat Efesus ini menasehati orang-orang Yahudi yang percaya dan kita sebagai orang-orang non Yahudi, yang diberi kesempatan memperoleh kasih karunia di mana Allah menunjukkan bahwa kita umat Tuhan sudah menjadi satu karena bersatu dengan Kristus. Paulus memakai beberapa kiasan. Jemaat adalah seperti tubuh dengan Kristus sebagai kepalanya, atau seperti sebuah bangunan yang batu sendinya ialah Kristus, atau seperti seorang isteri dengan Kristus sebagai suaminya dan hamba kepada tuannya.

Paulus sangat terharu ketika mengingat akan rahmat Tuhan melalui Kristus, sehingga ungkapan-ungkapan yang dipakai dalam suratnya menunjukkan bahwa hatinya makin meluap dengan perasaan syukur dan pujian kepada Tuhan. Segala sesuatu ditinjaunya dari segi kasih Kristus, dari segi pengorbanan-Nya, pengampunan-Nya, kebaikan hati-Nya dan kesucian-Nya. Itu sebabnya kita yang sudah memperoleh kasih karunia ini seharusnya menggunakan kesempatan di tahun 2025, tahun yang baru ini di mana ada lembaran baru yang kita jalani bukanlah sekadar tentang menjalani hari demi hari, tetapi tentang menjalani hidup yang penuh makna, selaras dengan kehendak Tuhan di tengah kondisi hari-hari ini jahat.

Ungkapan “hari-hari ini adalah jahat” memiliki makna yang dalam dan relevan bagi kehidupan kita. Secara khusus, ungkapan ini merujuk pada kondisi dunia pada masa itu, yang juga mencerminkan tantangan dan dosa yang kita hadapi di masa kini, yang jika kita tidak mempergunakan waktu dengan bijaksana maka kita akan tergoda, terjerumus dan binasa di dalam hari yang jahat tersebut.

Surat Efesus mencantumkan beberapa jenis dosa yang harus dijauhi oleh orang percaya. Dosa-dosa ini menunjukkan perilaku, sikap, dan tindakan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Berikut beberapa jenis dosa yang disebutkan:

1. Dosa Perilaku dan Moral

  • Percabulan, kecemaran  dan keserakahan
    Efesus 5:3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik : tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
    Paulus memperingatkan agar orang percaya tidak terlibat dalam perbuatan tidak bermoral seperti percabulan atau tindakan yang najis yang mencemarkan kekudusan dan keserakahan dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala karena mengutamakan harta dunia daripada Allah.
  • Pencurian
    Efesus 4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
    Paulus meminta orang percaya yang sebelumnya mencuri untuk berhenti melakukannya dan bekerja keras demi memberi manfaat kepada sesama.

2. Dosa Perkataan

  • Kata-kata kotor, bodoh, dan sembrono
    Efesus 5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
    Paulus menegaskan pentingnya menjaga perkataan agar membangun bukan menghancurkan atau menghina.
  • Kebohongan
    Efesus 4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    Paulus menekankan pentingnya berkata jujur, sebab kebohongan tidak sesuai dengan kebenaran Allah.

3. Dosa Hubungan Antar Sesama dan Allah

  • Pahit hati dan dendam
    Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
    Rasa benci dan keinginan membalas dendam adalah dosa yang harus ditinggalkan. Sebaliknya, Paulus mendorong pengampunan sebagai wujud kasih.
  • Tidak tundukan kepada Allah, Efesus 5:6-7
    Paulus memperingatkan agar tidak hidup seperti anak-anak durhaka yang menolak kehendak Allah dan berada di bawah murka-Nya.
  • Penyembahan berhala (Efesus 5:5)
    Mengutamakan hal-hal duniawi atau materi melebihi Allah dianggap sebagai penyembahan berhala.
  • Ikut ambil bagian dalam perbuatan kegelapan (Efesus 5:11)
    Paulus meminta orang percaya untuk tidak bersekutu dengan perbuatan dosa, melainkan mengekspos dan menjauhinya.

Inilah ungkapan hari-hari ini adalah jahat dan keadaan sekarang justru lebih jahat. Itu sebabnya suatu pesan, peringatan yang disampaikan oleh Gembala di awal tahun yaitu “menjalani hidup dengan bijaksana” dan bagian selanjutnya bagaimana ditengah kejahatan yang merajalela justru kesempatan kita untuk mempergunakan waktu dengan bijaksana dengan cara hidup.

Pesan Firman Tuhan dalam surat Paulus kepada jemaat untuk menghindari dosa yaitu dengan cara hidup bijaksana:
1. Hidup dalam terang
Orang percaya diminta hidup sebagai anak-anak terang, yang menghasilkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran Efesus 5:8-9 Memang dahulukamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,

Ay.9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.

Arti “terang” dalam konteks ini:

  • “Kamu adalah terang dalam Tuhan.” Identitas baru dalam Kristus.

Dahulu hidup orang percaya berada dalam kegelapan, melambangkan dosa, ketidaktahuan, dan keterpisahan dari Allah. Ketika seseorang menjadi pengikut Kristus, mereka menjadi “terang di dalam Tuhan,” yaitu hidup mereka mencerminkan karakter Allah.

  • “Hidup sebagai Anak-Anak Terang.” Perubahan nyata dalam perilaku dan sikap.

Hidup dalam terang berarti hidup sesuai dengan kehendak Allah, menjauhi dosa, dan menunjukkan perubahan nyata dalam perilaku dan sikap.

  • “Buah Terang” Kebaikan, Keadilan, dan Kebenaran

Kehidupan dalam terang menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan karakter Allah.

  • Kebaikan: Kasih yang diwujudkan dalam tindakan kepada sesama.
  • Keadilan: Hidup dalam kejujuran, integritas, dan sesuai dengan kebenaran Allah.
  • Kebenaran: Memiliki hubungan yang benar dengan Allah dan hidup sesuai dengan firman-Nya.

Dunia boleh jahat tetapi kesempatan kita hidup dalam terang menunjukan identitas kita, perlihatkan perubahan yang nyata sebagai anak terang dan hasilkan buah kebaikan, keadilan dan kebenaran.

2. Berjalan dalam ketaatan dan kasih
 Efesus 5:1-2 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Ketaatan dan kasih, yang dijelaskan tersebut melalui teladan Kristus.

  • Ketaatan seperti anak-anak kekasih

Ketaatan disini bukan hanya kepatuhan mekanis, tetapi lahir dari kasih dan hubungan sebagai anak-anak kekasih atau anak Allah yang telah ditebus. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup dengan identitas sebagai anak-anak yang dikasihi Allah. Ketaatan kita adalah respon terhadap kasih Allah yang besar, bukan karena paksaan atau rasa takut. Yakobus 1:22

  • Keteladanan ketaatan Kristus:
  • Kristus adalah teladan sempurna dalam ketaatan kepada Bapa. Dia taat hingga menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib (Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib).
  • Hidup dalam kasih seperti Kristus
  • Hidup dalam Kasih:

Hidup dalam kasih berarti menjalani kehidupan yang mencerminkan kasih Allah kepada sesama. Ini mencakup tindakan, sikap, dan pikiran kita yang dipenuhi dengan belas kasih, pengampunan, dan kerendahan hati. Yohanes 13:34-35

  • Kasih Kristus sebagai teladan:
  • Kristus mengasihi kita dengan kasih yang tidak bersyarat, penuh pengorbanan, dan aktif. Kasih itu diwujudkan melalui:

Pengorbanan Diri: Kristus menyerahkan diri-Nya sebagai persembahan bagi Allah, menunjukkan bahwa kasih sejati membutuhkan pengorbanan.

Persembahan yang harum: tindakan kasih Kristus menyenangkan hati Allah. Kasih yang kita tunjukkan juga seharusnya menjadi “persembahan” yang menyenangkan Allah. Efesus 5:2

Dunia semakin jahat tetapi justru kesempatan kita pergunakan waktu dengan kita menunjukkan ketaatan dan kasih kita sebagaimana Kristus yang telah meninggalkan teladan kasih dan ketaatanya

3. Dipenuhi oleh Roh
Memiliki hubungan yang dekat dengan Roh Kudus akan membantu kita melawan dosa dan hidup sesuai kehendak Allah.

Efesus 5:17-18 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.

KONTRAS ANTARA MABUK DAN PENUH DENGAN ROH

  • Jangan mabuk oleh anggur:
    • Mabuk anggur melambangkan kehidupan yang dikendalikan oleh hawa nafsu, keinginan daging, dan perilaku yang tidak terkendali.
    • Mabuk juga menggambarkan hilangnya kendali atas pikiran, perasaan, dan tindakan, sehingga seseorang tidak dapat hidup sesuai kehendak Allah.
  • Hendaklah penuh dengan Roh:
    • Sebagai kontras, dipenuhi dengan Roh Kudus berarti hidup kita dikendalikan, dipimpin, dan dipenuhi oleh kuasa Allah melalui Roh-Nya. Ini bukan hanya pengalaman sesaat, tetapi suatu gaya hidup yang terus-menerus mencari hubungan intim dengan Allah.

Apa Artinya “Penuh dengan Roh”?

  • Hidup yang Dikuasai oleh Roh Kudus:
    • Roh Kudus bekerja di dalam kita untuk mengubah karakter, pikiran, dan tindakan kita agar selaras dengan kehendak Allah (Galatia 5:22-23, buah Roh).
    • Menjadi “penuh dengan Roh” berarti menyerahkan kendali hidup kita kepada Roh Kudus, sehingga Dia dapat memimpin dan bekerja melalui kita.
  • Kehidupan yang Berpusat pada Kehendak Tuhan:
    • Ayat sebelumnya (ayat 17) menekankan pentingnya memahami kehendak Tuhan. Orang yang dipenuhi Roh Kudus memiliki pengertian tentang kehendak Allah dan kekuatan untuk melakukannya.

Dunia semakin jahat tetapi kita harus lebih punya kerinduan dipenuhi Roh Kudus dimana Roh Kudus yang memenuhi, memimpin, mengubah kehidupan kita dan menolong kita untuk tetap mengerti dan melakukan kehendak Allah.

4. Menggunakan perlengkapan senjata Allah
Efesus 6:10-12 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Paulus menyampaikan pesan penutup dengan mengingatkan bahwa kekuatan kita bukan berasal dari diri sendiri, tetapi dari Tuhan. Kita hanya dapat menang dalam peperangan rohani jika kita mengandalkan kuasa Allah.

Perlengkapan senjata Allah adalah simbol dari sumber kekuatan rohani yang Allah sediakan untuk umat-Nya dalam menghadapi serangan rohani. Ini meliputi berbagai aspek kehidupan iman yang dirinci dalam ayat-ayat berikutnya (Efesus 6:14-17). Namun, ayat 10-12 memberikan dasar penting bahwa perlengkapan ini diperlukan.

“Tipu muslihat Iblis” mencakup berbagai cara yang digunakan oleh Iblis untuk menjatuhkan orang percaya, seperti penipuan, godaan, dan serangan yang halus. Perlengkapan ini membantu kita bertahan dan tetap teguh dalam iman. Tipu muslihat ini sering kali berupa godaan, kebohongan, atau serangan yang bertujuan untuk melemahkan iman kita.

– Kesadaran akan pertempuran rohani: Kita perlu menyadari bahwa hidup Kristen adalah pertempuran rohani, sehingga mempersiapkan diri dengan perlengkapan Allah adalah kebutuhan mendesak.
– Bergantung pada kekuatan Tuhan: Dalam setiap tantangan, kita tidak bisa mengandalkan kekuatan sendiri. Tuhan adalah sumber kemenangan kita.
– Melawan tipu muslihat Iblis: Penting untuk mengenali taktik musuh, seperti godaan, keraguan, atau ketakutan, dan melawannya dengan iman, doa, dan firman Tuhan.

Tuhan menyediakan perlengkapan rohani yang lengkap untuk melindungi kita dari tipu muslihat Iblis.

Mengenal senjata Allah
1. Ikat pinggang kebenaran (Efesus 6:14)
Ikat pinggang melambangkan integritas dan kebenaran. Hidup dengan kebenaran memberi kekuatan untuk melawan kebohongan dan tipu daya musuh.

2. Baju zirah keadilan (Efesus 6:14)
Baju zirah melindungi hati, yang merupakan pusat emosi, kehendak, dan pikiran. Keadilan Allah yang diterima oleh iman melindungi hati dari tuduhan dan serangan Iblis.

3. Kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera (Efesus 6:15)
Kasut ini melambangkan kesiapan untuk membawa kabar baik tentang damai sejahtera yang berasal dari Injil Kristus. Injil memberi keteguhan dan arah dalam perjalanan rohani.

4. Perisai iman (Efesus 6:16)
Perisai melindungi dari panah api musuh, yang melambangkan serangan, godaan, dan keraguan yang dilemparkan oleh Iblis. Iman kepada Allah adalah perlindungan utama terhadap semua itu.

5. Ketopong keselamatan (Efesus 6:17)
Ketopong melindungi pikiran, memastikan kita tetap percaya pada keselamatan yang diberikan Allah. Pikiran yang dipenuhi keyakinan akan keselamatan menolak kebohongan dan keputusasaan.

6. Pedang Roh, yaitu firman Allah (Efesus 6:17)
Pedang adalah satu-satunya senjata ofensif dalam daftar ini. Firman Allah adalah senjata untuk menyerang dan mengalahkan musuh dalam peperangan rohani.

7. Doa dalam Roh (Efesus 6:18)
Walaupun tidak digambarkan sebagai bagian dari senjata fisik, doa adalah bagian penting dalam peperangan rohani. Berdoa dengan tekun dan waspada memberi kekuatan dan hubungan dengan Allah.

Iblis dapat menyerang kita kapan saja, melalui keadaan dunia yang semakin jahat ini justru kesempatan untuk kita mempergunakan fasilitas yang Allah berikan untuk kita mengalahkan iblis dan mengalami kemenangan bersama dengan Allah.

Kesimpulan
Jika kita memperoleh kasih karunia yang luar biasa dari Yesus dan masih hidup di tahun 2025 itu adalah Kesempatan untuk kita mempergunakan waktu dengan bijaksana di hari-hari yang jahat ini untuk hidup di dalam terang, berjalan dalam ketaatan dan kasih, dipenuhi oleh Roh dan mempergunakan perlengkapan senjata Allah sehingga kita dapat melewati hidup dengan penuh kemenangan.

Arsip Catatan Khotbah