Kita sudah dengar Firman Allah minggu lalu oleh Gembala, yaitu menjalani hidup dengan bijaksana. Tahun baru bagaikan lembaran kosong yang harus diisi dengan cara hidup yang benar, tidak seperti cara hidup dunia.
Disana dikatakan bahwa kita punya tanggung jawab mengisi hari-hari seperti kita diberi buku atau lembaran kosong sebanyak 365 halaman. Dan itu sebagai kesempatan bagi kita sebab itu merupakan anugrah yang Tuhan berikan. Kalau kita melakukan hal tersebut maka akan ada janji Tuhan digenapi dalam hidup kita. Ada petunjuk dari Firman Allah, sehingga kita tidak salah melakukannya. Pagi ini juga, saya mengangkat tema yang sama, yaitu “Hidup Bijaksana Sebagai Anak Tuhan.”
Pendahuluan
Sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk hidup bijaksana, yaitu hidup yang mencerminkan kehendak Allah dan memuliakan Dia.
Hidup bijaksana sebagai anak-anak Allah adalah memiliki cara hidup yang sama seperti Allah, yaitu bertindak dengan hikmat serta pengertian dan pengetahuan yang benar untuk mengisi hari-hari yang kita jalani. Jadi apa yang Tuhan mau, itulah yang kita lakukan. Apa yang Tuhan perintahkan, itu yang kita perbuat.
Mari kita perhatikan Firman Allah.
Efesus 5:15 (TB) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
Seperti apa hidup bijaksana?
Orang yang hidupnya bijaksana adalah:
1. Mengutamakan kehendak Tuhan dan bukan kehendak sendiri.
Efesus 5:17 (TB) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Garis bawahi “janganlah kamu bodoh”, mengapa? Sebab orang bodoh tidak mau tahu dengan kehendak Tuhan. Tetapi orang bijaksana pasti memprioritaskan Tuhan diatas segalanya.
Contoh Hidup Bijaksana adalah Salomo (1 Raja-raja 3:5-12).
Ketika Salomo menjadi raja Israel, ia berdoa meminta hikmat kepada Allah. Ini menunjukkan dia mengutamakan Tuhan sebelum memberi keputusan sebagai seorang raja yang dipilih. Bisa saja Salomo bertindak atas kehendaknya sendiri, tetapi tidak dia lakukan, dia sadar bahwa Tuhanlah sumber segala hikmat-Nya.
Salomo memprioritaskan hikmat Allah di atas kekayaan dan kekuasaan. Contoh paling terkenal adalah keputusannya dalam memutuskan perkara dua perempuan yang memperebutkan seorang bayi (1 Raja-raja 3:16-28).
Pelajaran hidup buat kita
Hidup bijaksana berarti memiliki hati yang bergantung kepada Tuhan, memohon bimbingan-Nya dalam membuat keputusan, dan memprioritaskan kehendak-Nya. Mengutamakan rancangan Tuhan diatas rencana kita.
Yakobus 4:15 (TB) Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
Bukan kita yang menentukan masa depan kita, bahkan untuk mengetahui hari besok kita tidak bisa. Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Yakobus 4:14
2. Memiliki keberanian menolak perilaku jahat.
Efesus 5:15 (TB) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
Jadi salah satu dari cara hidup yang bijaksana menurut Alkitab adalah memiliki keberanian untuk tidak kompromi dengan kejahatan atau dosa. Orang bebal cenderung suka kompromi dengan dosa, bahkan lebih senang melakukan dosa.
Amsal 10:23 Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai.
Apakah ada contoh dalam Alkitab orang yang tidak kompromi dengan dosa? Banyak, salah satu contohnya yaitu Daniel, pasal 1,6.
Siapa yang tidak kenal dengan Daniel?
Daniel yang notabene hidup di tengah-tengah orang yang cenderung melakukan kejahatan, tapi ia tetap hidup benar dihadapan Tuhan, dengan cara tidak mau kompromi dengan dosa.
- Daniel menolak makanan raja yang dianggap tidak sesuai dengan hukum Allah.
- Daniel juga tetap berdoa tiga kali sehari meskipun tahu ada ancaman hukuman mati.
Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita punya keberanian? Atau kita anggap ini hanya dosa biasa, dosa kecil, jadi tidak apa-apa? Jika pola pikir kita seperti ini, maka kita bukanlah orang-orang yang bijak, apalagi mentaati setiap perintah Tuhan.
Pelajaran hidup buat kita
Mari hiduplah bijaksana, yaitu terus-menerus menjaga cara hidup hidup kita, kesetiaan kita kepada Allah meskipun kita menghadapi tekanan dari orang-orang yang ada disekitar kita, entah dari keluarga, tetangga, sesama jemaat, bahkan siapapun.
Beranilah berkata tidak dengan dosa atau kejahatan. Kalau ada yang mengajak kita berbuat dosa, dengan melakukan kecurangan, maka kita menolaknya.
3. Menggunakan kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Efesus 5:16 (TB) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Semua kita diberi kesempatan yang sama, tetapi tidak semua menjadi yang terbaik. Mengapa? Karena kita tidak memanfaatkan setiap kesempatan yang kita miliki.
Orang yang bijaksana adalah, orang yang selalu mencari dan menggunakan dengan sebaik mungkin kesempatan demi kesempatan yang dia dapatkan. Dia tidak akan pernah membuang apalagi menyia-nyiakannya. Ini yang seharusnya juga menjadi perhatian kita, bahwa jangan sampai kesempatan yang kita miliki tidak dimanfaatkan dengan sebaiknya.
Pelajaran buat kita:
Menggunakan kesempatan untuk menjadi lebih baik adalah:
- Kita harus hidup dalam pertobatan dan pembaruan diri.
Dalam Efesus 4:22-24, Paulus mengajarkan untuk meninggalkan manusia lama yang penuh dosa dan mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah. Ini berarti setiap kesempatan yang diberikan oleh Tuhan adalah peluang untuk bertobat, memperbaiki kesalahan, dan hidup lebih baik sesuai dengan kehendak-Nya. - Mengelola waktu dengan bijak
Dalam Efesus 5:15-16, kita diajak untuk hidup bijaksana, mempergunakan waktu dengan baik karena hari-hari ini jahat. Artinya, kita dipanggil untuk memanfaatkan setiap momen yang ada untuk bertumbuh dalam iman, kasih, dan pelayanan kepada sesama. - Berkarya dan melayani sesuai talenta
Dalam Matius 25:14-30 (Perumpamaan tentang Talenta), Tuhan mengajarkan pentingnya memanfaatkan apa yang telah dipercayakan kepada kita untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Dengan menggunakan talenta dan kemampuan yang diberikan Tuhan, kita dapat menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan nama-Nya.
Gunakanlah setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk kita bertumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan kehendak-Nya.
Penutup
Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada, Kolose 4:5. Ayat ini menekankan betapa pentingnya hikmat serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk kita menjadi berkat bagi orang lain. Kiranya kita semua diberi kesanggupan serta kekuatan untuk menjalani hidup yang bijaksana dan menyenangkan hati Tuhan. Amin.