KESEMPATAN KEDUA – oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 21 Januari 2024)

Lukas 13:6 -9

Pendahuluan
Kita bersyukur Tuhan telah menyertai kita memasuki tahun baru 2024, kini kita sudah ada di Minggu yang ketiga, bulan yang pertama tahun 2024. Tahun yang baru tentu tidak akan bebas dari masalah, ada banyak persoalan, tantangan yang akan kita hadapi. Namun di tengah-tengah kesulitan yang kita alami, Tuhan selalu memberi kesempatan kepada anak-anakNya. Jangan takut dengan besarnya kesulitan yang kita alami, tetapi lihatlah setiap pintu kesempatan yang Tuhan bukakan bagi kita.

Dari perumpamaan yang Tuhan Yesus sampaikan, marilah kita belajar tentang kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. 
Dikisahkan dalam perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, sudah tiga tahun ia datang mencari buah pada pohon ara ini tetapi ia tidak menemukannya. Akhirnya ia perintahkan kepada penggarap kebun untuk menebang pohon ara ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab penggarap itu: “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” 

Inilah yang disebut dengan KESEMPATAN. Seharusnya ini pohon ara ini sudah ditebang, karena tidak menghasilkan buah, tetapi oleh kebaikan hati sang tuan pemilik kebun anggur, ia mendapat kesempatan kedua hingga tahun depan. Dari sini kita dapat menarik beberapa pelajaran tentang kesempatan, yaitu:
1. HIDUP ADALAH KESEMPATAN UNTUK BERBUAH.
Ayat 6 
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. 

Sadarilah bahwa yang dicari oleh sang pemilik kebun adalah buah. Sang pemilik kebun tidak puas hanya melihat pohon yang besar atau daun yang lebat, sang pemilik dipuaskan hanya dengan buah yang dihasilkan. 

Setelah sekian lama kita hidup dalam dunia ini, apakah kita sudah menghasilkan buah dalam kehidupan kita? Apakah Tuhan menikmati dan merasakan buah yang kita hasilkan? Memberi buah bukan berarti hidup kita harus mewah atau menunggu kaya. Meski hidup kita sederhana kita dapat menghasilkan buah yaitu dengan cara membuat hidup kita berguna. Untuk berbuah tidak harus menjadi orang hebat, cukup jadikan hidup kita bermanfaat.

Filipi 1:22  
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 

2. KESEMPATAN MENJADI SIA-SIA JIKA TIDAK ADA BUAH YANG DIHASILKANNYA.
Ayat 7b, 
Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! 

Pohon ara ini sudah diberi kesempatan oleh sang pemilik kebun anggur. Sudah tiga tahun ia memberi kesempatan pohon ara ini tumbuh, tetapi ternyata ia tidak menghasilkan buah. Akibatnya harus di tebang.

Ketahuilah, kegagalan berbuah akan mendatangkan murka Allah. Percuma pohon ara ini diberi kesempatan jika tidak ada buah yang dihasilkan. Alkitab berkata: Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! 

Hidup ini tidak hanya berbicara tentang berapa lama kita hidup, tetapi apa yang sudah kita berikan kepada kehidupan. Untuk apa hidup panjang jika tidak ada yang kita hasilkan? Lihatlah kemarahan sang penilik kebun anggur. “Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!”

Mengapa pohon ara ini dianggap percuma?
Sebab ia hanya menyedot segala nutrisi dari dalam tanah, tetapi tidak menghasilkan buah? Sadarilah hidup ini menjadi sia-sia, percuma, tidak ada gunanya, jika hanya menerima, tanpa mau berbagi kepada sesama. Itu seperti pohon ara yang hanya menikmati sumber hara dari dalam tanah, tetapi tidak pernah menghasilkan buah. Ingatlah, kita diberi agar dapat berbagi. Kita dilimpahi berkat agar kita dapat menjadi berkat. Kita diampuni agar dapat mengampuni, kita dikasihi agar dapat mengasihi, bahkan mengasihi para pembenci.

3. KESEMPATAN KEDUA DIBERIKAN BERDASARKAN KEMURAHAN HATI TUHAN
Ayat 8-9  
Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” 

Inilah kemurahan hati dari sang tuan, ia memberi kesempatan kedua bagi pohon aranya. Sudah selayaknya pohon ara ini ditebang karena tidak menghasilkan buah, tetapi kemurahan hati sang tuan, memberinya kesempatan untuk kedua kalinya. 

Jangan sia-siakan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Jika kita masih dapat hidup di tahun 2024 ini, sadarilah ini adalah kemurahan TUHAN. Seharusnya kita sudah ditebang oleh sang tuan, sebab tidak ada buah yang kita hasilkan, tetapi oleh kemurahanNYA kita masih diberi kesempatan untuk hidup dan menghasilkan buah sampai saat ini.

Roma 2:4 
Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? 

4. KESEMPATAN KEDUA ADA BATASNYA
Ayat 8-9  
Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” 

Tuhan memang memberikan kesempatan kedua, tetapi ingatlah kesempatan kedua juga ada batasnya. Tidak selamanya pintu kemurahan Tuhan dibuka, ada saatnya pintu kemurahan Tuhan ditutup. Sebab itu bertobatlah sebelum terlambat.

Roma 11:22  
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.
Hati-hati, karena kesempatan kedua, bisa jadi itu adalah kesempatan terakhir.

Bagaiman cara menggunakan kesempatan kedua?
a. Gunakan setiap kesempatan dengan tindakan
Ayat 8  
Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 

Sang penggarap kebun anggur sadar bahwa ini adalah kesempatan yang diberikan oleh sang tuan, jika tidak digunakan maka kesempatan ini akan hilang. Untuk itulah dengan segala potensinya ia segera mencangkulnya dan memberikan pupuk kepadanya agar pohon ara ini tumbuh dan berbuah.

Ingatlah, kesempatan itu singkat. Jangan menunggu waktu yang tepat sebab kesempatan bisa berlalu dengan cepat. Banyak orang memiliki kesempatan, tetapi kesempatan tidak menghasilkan apa-apa karena hanya berpangku tangan. Kesempatan akan menjelma bentuknya menjadi keberhasilan jika diisi dengan tindakan. 

Pengkhotbah 11:4  
Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.
Jika kita takut mengambil peluang, kesempatan akan terbuang. Jika kita berani mengambil kesempatan, peluang akan terwujudkan.”

b. Fokuslah kepada kesempatan yang Tuhan bukakan.
Ayat 9  
mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” 

Fokuslah kepada kesempatan yang Tuhan bukakan, bukan tantangan yang dihadapkan. Sebab dimana ada harapan disana ada kesempatan. Petani kebun ini berkata: mungkin tahun depan ia berbuah. Petani ini memiliki harapan, bahwa tahun depan pohon ara ini akan menghasilkan buah. Karena itu ia tidak tinggal diam, ia segera memupuk dan merawat pohon ara ini. 

Tetaplah berharap kepada Tuhan atas setiap kesempatan yang Tuhan bukakan. Jangan abaikan sekecil apapun kesempatan yang Tuhan berikan, karena kesempatan-kesempatan kecil adalah jalan menuju kemenangan dan keberhasilan. 

Contoh: Daud saat menghadapi Goliat. Peluangnya kecil, tetapi peluang kecil yang terbuka adalah jalan mengalahkan Goliat.
Ingatlah, UNTUK MEMBUKA PINTU YANG HANYA BESAR HANYA DIBUTUHKAN SEBUAH KUNCI KECIL.

c. Kegagalan bukan akhir dari kehidupan, akan selalu ada kesempatan dan harapan yang TUHAN berikan.
Pohon ara ini sudah gagal menghasilkan buah. Tiga tahun berturut-turut sang tuan datang mencari buah tetapi tidak ada buahnya. Sudah sepatutnya ia ditebang, tetapi syukur ada kemurahan Tuhan. 

Seburuk apa pun masa lalu kita, sebesar apapun dosa yang telah kita lakukan, ingatlah jika kita masih hidup sampai saat ini itu artinya Tuhan masih memberikan kesempatan untuk berubah dan berbuah bagi kemuliaan nama Tuhan. Jangan pernah putus asa, bangkit dan kembalilah kepada Tuhan, percayalah DIA berkuasa untuk mengubahkan.

Petrus pernah gagal, Ia menyangkal Tuhan tiga kali, tetapi saat ia bertobat Tuhan pulihkan hidupnya dan memberinya kesempatan lagi untuk menjadi penjala manusia.

Mazmur 103:8,9  
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. 

Penutup
Tak seorangpun tahu kapan batas akhir hidup kita. Gunakan kesempatan dengan bijaksana, siapa tahu kesempatan kedua yang Tuhan berikan adalah akhir dari kehidupan. Mari bangkit! Berbuahlah bagi kemuliaan nama TUHAN. Tuhan memberkati. KJP!

Arsip Catatan Khotbah