KESEMPATAN UNTUK BERTUMBUH– Oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 4 Februari 2024)

2Petrus 3:18
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Pendahuluan
Datangnya tahun baru selalu memberikan kesempatan baru buat kita. Kesempatan memulai hal baru, kesempatan memperbaiki yang salah, kesempatan untuk mengejar apa yang belum tercapai dan kesempatan untuk mencoba sekali lagi setelah kegagalan terjadi. Namun pada kesempatan ini saya ingin mengajak kita belajar bahwa tahun baru adalah: “KESEMPATAN UNTUK BERTUMBUH SECARA ROHANI.”

Kepada jemaat Tuhan yang sedang mengalami banyak penderitaan dan aniaya yang tersebar di berbagai tempat rasul Petrus memberikan nasehat agar mereka bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan.


Mengapa umat Tuhan harus bertumbuh?

  • Bertumbuh adalah tanda kehidupan.
    Semua yang hidup itu bertumbuh, tetapi benda mati tidak pernah tumbuh. Gedung gereja ini sudah berusia 30 th lebih, tetapi dari dulu sampai sekarang tetap sama, tidak membesar atau mengecil, sebab ia mati, tidak bertumbuh. Tetapi makluk yang hidup akan bertumbuh.
  • Bertumbuh meningkatkan kekuatan
    Secara alami seiring pertumbuhan, maka kekuatan yang dimiliki makhluk hidup juga ikut bertumbuh. Makhluk hidup semakin besar semakin besar pula kekuatannya.
  • Bertumbuh adalah jalan menuju kedewasaan
    Pertumbuhan seharusnya tidak hanya membawa seseorang menuju penuaan tetapi juga kedewasaan. Sayangnya banyak anak TUHAN yang hanya menua tidak bertumbuh dewasa.


Awal dari Pertumbuhan
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Yohanes 12:24 

Pertumbuhan diawali dari benih yang ditanam. Tanpa menanam benih tidak akan pernah ada pertumbuhan yang terjadi. Semua tanaman yang tumbuh di sekitar kita, semua diawali dari benih yang ditaburkan, apakah itu dari biji tanaman atau batangnya. Apa yang kita tanam itu yang akan tumbuh. Maka tanamlah apa yang Anda harapkan tumbuh. Jika kita mengharapkan memetik buah jeruk, tanamlah biji jeruk. Itulah prinsip kehidupan. Kita hanya menuai dari yang ditanam. Dalam firman Tuhan memberikan tuntunan dan sekaligus peringatan tentang menanam dan menuai, misalnya:
Ayub 4:8 – Menabur kejahatan menuai kesusahan
Amsal 22:8 – Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana
Amsal 11:18 – Menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.

BENIH ROHANI

Kapan benih rohani ditanam dalam hidup kita? Benih rohani ditanam dalam diri seseorang yaitu pada saat kita percaya kepada YESUS KRISTUS sebagai TUHAN dan juru selamat pribadi. Saat kita mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan saat itulah benih rohani ditaburkan. (Roma 10:9-10)

Roma 10:9, 10 
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Jadi benih rohani ditanam dalam diri kita yaitu pada saat kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai TUHAN dan juru selamat pribadi. Proses saat kita menerma Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi kita inilah yang disebut kelahiran baru.

Apa itu kelahiran baru?
Ada beberapa istilah kelahiran baru dalam firman Tuhan, yaitu:

  • Dilahirkan oleh firman Allah/benih Ilahi
    1Petrus. 1:23
    “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, melalui firman Allah, yang hidup dan yang kekal”.
  • Lahir dari Allah
    Yohanes 1:13 
    orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

1Yohanes 3:9 
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Jika seseorang sudah menerima benih ilahi/rohani, mengapa masih berbuat dosa?
Yohanes 3:6 
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Hidup kita yang lama adalah hidup dalam daging. Hidup yang dari daging menghasilkan daging, dosa, kejahatan. Kedagingan akan memproduksi dosa, tetapi roh menghasil kehidupan baru yaitu buah roh.

Itulah sebabnya dalam kekristenan kita tidak cukup hanya mengalami kelahiran baru, benih ilahi, rohani harus ditumbuhkan dalam diri kita. Bagaimana caranya? Setelah kelahiran baru, kita harus masuk dalam baptisan air.

Mengapa harus mengikuti baptisan air?
a. Kehendak Allah,
Matius 3:15 
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.

b. Persekutuan dalam kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus
Roma 6:3-4 (TB) 
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.  

Melalui baptisan air, kita sedang membuat pernyataan iman yaitu mati dan menguburkan kehidupan yang lama (kedagingan, hawa hafsu, keduaniawian, kuasa dosa) lalu bangkit dalam kehidupan yang baru dalam Kristus.

Sayangnya banyak anak TUHAN yang hanya mengikuti PROSESI baptisan air tetapi tidak memahami ESENSI baptisan air. Sekedar mengikuti ACARA tetapi tidak menghayati MAKNA yang sesungguhnya. Hanya mengikuti baptisan secara RITUAL, tetapi kehilangan pengalaman secara SPIRITUAL Akibatnya mereka tidak mengalami perubahan hidup. Dari dulu sampai sekarang hidupnya sama saja. Menua di gereja tetapi tidak bertumbuh dewasa.

Di gereja mulutnya memuji Tuhan, di luar mulutnya penuh hinaan dan cacian. Di gereja menaikan syukur, tetapi di luar hidupnya ngawur. Di gereja ketemu orang sikapnya ramah, tetapi di luar sukanya marah-marah.

Sadarilah, keberanian kita menguburkan hidup yang lama adalah awal tumbuhnya kehidupan yang baru. Percayalah, akhir dari kematian daging, adalah awal kehidupan rohani.

Pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah: Sudahkah kita mati terhadap DOSA?

Seperti orang yang sudah mati tidak pernah tertarik dengan apapun lagi. Demikian juga dengan orang kristen yang sudah dibaptis, ia tidak tertarik lagi dengan dosa sebab ia sudah mati terhadap keinginan dosa. Sekarang tugasnya adalah menumbuhkan benih ilahi yang rohani didalam dirinya dengan cara membangun kebiasaan baru yang berkenan kepada Allah.

Penutup.
Tahun 2024, ini adalah tahun kesempatan kita untuk bertumbuh dalam iman dan kebenaran. Kalau saudara sudah dibaptis, maka pahamilah makna baptisan yang sebenarnya. Matikanlah benih dosa dari hidup yang lama, lalu tumbuhkanlah benih kehidupan baru yang dalam TUHAN. Kalau saudara belum dibaptis inilah kesempatan untuk mengikuti baptisan air, agar saudara diberikan kemampuan untuk menumbuhkan benih ilahi dan rohani dalam iman kita. Amin. Tuhan memberkati. KJP!

Arsip Catatan Khotbah