Bacaan Kisah Rasul. 3:1-10)
Menjawab pertanyaan yang sering dilontarkan yang bernada nyinyir dari beberapa orang yang imannya lemah, yang sering mengatakan bahwa cuma pinternya pendeta saja membuat penjabaran dari kisah di Alkitab untuk dikhotbahkan. Apa kata Alkitab tentang hal ini?2 Timotius 3:16 – “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
Dari ayat ini jelas dikatakan bahwa segala tulisan yang ada di Alkitab adalah ilham dari Tuhan, ditulis dengan tujuan untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Jadi baik kisah atau cerita, perumpamaan yang ditulis di dalamnya bukan hanya untuk memenuhi isi Alkitab saja tetapi mempunyai tujuan yang jelas. Demikian juga kisah orang lumpuh yang disembuhkan oleh kuasa Nama Yesus dalam Kisah Para Rasul 3:1-10 ini juga bermuatan untuk mengajak dan mendidik kita dalam kebenaran. Pengajaran apa yang dapat kita peroleh dari kisah ini, mari kita simak dan pelajari kisah ini.
PENDAHULUAN
- Kisah 3:2 – Orang yang lumpuh dalam kisah ini, sudah lumpuh dari lahirnya.
- Kisah 4:22 – Usianya lebih dari 40 th.
Jadi ia lumpuh bukan karena sebuah kecelakaan, tetapi sudah sejak dari lahirnya. Tidak disebutkan apakah ia masih punya orang tua atau sudah sebatang kara, namanyapun tidak disebutkan. Tidak ada seorangpun yang dapat menolongnya, selain dengan berbelas kasihan dengan memberinya sedekah. Ditinjau dari sudut manapun, orang ini mustahil disembuhkan. Tetapi di dalam nama YESUS selalu ada harapan, Nama yang tidak mengenal yang apa itu “mustahil”, karena bagi Nama Yesus tidak ada yang tidak mungkin apalagi mustahil. Orang lumpuh ini ditaruh di pintu gerbang indah menuju Bait Allah. Disebut pintu gerbang indah, karena pintu gerbang itu dibuat sebegitu indahnya.
DUA PEMANDANGAN YANG KONTRAS DI PINTU GERBANG INDAH
Di dalamnya ada Bait Allah, dimana umat Tuhan datang berhimpun menyembah Tuhan. Di pintu itu juga ada orang lumpuh yang selalu memohon belas kasihan dan meminta sedekah. Memang di jaman perjanjian lama orang yang cacat tidak diperbolehkan untuk masuk dalam ruang ibadah di Bait Allah, Imamat 21:18-20. Itulah sebabnya orang lumpuh ini hanya duduk di pintu gerbang saja selain mengemis, ia juga bisa ikut mendengar dari luar pujian dan penyembahan orang-orang yang beribadah dan juga pemberitaan Firman yang disampaikan, tetapi ia tidak mengalami sukacita ibadah dan menikmati indahya hadirat Allah.
GAMBARAN DARI KEADAAN GEREJA
Jangan sampai ada kontradiksi dalam gereja :
- Disatu sisi gereja adalah tempat keindahan dari : Persekutuan; Persaudaraan; Hadirat Allah dan Kuasa Allah.
- Namun disisi yang lain juga ada pemandangan yang tidak indah, yaitu ada : Perselisihan; Kepentingan diri sendiri ; Keributan dan hal yang lainnya yang tidak membangun.
Semua hal ini merupakan sisi lemah yang melumpuhkan gereja Tuhan, jika tidak dibereskan. Siapapun secara lahiriah bisa ada di dalam tempat ibadah, tetapi ia tidak dapat menikmati hadirat Tuhan, tidak dapat menikmati sukacita pujian dan penyembahan karena kerohaniannya lumpuh. Gereja tidak lagi menjadi gerbang indah yang membawa jiwa-jiwa kepada Yesus, tetapi menjadi bahan cibiran orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
Orang lumpuh yang merasa tidak punya harapan untuk sembuh, ia tidak lagi mencari pemulihan, tetapi beralih kepada hal-hal materi. Demikian juga dengan orang yang lumpuh secara rohani, akan teralihkan perhatiannya kepada perkara jasmani. Ketika tersentuh sedikit saja hal lahiriahnya, ia akan cepat tersinggung dan marah, dikarenakan oleh ego kedagingannya yang dominan, yang gampang marah, kecewa, dan tanpa memiliki pertimbangan atau penguasaan diri, semuanya disebabkan karena manusia rohaninya sedang lumpuh.
Sebagai gereja Tuhan di akhir zaman ini, kita harus bereskan kelumpuhan rohani jika ini terjadi dalam kehidupan kita. Kepahitan, kebencian, iri hati dan segala macam kejahatan yang menguasai pikiran dan hati kita ini yang dapat melumpuhkan kerohanian kita. Kebencian dan tidak mau mengampuni kesalahan orang lain ini akan melumpuhkan kasih kita; iri hati akan melumpuhkan kesatuan kita; dan banyak hal lainnya yang dapat melumpuhkan kerohanian kita. Adalah tugas kita untuk menjaga kehidupan kita untuk tidak lumpuh rohaninya, demikian juga kita harus menjaga gereja lokal kita dimana kita beribadah dari kelumpuhan. Ada banyak lini pelayanan di dalam gereja lokal kita, selain dari ibadah umum yaitu ada wadah Lansia, Pria, Wanita, Keluarga muda, Pemuda, Remaja dan Sekolah Minggu. Sebagai jemaat, kita harus jaga supaya jangan sampai lumpuh ibadah kita, maka dari itu berkontribusilah untuk menjadi pelayan di dalamnya sebagai pengurus wadah, jadi guru-guru sekolah minggu, dsb.
Dan sementara kita menjaga kehidupan rohani kita, kita juga berkontribusi dalam pelayanan gereja lokal untuk tidak lumpuh. Jangan menjadi jemaat yang menganggur, tetapi layanilah Tuhan sesuai kapasitas yang dimiliki.
TIGA SUDUT PANDANG
Dalam kisah orang lumpuh ini ada tiga sudut pandang dari masing-masing tokoh di dalamnya :
1. Pengemis yang lumpuh.
Ia melihat atau memandang Petrus dan Yohanes menuju Bait Allah, dan ada yang diharapkan dari mereka. Pelajaran yang dapat kita petik adalah bahwa pengikut Tuhan menjadi perhatian bagi orang dunia yang lumpuh, apakah hidupnya sudah alami perubahan sehingga membawa perubahan. Mereka membutuhkan pertolongan, karena tidak mungkin orang lumpuh menolong orang yang lumpuh. Untuk kita dapat dipakai Tuhan untuk menolong dan mengubahkan mereka, maka kita dulu yang harus alami perubahan hidup dan bebas dari kelumpuhan karena dosa.
2. Pandangan Petrus dan Yohanes.
Mereka memandang pengemis lumpuh ini dengan pandangan rohani / illahi. Pengemis ini minta uang sedekah, tetapi Petrus dan Yohanes melihat dalam diri pengemis itu ada kebutuhan yang lebih penting yaitu pemulihan atau keselamatan di dalam NAMA TUHAN YESUS. Adalah baik bagi kita untuk memperhatikan keperluan orang lain dalam hal materi, tetapi jangan lupa akan kebutuhan yang hakiki dari setiap pribadi manusia yang belum kenal Tuhan, yaitu kebutuhan akan keselamatan yang kekal dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS.
3. Pandangan orang banyak.
Mereka melihat bahwa hal yang mustahil menjadi tidak mustahil oleh kuasa NAMA YESUS. Orang yang lumpuh itu berdiri dan berjalan. Mereka turut masuk ke Bait Allah untuk memuji Tuhan, bahkan seluruh penduduk juga turut memuji Tuhan. Kis.3:9-10.
Perubahan yang terjadi dalam diri orang yang lumpuh menjadi dapat berjalan karena kuasa Nama Tuhan Yesus, dan ini menjadi kesaksian dan menarik banyak orang untuk datang kepada Yesus. Hal apa yang masih lumpuh dalam kehidupan kita? Mungkin ada persoalan, pencobaan, atau pergumulan hidup yang membuat lumpuh hidup kita, mungkin dalam pekerjaan / usaha, kesehatan, rumah tangga, persekolahan, dsb. Namun percayalah Nama Tuhan Yesus berkuasa untuk memulihkan segala hal yang melumpuhkan kehidupan kita. Miliki kuasa Nama Yesus dalam kehidupan kita, jangan ada lagi yang lumpuh dalam kehidupan kita.