Pendahuluan
Judul perikop 1 Petrus 2:1-5 adalah “Yesus Kristus Batu Penjuru.” Ini berarti bahwa Yesus ialah satu-satunya batu dasar atau fondasi untuk pembangunan sebuah rumah rohani.
Sebutan lain untuk rumah rohani ini adalah: Tempat Kediaman Allah; Gereja Tuhan; Bait Kudus Allah. Istilah-istilah ini bukan bicara soal gedung atau bangunan fisik tetapi bicara tentang bangunan rohani yaitu tempat kediaman Allah yaitu perhimpunan orang-orang percaya.
Matius 18:20
Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, disitu Aku ada ditengah-tengah mereka.
Jadi ketika dua atau tiga orang percaya berhimpun dimanapun juga di dalam nama Yesus, maka di situ Tuhan Yesus hadir bersama mereka. Kehadiran Tuhan bukan karena tertarik dengan musik, acara, bangunan atau hal lainnya, Ia hadir karena tertarik dengan umatNya. Itulah sebabnya betapa pentingnya setiap orang percaya, pribadi lepas pribadi bertumbuh sehingga menjadi batu yang dipilih Allah untuk dipergunakan bagi pembangunan rumah rohani. Seperti bangunan gereja ini yang dibangun dari banyak batu. Di bagian bawah yang tak terlihat ada fondasi sebagai dasar bangunan, kemudian di atas pondasi dibuatlah tembok yang terdiri dari banyak batu yang terpilih. Demikian halnya dengan anak-anak Tuhan, kita juga harus menjadi batu yang terpilih, yang berguna untuk kemuliaan Tuhan.
SYARAT UNTUK DIPAKAI ALLAH
Kalau kita ingin dipilih Allah menjadi batu rohani yang dipakai Allah untuk membangun bangunan rohani maka yang perlu kita lakukan adalah:
1 .Buanglah segala kejahatan
1 Petrus 2:1
Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
Kata “buanglah” disini sama artinya dengan kata “buanglah” yang terdapat dalam Kolose 3:8. Dimana arti kata “buanglah” adalah seperti baju yang kita pakai, lalu kita tanggalkan diganti dengan baju yang baru. Itu sebabnya Firman Tuhan mengajarkan kita untuk terus menanggalkan segala kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Sebelum kita percaya Yesus, kita tidak bisa melepaskan diri dari dosa yang kita buat. Namun, oleh iman kepada Yesus, kita bebas dari dosa dan kita menjadi pengikut Yesus. Tapi kita harus terus waspada, sebab iblis akan terus berusaha untuk menjerat manusia dalam dosa. Maka dari itu, kita harus aktif untuk terus membuang dosa-dosa yang ingin disodorkan iblis kepada kita.
2. Jadilah seperti bayi yang baru lahir
Jadilah seperti bayi disini bukan berbicara tentang menjadi bayi dalam pengiringan kepada Tuhan. Sebagai anak-anak Allah kita harus dewasa dalam pengiringan kepada Tuhan, bukan menjadi kanak-kanak dalam iman. (Efesus 4:13) Namun yang dimaksud menjadi bayi yang baru lahir disini adalah tentang kerinduan kita akan firman Allah. Kerinduan kita akan firman Allah harus tetap seperti bayi yang selalu rindu air asi yang murni dari ibunya. Demikianlah kita seharusnya benar-benar hanya merindukan kebenaran firman Tuhan yang murni dan sejati, bukan firman Tuhan yang hanya untuk memuaskan telinga.
3. Datanglah kepada-Nya batu yang hidup.
1 Korintus 10:3-4
Mereka semua makan, makanan rohani yang sama dan mereka semua minum, minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.
Batu yang dipukul oleh Musa, ternyata batu itu senantiasa mengikuti perjalanan Musa dan rombongan bangsa Israel. Selama 40 tahun berjalan di padang gurun mereka tidak pernah kekurangan makanan dan minuman sebab setiap hari Allah memberikan Mana (Roti Sorgawi) dan air yang keluar dari batu yang mengikuti mereka.
Apabila dalam perjalanan bangsa Israel membutuhkan air, mereka tinggal berkata kepada batu yang hidup itu, maka batu itu akan mengeluarkan air. Batu yang mengeluarkan air ini adalah gambaran Tuhan Yesus Kristus, sedangkan air yang memancar dari batu itu adalah gambaran Roh Kudus.
Demikian juga dengan kita, ketika kita memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, maka dimanapun kita berada, dalam segala aktifitas, kita dapat berkata kepadaNYA secara pribadi untuk meminta air hidup itu, maka Tuhan akan memenuhi apa yang kita perlukan. Artinya jika kita ingin dipakai Tuhan menjadi batu yang hidup yang dipergunakan dalam rumah yang rohani, maka kita harus mengijinkan Roh Kudus untuk memperbaharui roh kita, agar kita menjadi gereja yang sempurna.
4. Dipergunakan sebagai batu yang hidup
Rasul Petrus mengingatkan kita, kalau kita ingin dipilih dan dipakai Tuhan sebagai batu yang hidup dalam pembangunan rumah Tuhan, maka kita harus bertumbuh menjadi jemaat yang benar-benar berkualitas di mata Tuhan. Untuk menjadi batu yang berkualitas kita harus bersedia diproses oleh Tuhan. Cara Tuhan memproses hidup kita dapat kita lihat dari cara Salomo membangun bait Allah.
PEMBANGUNAN BAIT SALOMO – 1 Raja-Raja 5: 17-18
Untuk mengambil batu-batu pilihan, yang terbaik dan berkualitas guna pembangunan bait Allah, Salomo memakai berbagai macam tukang. Adapun tukang-tukang yang dipakai Salomo adalah:
1). Tukang-tukang Salomo
Tukang-tukang Salomo adalah gambaran tentang hamba-hamba Tuhan yang dipilih dan dipercaya oleh Tuhan untuk menempa dan membentuk anak-anak Tuhan dengan Firman Allah agar menjadi jemaat yang berkualitas (Galatia 1:9,10)
2). Tukang-tukang Hiram
Raja Hiram adalah sahabat raja Daud sampai Salomo menjadi raja. Tukang-tukang Hiram ini sebagai gambaran rekan, teman, sahabat, relasi, kenalan kita yang dipakai Tuhan untuk membentuk dan menempa kita agar kita menjadi mulia.
Amsal 27:17 – Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
3). Tukang atau Orang Gebal
Jika kita membaca Mazmur 83:7-8, orang Gebal adalah musuh umat Israel. Sebagai orang percaya, kita tidak mempunyai musuh sebab musuh kita bukanlah darah dan daging, tetapi roh-roh jahat diudara. Namun demikian selalu ada orang-orang memusuhi kita. Jika saat ini ada orang yang memusuhi kita, ketahuilah bahwa mereka diijinkan Tuhan untuk membentuk dan menempa kita agar menjadi serupa dengan Kristus.
Penutup
Bersiaplah menjalani proses pembentukan Tuhan, agar kita dipilih menjadi batu mulia yang digunakan untuk pembangunan tempat kediaman Allah. Meski mengalami rasa sakit, relakanlah hatimu untuk dibaharui dari hari ke hari, sampai kita didapati sempurna dihadapanNya dan layak untuk digunakan batu hidup bagi pembangunan rumah rohani. Tuhan memberkati.