KUAT MENANGGUNG SEGALA SESUATU – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1, 2 – Minggu, 9 November 2025)

Kolose 1:9 “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada henti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.”

Kolose 1:10 “sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,”

PENDAHULUAN
Kolose 1:9-10 menjelaskan bahwa Yesuslah satu-satunya yang sanggup memindahkan kita dari maut kepada  hidup. Dan oleh Yesus (Hikmat Allah) kita mengetahui kehendak Allah, layak dan berkenan di hadapan Allah sehingga kita jadi kuat dan kita sanggup menanggung segala sesuatu.

JEMAAT YANG KUAT
Mengapa kita harus menjadi jemaat yang kuat? Karena kita hidup di akhir zaman. Disatu sisi kita dituntut untuk jadi “Pengikut Yesus Yang Sejati.” Tetapi di sisi lain kita menghadapi dunia yang semakin hari semakin sulit atau jahat yang mengancam kerohanian kita. Bagaimana caranya agar kita kuat dan tidak terseret oleh daya tarik dunia yang jahat ini? Bagaimana dan seperti apa keadaan dunia di akhir zaman ini?

2 Tim. 3:1-5 berkata kepada kita tentang keadaan dunia di akhir zaman sebagai berikut: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.”
Manusia akan…
(1) mencintai dirinya sendiri dan menjadi…
(2) hamba uang. Mereka akan
(3) membual dan
(4) menyombongkan diri, mereka akan jadi
(5) pemfitnah, mereka akan
(6) berontak terhadap orang tua dan
(7) tidak tahu berterima kasih,
(8) tidak memperdulikan agama,
(9) tidak tahu mengasihi,
(10) tidak mau berdamai,
(11) suka menjelekkan orang, 
(12) tidak suka yang baik,
(13) suka mengkhianat,
(14) tidak berpikir panjang,
(15) berlagak tahu,
(16) lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

DAMPAKNYA
Apa yang akan kita alami, kalau kita kehilangan sifat-sifat Ilahi dalam diri kita?

Lukas 15:8-10 – “Tentang Dirham Yang Hilang”
Kalau kita pelajari dengan saksama, 3 (tiga) perumpamaan dalam Lukas 15, sebenarnya satu kesatuan, yaitu membahas tentang “Tiga Tingkat Kekristenan.”

Lukas 15:1-7 Domba yang hilang (Kristen kualitas domba atau anak-anak).
Lukas 15:11-32 Anak yang hilang (Kristen orang muda atau cenderung bersuka-suka)
Lukas 15:8-10 Dirham yang hilang (Kristen Dewasa atau Calon Mempelai).

1Yohanes 2:14-16

  • Kristen Kanak-kanak.
  • Kristen Orang Muda.
  • Kristen Bapa.

KRISTEN DOMBA (KRISTEN KANAK-KANAK)
Lukas 15:1 Yesus melayani pemungut  cukai dan orang berdosa yang ingin mendengarkan ajaran Yesus.
Kristen Domba atau Kristen Kanak-kanak (1 Yohanes 2:14a) adalah kristen pemula (orang yang baru percaya  kepada Yesus). Tetapi orang Kristen domba menurut:

Efesus 4:14 “…sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.”

Orang Kristen domba (kanak-kanak) mudah diombang-ambingkan.

KRISTEN ORANG MUDA
Lukas 15:11-32
Seorang bapa memiliki anak-anak  yang tidak kanak-kanak lagi, tetapi sudah bertumbuh menjadi “Kristen Orang Muda” atau “Beranjak Dewasa.”

Ciri Kristen Tingkat Orang Muda
Memiliki kerinduan untuk mewarisi kekayaan Bapa, sebab itu ia datang kepada bapanya dan meminta bagian atau haknya. Kekayaan berupa Firman Allah; Roh Kudus dan Karunia-karunia Roh Kudus; serta Karunia-karunia Pelayanan adalah janji Tuhan bagi kita orang-orang yang percaya.

Bandingkan dengan:
1 Yohanes 2:14c “aku menulis kepada kamu, hai orang – orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.”

Tapi sayang, kualitas kristen anak muda belum bersedia bergerak dalam pelayanan tingkat rohani, sebaliknya hanya materi dan jasmani semata.

Tanda Kristen Orang Muda
1 Yohanes 2:14c menjelaskan bahwa “Kristen Orang Muda” adalah orang kristen yang sudah mengerti, bahwa menjadi pengikut Yesus yang benar dan berkenan di mata Yesus bukan hal mudah. Tapi ia harus menjadi pengikut Yesus yang kuat dan yang berdaya tahan.

Kelemahan Kristen Orang Muda
Kristen orang muda adalah gambaran anak Tuhan yang aktif, melayani Tuhan dalam berbagai pelayanan. Tetapi “Kristen Orang Muda” adalah Kristen yang belum menyadari bagaimana caranya hidup untuk menyenangkan “Hati Bapa.” Tetapi yang ada di hati “Kristen Orang Muda” adalah ia berusaha lepas dari otoritas Bapa, dan berusaha jauh dari hadapan Bapa untuk memuaskan kesenangan dirinya.

Galatia 5:19-21.
Sebab itu tidak ada alasan bagi kita, kita harus bertumbuh menjadi “Kristen Yang Dewasa (Matang).”

KRISTEN BAPA
1 Yohanes 2:16

Lukas 15:8-10, Seperti seorang wanita dewasa (calon pengantin yang memberi segenap hidupnya, yaitu roh, jiwa dan tubuhnya untuk menyenangkan dan memuliakan Yesus mempelai pria).

Kristen Calon Mempelai Bukti Telah Dewasa
Orientasi kegiatannya di rumah.
Ada dua rumah yang ia jaga dan pelihara, antara lain:
1 Korintus 6:19 Rumah Pribadi (roh, jiwa dan tubuh).
1 Korintus 3:16 Rumah Besar, yaitu perhimpunan jemaat (Gereja Lokal), di mana ia beribadah (berjemaat).

Mengenakan Kalung Bermata Dirham Di Lehernya
Ini merupakan suatu bukti (tanda) bahwa ia telah bertunangan dengan seorang pria illahi, yaitu Kristus, mempelai laki-laki.

Kehilangan Mata Dirham
Tetapi sangat disayangkan, wanita ini kehilangan satu dari 10 mata dirham yang ia miliki. Ia berusaha mencari dirham yang hilang sampai dapat.

Tantangan Di Akhir Zaman
Tantangan yang paling serius yang jemaat hadapi di akhir zaman, bukan sandang, pangan dan papan. Tetapi jangan sampai kita kehilangan karakter atau sifat-sifat Kristus dalam kehidupan kita:
2 Timotius 3:1-5, manusia akan…
(1) mencintai dirinya sendiri dan menjadi…
(2) hamba uang. Mereka akan
(3) membual (berbohong) dan
(4) menyombongkan diri, mereka akan menjadi
(5) pemfitnah, mereka akan
(6) berontak terhadap orang tua dan
(7) tidak tahu berterima kasih,
(8)  tidak memperdulikan agama,
(9)  tidak tahu mengasihi,
(10) tidak mau berdamai,
(11) suka menjelekkan orang, 
(12) tidak suka yang baik,
(13) suka mengkhianat,
(14) tidak berpikir panjang,
(15) berlagak tahu,
(16) lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah.

Arsip Catatan Khotbah