MAKNA PENTING PERJAMUAN KUDUS – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 18 September 2022)

1 Korintus 11:23-26. – “ Sebab apa yang telah keteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata : Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata : Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku. Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang “

Perjamuan Kudus yang terdiri dari roti dan anggur, tidak dapat lepas dari sejarahnya yaitu Paskah, Kejadian 12.Pada Paskah pertama ada dua kematian:
1. Bagi bangsa Israel, kematian anak domba Paskah.
2. Bagi bangsa Mesir kematian semua anak sulung, manusia dan binatang.
Setiap rumah yang tidak ada tanda darah domba, akan ada kematian di rumah itu. Bukan saja di rumah-rumah orang Mesir, tetapi juga dapat terjadi di rumah orang Israel jika ada yang tidak mentaati perintah Tuhan dengan memberi tanda darah pada pintu rumahnya.

Daging domba Paskah harus dimakan dengan roti tidak beragi beserta sayur pahit. Sayur pahit (Marar) mengingatkan Israel tentang kepahitan mereka diperbudak selama 430 tahun di Mesir, Kel 12:40. Dimakan dengan dicelup garam, yang berbicara tentang air mata mereka. Semua itu dibuat agar Israel mengingat betapa pahitnya hidup dalam perbudakan yang penuh dengan tangisan. Dan hal itu juga menjadi gambaran kepahitan hidup dalam dosa yang mendatangkan tangisan kebinasaan.

Sejarah dari roti dan anggur sendiri sudah diperkenalkan jauh sebelum adanya Paskah, yang dibawa oleh Melkisedek.
Kejadian 14:18-19 – “ Melkisedek Raja Salem, membawa roti dan anggur, Ia seorang Imam Allah yang maha tinggi, lalu Ia memberkati Abram, katanya: Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, ..”

Melalui roti dan anggur, Melkisedek membuat perjanjian berkat keselamatan bagi Abram (nama awal dari Abraham sebelum dirubah Tuhan). Hal yang sama Yesus lakukan kepada kita untuk membuat perjanjian keselamatan bagi setiap orang percaya, sekaligus menjadi peringatan akan korban penebusan-Nya atas dosa kita, seperti halnya Paskah yang diperingati bagi bangsa Israel.

TENTANG ROTI PERJAMUAN
“Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku “.  Kalimat inilah tubuh-Ku, dalam Yoh 6:51- disebutkan daging-Ku. Istilah daging menunjuk pada Yoh 1:14 – “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

TENTANG ANGGUR PERJAMUAN
Anggur berbicara tentang darah Yesus. Didalam darah ada nyawa, jadi nyawa dibayar dengan tebusan nyawa. Darah Yesus menjadi perjanjian atau jaminan penebusan dosa kita. Imamat 17:11 “Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya dan aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Hb Keluaran 24:8.

Tertulis juga dalam perjanjian baru.
Matius 26:28 – “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan Dosa.”

MAKAN DAN MINUM PERJAMUAN KUDUS
Berbicara tentang persekutuan yang mendalam di dalam Kristus, yang mandarah daging. Firman Tuhan yang adalah pribadi Yesus harus dipraktekkan mandarah daging dalam kehidupan ini, menjadi karakter kehidupan orang percaya. Roti perjamuan, dalam Bahasa Ibrani ditulis : PANEH PA,AJIM, yaitu : Makanan yang dihadapkan atau dipertunjukkan. Roti yang ada di ruang suci Bait Allah disebut roti pertunjukkan, berbicara tentang persekutuan dengan Allah sebagai pribadi firman yang menjadi darah daging dalam praktek hidup orang percaya, dipertunjukkan dilihat orang lain dan menjadi kesaksian hidup tiap orang percaya.

Persekutuan dalam perjamuan kudus adalah persekutuan yang mendalam, artinya tidak sekedar sebagai peringatan akan penebusan dan penyucian dari dosa, tetapi juga merupakan persekutuan antara gereja sebagai mempelai Kristus. Paulus menggunakan istilah mempertunangkan. 2 Korintus 11:12 – “ Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laiki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.”

Yesus telah menebus kita dengan harga ada mahar yang cukup mahal dan mulia yaitu darah-Nya yang kudus, untuk dijadikan mempelai-Nya. Dari hal ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, perjamuan kudus dilakukan bukan saja untuk mengingat pengorbanan Yesus dan menjadi kesaksian bagi kita, tetapi perjamuan kudus juga merupakan ikatan persekutuan kita sebagai milik Kristus sang mempelai pria, yang kelak akan menjemput kita sebagai mempelai-Nya pada kedatangan-Nya yang kedua kali. Dalam penantian kita melalui perjamuan kudus, Tuhan mengharapkan bahwa tubuh dan darah-Nya juga menjadi tubuh dan darah kita melalui praktek kehidupan seperti karakter yang dimiliki Yesus, sampai kita kelak disempurnakan oleh Roh Kudus menjadi Gereja atau mempelai Kristus yang sama dengan Kristus.

Arsip Catatan Khotbah