Mandat Budaya (Membawa Budaya Surga ke Bumi) – oleh Pdt. Kong Hani Paulus (Ibadah Raya 1,3 – Minggu, 26 Juni 2022)

Keadaan Manusia Saat Jatuh dalam Dosa

  • Manusia kehilangan Taman Eden, kesuciannya, Roh Kudus, kepenuhan kemuliaan Allah, kekuasaan atas bumi, pengertian tujuannya di bumi.
  • Dari yang hilang, ternyata manusia tidak kehilangan surga, tubuh, jiwa, roh, potensinya, dan bumi ini.

Mandat Budaya

  • Suatu Perintah/Wewenang yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk dijalankan secara sah/legal di bumi ini yaitu mempengaruhi bumi ini supaya bumi ini menjadi wilayah Kerajaan Surga. Menjadikan budaya bumi ini, seperti budaya di surga (dan bagi kemuliaan-Nya)

2 Mandat Kepada Manusia
Kejadian 1:28  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:          
1. “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi (Mandat Prokreasi – Mandat beranak cucu) dan          
2. Taklukkanlah itu (Mandat Budaya), berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” 

Dimulai dari Taman Eden
Kejadian 2:15  TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu

  • Mengusahakan dari benih menjadi pohon. Segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita punya potensi untuk dikembangkan. Dikembangkan menjadi dewasa sampai mencapai Kemuliaan (Kapasitas maksimalnya keluar)
  • Konsep awal adalah agar Adam dapat mengembangkan taman Eden itu, melipatgandakannya sampai seluruh bumi ini memancarkan kemuliaan-Nya.
  • Mazmur 72:19  Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin. 

Setelah Kejatuhan Adam, tanah dikutuk oleh Tuhan. Pekerjaan tidak lagi menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi manusia. 

Kejadian 3:17  Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 
Kejadian 3:18  semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 
Kejadian 3:19  dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” 

Perintah Allah yang semula yaitu untuk menaklukkan bumi ini sudah hilang. Mandat Budaya yang diperintahkan Allah kepada manusia menjadi hilang.

Kejadian 9:1  Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi…. 

TAKLUKKANLAH
Kekuasaan disalahgunakan untuk mendominasi dan ‘menaklukkan’ bumi dan sesamanya.

SEBELUMSESUDAH
Taklukkan dengan cara Mengusahakannya dan Menjaga dengan Mandat yang diberikanTaklukkan dengan naluri yang sudah rusak dan kecenderungan melakukan kejahatan (Kej 6:5)

CARA MANUSIA MENAKLUKKAN BUMI
Menaklukkan untuk kepentingan dan keuntungan pribadi, tidak punya rasa bertanggung jawab atas milik orang lain (Stewardship), sumber daya alam dieksploitasi, pemborosan sumber energi, perusakan hutan-hutan dan alam, dampak: pemanasan global.

BUDAYA SURGA MENAKLUKKAN BUMI
Tuhan tidak meminta agar orang percaya diambil dari bumi, tetapi Tuhan mengutus mereka untuk membawa pengaruh pada bumi ini. 
Yoh 17:15  Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 
Yoh 17:16  Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 
Yoh 17:18  Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 

Melakukan Mandat Budaya kepada Bumi
1. MEMELIHARA (Maintaining)

  • 1Ti_6:20  Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu..
  • Ayat ini memang tidak secara langsung berbicara tentang bumi ini; tetapi berkenaan dengan apa yang dipercayakan, bumi ini merupakan kepercayaan dari Tuhan kepada manusia termasuk orang percaya. Itu sebabnya, terlebih lagi status kita sebagai orang percaya, harus mengambil sikap dan tanggung jawab terhadap bumi ini.
  • Itu sebabnya kita harus ambil bagian dalam Disiplin Hemat Energi (air, listrik, AC, kertas, dll), disiplin kebersihan (sampah) dan kerapian, disiplin tertib waktu, antri, lalu lintas, dst sebagai wujud tanggung jawab kita melakukan mandat budaya ini, yaitu membawa budaya surga ke bumi ini.

2. Mengusahakan – Mengembangkan – Berguna

  • Yer 29:7  Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. 
  • Negara Babel bukanlah negara mereka. Kota dimana mereka dibuang, bukanlah kota mereka. Namun mengusahakan kesejahteraan kota dimana mereka berada adalah tanggung jawab mereka. 
  • Kita juga terpanggil untuk mengatasi kemiskinan, ketidakadilan, HAM, memajukan pendidikan dan ekonomi, dst sebagai wujud mengusahakan dari mandat budaya yang dipercayakan kepada kita.

Mat 5:13  “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang (Menjaga)
Mat 5:14  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi (Mengusahakan)

Arsip Catatan Khotbah