HARI RAYA PENTAKOSTA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 5 Juni 2022)

Kisah Para Rasul 2:1-13

Ketika tiba hari Pentakosta 1 ,  semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;   dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus , lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,  seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Pendahuluan
Ada 3 hari raya yang dirayakan bangsa Israel secara umum, antara lain:
1. Hari Raya Paskah
2. Hari Raya Pentakosta
3. Hari Raya Pondok Daun

Tapi sampai sekarang secara jasmani bangsa Israel tetap merayakan hari-hari raya tersebut secara simbolik. Mereka belum mengalami penggenapan secara rohani. Mengapa? Mereka tidak mengalami pengenapan dari hari-hari raya tersebut karena tiga hari raya tersebut semuanya berfokus pada Yesus. Sampai sekarang bangsa Israel tidak mau percaya kepada Yesus.

Meskipun bangsa Israel menolak Yesus, namun rencana Allah yang besar harus digenapi. Kasih karunia yang Tuhan nyatakan melalui hari-hari raya tersebut diberikan kepada bangsa non Yahudi, orang-orang yang percaya kepada Yesus. Kita patut bersyukur kepada Tuhan oleh karena penolakan bangsa Israel kepada Yesus maka kita sebagai bangsa yang sebenarnya tidak layak di mata Tuhan, kita mendapatkan belas kasihan Tuhan seperti yang ditulis Rasul Paulus dalam Roma 11:25-36.

Roma 11:25
Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

WUJUD PENGGENAPAN KETIGA HARI RAYA
Dari ketiga hari raya tersebut, 2 diantaranya sudah digenapi yaitu Paskah dan Pentakosta.
1. Hari Raya Paskah
Keluaran 12:11-20, saat itu merupakan saat dimana pertama kali hari raya Paskah dirayakan atas perintah Tuhan tapi bangsa Israel saat itu merayakan Hari Raya Paskah secara simbolik yaitu dengan menyembelih domba untuk pembebasan dari jajahan Mesir. Darah domba itu dilaburkan pada setiap pintu rumah maka setiap rumah yang ditandai dengan darah domba itu tidak akan mendapat maut ketika malaikat maut datang untuk membinasakan anak sulung.

Dan ini Tuhan telah genapi dengan darah Anak Domba Allah, yaitu darah Yesus Kristus, yang telah disalibkan. Setiap orang yang percaya Yesus dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, ia telah menerima darahNya dalam hidup kita, maka kita telah mengalami penggenapan “paskah secara rohani” sehingga maut tidak akan bisa menyentuh orang yang sungguh-sungguh percaya dan menerima Yesus.

Roma 5:8-9
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

2. HARI RAYA PENTAKOSTA
7 minggu setelah Paskah, tepatnya pada hari ke-50, bangsa Israel merayakan hari Raya Pentakosta. Sampai sekarang bangsa Israel merayakannya secara simbolik dengan sukacita. Mereka membawa persembahan unjukan berupa korban sajian sebagai korban persembahan yang baru, Imamat 23:16-20 (sebagai pernyataan/ bukti kepada Tuhan).

Setelah kita ditebus Yesus, maka kita akan memberikan hati kita untuk Tuhan memakai menjadi alat Tuhan. Ketika kita sungguh-sungguh menyerahkan hati kita kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengurapi kita dengan kuasa Roh Kudus sehingga menjadi pengalaman kita dipenuhi Roh Kudus dengan tanda berbahasa Roh (glosolali).

Bila kita sudah penuh dengan Roh Kudus, tetaplah membangun hubungan kita dengan Tuhan, setia beribadah dan aktifkan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita supaya Roh Kudus tetap ada dalam hidup kita.

3. HARI RAYA PONDOK DAUN
Bangsa Israel merayakan hari raya ini secara simbolik di tempat terbuka (taman, kebun, dll). 
Hari Raya Pondok Daun belum kita genapi dan akan digenapi saat kita disingkirkan ke Padang Gurun selama 3,5 tahun. Sedangkan manusia secara umum termasuk Gereja Yang Tidak Turut Disempurnakan akan berhadapan dengan antikristus. Gereja Tuhan yang sempurna, yang mengikuti jalan-jalan Yesus akan disingkirkan oleh Tuhan dari kekuasan antikris.

GEREJA YANG SEMPURNA
Sedangakan sebagai pengikut Yesus sejati, kita akan merayakan penggenapan Hari Raya Pondok Daun, akana dan bersama-sama Yesus dalam sukacita dengan sukacita yang tidak terkatakan.

HARI RAYA PENTAKOSTA
Hari yang bukan hanya untuk dirayakan tapi juga harus dialami oleh orang percaya, dimana semua orang percaya dipenuhkan Roh Kudus. Kita seperti wadah yang layak untuk diisi oleh Roh Kudus. Masalahnya, apakah kita mau berserah diri kepada Yesus? Mengapa kita perlu dipenuhkan Roh Kudus?

Ada 2 pesan yang Yesus sampaikan kepada para muridNya:
1). Menjadi saksi Kristus
Sebab setiap pengikut Yesus harus menjadi saksi Yesus.
Matius 28:19-20 – Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Sebagai pengikut Yesus, kita harus ambil bagian melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus. Tidak perlu menjadi hamba Tuhan untuk bisa menjadi saksi Kristus ataupun melayani Yesus. Dengan menerapkan ajaran-ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari membuat kita menjadi saksi Kristus yang hidup, yang dapat memenangkan jiwa.

2). Pertumbuhan Rohani Gereja
Sebagai pengikut Yesus, kita harus dewasa secara rohani, sampai kita sama dan serupa dengan Yesus. Mengapa?

Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Nasihat Petrus
Sebab itu Rasul Petrus menasihati kita agar kita menambahkan di atas iman kita nilai-nilai rohani yang menjadikan kita serupa dengan Yesus, 2 Petrus 1:5-7.
Untuk dapat sampai ke puncak kasih Agape, perlu kuasa Roh Kudus untuk memampukan kita.

Arsip Catatan Khotbah