Ratapan 3:40-41
Ratapan 3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidupkita, dan berpaling kepada TUHAN. Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga:
Pendahuluan
Akhir-akhir ini saya banyak berpikir tentang kebangunan rohani, mengapa seseorang dapat menjadi pribadi yang antusias menyembah, memuji, melayani, bersemangat dalam segala sesuatu, tidak mengeluh/bersungut selalu bersyukur, mengalami kegerakan luar biasa dalam hidupnya. Respon saat mendengar firman begitu bergairah, menyembah dalam pujian penyembahan begitu penuh ekspresi yang nyata keluar dalam hati.
Masih ingat teguran Tuhan buat jemaat Efesus dalam “Aku menentangmu atau mencela,
bahwa kamu telah meninggalkan cinta yang kamu miliki pada awalnya.” (Wahyu 2:4) Artinya Tuhan mau kita mengalami kegerakan yang dari awal sampai terus dan terus kegerakan itu seharusnya semakin berkobar dalam hidup kita.
Saudara, hari ini kita rindu ada kegerakan maju kedepan dalam kerohanian kita, kita tidak mau pengiringan kita kepada Tuhan biasa-biasa saja. Pelayanan kita sebatas tugas artinya kita melaksanakan tugas kita cukup saat bertugas tapi kita sendiri tidak terima apa-apa, merasakan apa-apa, kedatangan kita beribadah sekedar jadwal hari minggu orang kristen beribadah tetapi kita masih menjadi pribadi yang loyo, tidak bersemangat, tidak punya harapan putus asa.
Kebangunan rohani adalah pemulihan pribadi atau kegerakan rohani terjadi dimulai dari dalam diri sendiri kepada hubungan yang vital dan kuat dengan Tuhan setelah masa kemunduran — moral, spiritual, perilaku.
Ayat yang kita baca adalah ayat pertobatan dimana ada ajakan “MARILAH”dari penulis yaitu Yeremia kepada bangsa Israel kepada pembaca di tengah kemunduran Rohani, kehancuran moral, kemerosotan iman, kekeringan, jiwa yang letih, mengalami banyak ipuh,pahit dan banyak penderitaan.
Hal yang perlu kita perhatikan ketika kita rindu mengalami kegerakan rohani didalam kehidupan kita:
1. Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita dan berpaling kepada TUHAN, ay. 40
Perubahan itu dimulai dari dalam diri kita. Ada banyak hal yang tidak dapat kita ubah, tetapi ada satu hal penting yang dapat kita ubah, yaitu diri kita. Perhatikan diri kita, dibagian pertama ini ada dua bagian yaitu marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita. Menyediakan waktu untuk kita berdiam diri, mengenal dan memahami kondisi atau keadaan kita saat ini, apa yang sedang terjadi didalam diri kita.
Selidiki dan periksa hidup kita, yang tahu diri kita selain Tuhan adalah diri saudara sendiri. Bagaimana langkah kita, apakah masih dalam jalan Tuhan, Israel jauh dari jalan dan kehendak Tuhan sehingga mereka mengalami kemerosotan. Jika semua yang dilakukan orang salah di pandangan kita jangan-jangan hati kita bermasalah, ada diantara kita selalu bersungut dan menggerutu setiap harinya. Bagaimana kedekatan kita dengan Tuhan? Perhatikan jalan hidup kita, apakah kita masih didalam jalan Tuhan? Bagaimana kondisimu saat ini? Apa engkau lelah, engkau kecewa? Apa ada yang perlu Tuhan bereskan dalam diri saudara?
Hari ini mari selidiki dan periksa hati kita lalu bagian selanjutnya berpaling kepada Tuhan dalam terjemahan lain kembali kepada Tuhan, arahkan diri saudara datang kepada Tuhan. Apa yang Saudara ingin Tuhan bereskan dan lakukan dalam diri saudara?
Dalam terjemah Shellabear “Marilah kita memeriksa dan menyelidiki jalan hidup kita, lalu kembali kepada ALLAH. Kembalilah kepada Tuhan sebab Tuhan menerima kita dan sanggup memulihkan kita.
Zakharia 1:3 Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam, maka Akupun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.
Rahasia memperoleh jamahan kebangunan Rohani : Saat kita Kembali kepada Allah maka kita mengundang Allah untuk kembali kepada kita.
Hanya datang kepada Tuhan dalam penyembahan kepada Allah, berdoa mencari Allah, berbalik kepada Allah yang benar artinya kita sadar kondisi keadaan hidup kita jauh dari sempurna, lemah letih, dan hidup di luar jalan Tuhan dan kita mengenakan manusia baru, pertobatan dengan membangun persekutuan yang baru akan mendatangkan pemulihan dalam diri seseorang.
Saudara perhatikan Kegerakan Rohani dalam diri seseorang ia sudah memeriksa dan menyelidiki diri dan kembali kepada Allah perhatikan dalam :
Yesaya 57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.
Yesaya 57:16 Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafaskehidupan.
Perumpamaan Anak yang hilang : Lukas 15:11-32
Tahapan memeriksa dan menyelidik hidup
ay. 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
ay. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
ay. 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa
Tahapan berbalik atau kembali kepada Allah
Ay. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Ay. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
2. Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga: Ay.41
Jika hanya mengangkat tangan saja tanpa mengangkat hati adalah kemunafikan.
“Benarkah Yesaya bernubuat tentang kamu, ketika dia berkata: ‘Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, tetapi hatinya jauh dari pada-Ku.'” (Matius 15:7-8, mengutip Yesaya 29:13)
Tuhan mau setiap orang yang sudah memeriksa, menyelidiki hidupnya dan kembali kepada Allah harus ada kesungguhan di dalam dirinya baik hati yang terangkat dan tangan yang terangkat sebagai tanda sepenuhnya berjalan kepada Tuhan
Setidaknya ada 5 hal pengertian mengangkat tangan :
- Mengangkat tangan adalah bagian dari pujian dan penyembahan kepada Tuhan.
- Mengangkat tangan dapat menjadi korban yang dipersembahkan bagi Tuhan.
- Angkat tangan dengan kerinduan untuk mencintai Tuhan dengan segenap kekuatan.
- Mengangkat tangan tanda penyerahan kita kepada Tuhan
- Mengangkat tangan sebagai ungkapan janji, komitmen dan pengakuan kita
- Mengangkat tangan mengingat kembali akan perbuatan sehingga jauh dari Tuhan
Perhatikan ajakan tersebut “Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga”:
- Ayat 42-47 Hati dan tangan terangkat mengingat kembali dosa yang sudah diperbuat
Baca : Ayat 43 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan murka, mengejarkami dan membunuh kami tanpa belas kasihan.Ayat. 44 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan,sehingga doa tak dapat menembus. - Ayat 48-54 Hati dan tangan terangkat sebagai tanda penyesalah dan kembali kepada Allah
Baca 48-50 Air mataku = mengalir bagaikan batang air, karena keruntuhan puteri bangsaku. 49. Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya,50. sampai TUHAN memandang dari atas dan melihatdari sorga. - Ayat 55-63 Hati dan tangan terangkat sebagai penyembahan, seruan dan doa permohonan.
Baca ayat 56-58 56. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku! 57. Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut! ” 58. “Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku. - Ayat 64-66 Hati dan tangan terangkat karena percaya bahwa Allah dapat dan sanggup melakukan perkara yang luar biasa.
Baca ayat 64-66. 64. “Engkau akan mengadakan pembalasan terhadap mereka, ya TUHAN, menurut perbuatan tangan mereka. 65. Engkau akan mengeraskan hati mereka; kiranya kutuk-Mu menimpa mereka! 66. Engkau akan mengejar mereka dengan murka dan memunahkan mereka dari bawah langit, ya TUHAN!”