Amsal 1:20–21
“Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.”
PENDAHULUAN
Alasan Alkitabiah Melayani Kota dan Bangsa
Ada beberapa alasan mengapa kita sebagai orang percaya dipanggil untuk melayani kota dan bangsa.
1. Tempat kehidupan kita
Yeremia 29:7
Kota tempat kita tinggal bukan hanya tempat kita mencari nafkah, membangun keluarga, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Kota juga merupakan tempat di mana kita dipanggil untuk menjadi berkat. Karena itu, kita tidak boleh hanya memikirkan kehidupan pribadi atau gereja sendiri. Kita juga harus memiliki kepedulian terhadap keadaan kota tempat Tuhan menempatkan kita.
2. Membuktikan nasionalisme
Daniel 9:3–19
Daniel menunjukkan kepedulian terhadap bangsanya. Ia berdoa, merendahkan diri, mengakui dosa, dan memohon pertolongan Tuhan bagi bangsanya. Ini menunjukkan bahwa iman kepada Tuhan tidak membuat seseorang tidak peduli terhadap bangsa. Sebaliknya, orang percaya seharusnya memiliki hati yang peduli terhadap keadaan bangsanya.
3. Tuhan sangat mengasihi kota dan bangsa
Contohnya:
– Niniwe
– Kota-kota Israel
– Samaria
– dan kota-kota lainnya.
Tuhan memperhatikan kehidupan manusia di dalam sebuah kota dan bangsa. Karena itu, gereja juga harus memiliki hati yang sama: peduli, hadir, dan menjadi berkat bagi kota dan bangsa.
MENJAWAB KEBUTUHAN KOTA DAN BANGSA
Pelayanan kepada kota dan bangsa harus dimulai dari kemampuan kita untuk melihat dan memahami kebutuhan yang ada.
Pelayanan bukan sekadar melakukan sesuatu, tetapi melakukan sesuatu yang tepat sesuai kebutuhan.
Perlu diterapakan prinsip pelayanan yang:
1. Efektif
Pelayanan harus mencapai tujuan yang ingin dicapai. Jangan sampai kita sibuk melakukan banyak kegiatan, tetapi sebenarnya tidak menjawab kebutuhan orang yang dilayani.
2. Efisien
Pelayanan harus dilakukan dengan pengelolaan sumber daya yang baik. Waktu, tenaga, kemampuan, dan sumber daya yang Tuhan percayakan harus digunakan dengan bijaksana.
3. Berdampak
Pelayanan harus menghasilkan perubahan. Bukan hanya terlihat ramai ketika dilakukan, tetapi memberikan manfaat yang nyata bagi orang lain dan lingkungan.
4. Berkesan
Pelayanan yang dilakukan dengan kasih akan meninggalkan kesan. Orang mungkin lupa dengan apa yang kita katakan, tetapi mereka dapat mengingat bagaimana kita memperlakukan mereka.
5. Menular
Pelayanan yang baik dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Kebaikan yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi contoh dan mendorong lebih banyak orang untuk ikut menjadi berkat.
“Pelayanan terbaik bukan tentang apa yang ingin kita beri, melainkan tentang apa yang benar-benar mereka butuhkan.”
Menurut A.S. Moenir:
“Pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung maupun tidak langsung.”
Jadi, pelayanan harus berorientasi kepada kebutuhan, bukan sekadar keinginan kita untuk melakukan sesuatu.
APA YANG DAPAT KITA BERIKAN?
A. INTELEKTUAL
Amsal 1:1–4
Kita dapat melayani kota dan bangsa melalui apa yang Tuhan berikan dalam pikiran dan kemampuan kita.
1. Informasi
Pengetahuan yang kita miliki dapat digunakan untuk membantu orang lain.
Jangan menyimpan pengetahuan hanya untuk diri sendiri. Apa yang kita tahu dapat menjadi alat untuk memberkati orang lain.
2. Skill
Keterampilan yang kita miliki juga merupakan sesuatu yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan untuk melayani.
Setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi, pendidikan, seni, komunikasi, administrasi, pertukangan, media, dan sebagainya.
3. Pengertian
Pengetahuan harus disertai dengan pengertian.
Kita perlu memahami keadaan dan kebutuhan orang lain agar pelayanan yang kita berikan benar-benar tepat sasaran.
4. Integritas
Kemampuan tanpa integritas dapat menjadi masalah.
Karena itu, pelayanan kepada kota dan bangsa bukan hanya membutuhkan orang yang pintar dan terampil, tetapi juga orang yang dapat dipercaya.
MATERI DAN NON-MATERI
Kita juga dapat melayani melalui apa yang kita miliki, baik dalam bentuk materi maupun non-materi.
1. Pajak
Amsal 29:12
Matius 22:21
Sebagai warga negara, kita memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kewajiban kita kepada negara.
2. Aset
Amsal 11:11
Apa yang Tuhan percayakan kepada kita dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
3. Keahlian
1 Raja-raja 7:13–14
Daniel 1:3–4
Keahlian seseorang dapat menjadi sarana untuk memberikan kontribusi bagi orang lain.
Tuhan dapat memakai keahlian kita untuk memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat.
4. Komitmen
Nehemia 2:10, 17–18
Membangun dan melayani membutuhkan komitmen.
Tidak cukup hanya memiliki keinginan untuk melihat kota menjadi lebih baik. Dibutuhkan kesediaan untuk terlibat dan mengambil bagian.
“Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu.”— John F. Kennedy
Pertanyaan penting bagi kita:
“Apa yang sudah saya berikan bagi kota dan bangsa saya?”
Bukan hanya bertanya apa yang dapat kita terima dari kota dan bangsa, tetapi apa kontribusi kita untuk membangun dan memberkatinya.
KEBUTUHAN ROHANI KOTA DAN BANGSA
Pelayanan kepada kota dan bangsa tidak hanya berbicara tentang kebutuhan sosial, materi, pendidikan, atau kemampuan. Ada kebutuhan yang jauh lebih dalam, yaitu kebutuhan rohani.
1. PERTOBATAN DAN PENGAMPUNAN
Kota dan bangsa membutuhkan orang-orang yang mengalami pertobatan dan hidup dalam pengampunan.
Perubahan yang sejati bukan hanya perubahan dari luar, tetapi dimulai dari hati manusia.
2. BERDOA SYAFAAT
1 Raja-raja 8:22–53
Gereja dipanggil untuk berdiri dalam doa bagi kota dan bangsa.
Doa syafaat berarti membawa kebutuhan orang lain, kota, dan bangsa ke hadapan Tuhan.
Kita mungkin tidak dapat mengubah semua keadaan secara langsung, tetapi kita dapat berdiri di hadapan Tuhan dan berdoa bagi keadaan tersebut. Karena itu, gereja tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga harus menjadi rumah doa bagi kota dan bangsa.
3. BERANI TAMPIL BENAR
Amsal 29:2
Ketika orang benar bertambah, rakyat bersukacita. Orang percaya dipanggil untuk hidup benar di tengah masyarakat. Artinya:
- jujur dalam pekerjaan,
- benar dalam perkataan,
- bertanggung jawab,
- tidak melakukan korupsi,
- tidak menyalahgunakan kepercayaan,
- dan menjadi teladan.
Kesaksian hidup kita merupakan bagian dari pelayanan kepada kota dan bangsa.
4. BERITAKAN INJIL
Kisah Para Rasul 1:8
Kita tidak boleh melupakan tujuan utama gereja. Kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus.
Pelayanan sosial, pendidikan, bantuan materi, keahlian, dan berbagai bentuk pelayanan lainnya penting. Tetapi semuanya harus membawa kita kepada tujuan yang lebih besar: memperkenalkan Kristus kepada manusia.
PENUTUP
1. CERDASKAN
Kita harus terus meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kemampuan.
Gereja membutuhkan orang percaya yang memiliki kapasitas untuk menjawab berbagai kebutuhan zaman. Jangan berhenti belajar. Cerdaskan diri supaya dapat menjadi berkat.
2. KELOLA DAN PERKAYA
Apa yang Tuhan percayakan kepada kita harus dikelola dengan baik.
Jangan menyia-nyiakan:
- pengetahuan,
- keahlian,
- waktu,
- aset,
- kesempatan,
- dan sumber daya.
Kelola semuanya sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi orang lain.
3. DOAKAN DAN SELAMATKAN KOTA DAN BANGSA
Ini menjadi puncak dari pelayanan kita. Kita bukan hanya dipanggil untuk melihat kebutuhan kota, tetapi terlibat menjawab kebutuhan tersebut.
Kita bukan hanya dipanggil untuk menikmati kota tempat kita tinggal, tetapi menjadi berkat bagi kota tersebut.
Kita bukan hanya dipanggil untuk berdoa bagi bangsa, tetapi juga bersedia menjadi jawaban atas doa tersebut.
Melayani kota dan bangsa berarti melihat kebutuhan, memberikan apa yang Tuhan percayakan, dan membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat sekaligus membawa mereka kepada Kristus.
Kita dapat melayani melalui:
INTELEKTUAL → MATERI & NON-MATERI → DOA → KEHIDUPAN YANG BENAR → INJIL
Karena itu:
Cerdaskan.
Kelola dan perkaya.
Doakan dan selamatkan kota dan bangsa.
Tuhan tidak menempatkan kita di sebuah kota hanya untuk tinggal di dalamnya. Tuhan menempatkan kita di sana supaya kita menjadi berkat bagi kota tersebut.