Sewaktu manusia jatuh dalam dosa, banyak yang hilang dari manusia. Manusia kehilangan Taman Eden, kehilangan kesuciannya, kehilangan Roh Kudus, kehilangan kepenuhan Kemuliaan Allah, kehilangan kekuasaan atas bumi, dan kehilangan pengertian tujuannya di bumi. Tetapi dari yang hilang dari manusia, ada yang tidak kehilangan. Manusia tidak kehilangan ke Surga, Bumi, Tubuh, Jiwa, Roh, Potensinya. Manusia tidak kehilangan hal-hal tersebut namun kehilangan kepenuhan kemuliaan Allah atau potensi maksimalnya. Tetapi bagi orang percaya, Allah memulihkannya. Prosesnya kita dapat baca di 1 Tes 5:23 “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”
Dia telah menguduskan kita secara sempurna. Kita tidak dapat menambah apapun untuk karya keselamatan yang dikerjakan melalui pengorbanan Yesus Kristus. Dia berharap semoga roh, jiwa, tubuhmu terpelihara sempurna sampai hari kedatangan-Nya.
- Tuhan menguduskan tubuh kita (Panca Indera) supaya dapat dilatih dan dikuasai untuk menyatakan kemuliaan-Nya pada dunia (1Kor 9:27; Roma 6:13).
- Tuhan menguduskan jiwa kita (pikiran, perasaan dan kehendak) supaya dapat menjadi dewasa penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (Efesus 4:13).
Pada bagian ini kita akan membahas tentang “roh manusia”.
Manusia adalah makhluk roh, yang memiliki jiwa, dan tinggal dalam tubuh, kita bisa melihatnya dalam Kejadian 1:26, 2:7; Bilangan 16:22. Tujuan adanya roh manusia adalah untuk memahami dan terhubung dengan Allah sebagai Pencipta, 1 Kor 2:13-16. Fungsi dari roh manusia adalah supaya bisa beriman kepada Allah, 2 Kor 4:13.
Sebelum Jatuh dalam Dosa:
Allah (Trinitas) dalam wujud yang kelihatan berbicara kepada manusia (secara audible). Suara itu ditangkap oleh roh manusia kemudian mempengaruhi jiwanya, memenuhi pikiran, perasaan, dan kehendaknya. Jiwa manusia (pikiran, perasaan dan kehendak) mempengaruhi tubuh manusia untuk melakukannya (Tubuh melakukan seperti yang diperintahkan jiwa). Tubuh melayani (menjadi budak) jiwa dan jiwa menjadi pelayan (menjadi budak) dari roh manusia.
- Proses perilaku manusia (Adam & Hawa) menjadi berdosa:
Suara iblis (dalam bentuk ular) ditangkap oleh telinga manusia (panca indera). Panca indera mempengaruhi jiwa manusia dalam hal ini pikiran manusia. Dan sangat disayangkan bahwa pikiran tidak meneruskannya kepada roh manusia, untuk bertanya kepada Allah sebagai bahan pertimbangan. Perasaan dipermainkan dan kehendak dipengaruhi oleh panca indra. Jiwa mengonfirmasikannya untuk bertindak sesuai dengan apa yang dilihatnya.
- Setelah manusia jatuh ke dalam dosa:
Roh manusia mati (Kej 2:17; Efesus 2). Suara iblis melalui lingkungan mempengaruhi Jiwa (Pikiran, Perasaan, Kehendak). Tidak mengonfirmasikannya kepada roh, tetapi jiwa langsung mengambil keputusan mempengaruhi tubuh manusia (jadi manusia jiwa yang labil).
- Setelah menjadi Ciptaan Baru (2 Kor 5:17):
Roh manusia dibangkitkan (Ef 2:1,5). Roh manusia semakin kuat (Luk 1:80, 2:40, 52). Mempengaruhi Jiwa untuk melakukan kehendak Allah melawan kehendak daging. Pertanyaan disini, manakah yang akan menang? Tergantung mana yang kita rawat dan mana yang kita beri makan supaya semakin kuat dan bisa menang (Peperangan di Jiwa). Ini bisa mempengaruhi tubuh untuk bertindak sesuai dengan kehendak Allah (Roh) atau kehendak daging.
Roh Semakin Kuat
Bilangan 14:24 “Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa (another spirit) yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.”
Daniel 5:12 “karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan….”;
Daniel 6:4 “Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa….”;
2 Korintus 4:13 “Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.”
- Roh – Kebutuhan Utamanya:
– Kesadaran akan Kehadiran Tuhan, Kej 28:16; Yesaya 6:5
– Kepekaan akan Pimpinan Roh Kudus, Yoh 16:13, Rom 8:14
– Penyembahan, Yoh 4:23-24
– Firman Tuhan, Matius 4:4
Roh manusia diperuntukkan supaya dapat berkata-kata kepada Jiwa untuk dapat menguasai dan menguatkannya.
Maz 42:6, 12; 43:5 “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” Selanjutnya jiwa yang sehat dapat mempengaruhi tubuh menjadi baik-baik dan sehat-sehat saja.
Kesimpulan:
Tuhan menguduskan roh manusia kita, memberinya kemampuan untuk dapat menguasai jiwa manusia kita yang begitu labil, yang kemudian akan memengaruhi keadaan tubuh kita. Ketika kita terus memberi makan roh kita (bukan daging kita) maka roh manusia kita akan terus terhubung Tuhan dan akan dapat memahami kehendak Tuhan.