MIRACLE OF CHRISTMAS (KEAJAIBAN NATAL) – oleh Pdm. Patrick B. Lazarus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 17 Desember 2023)

Lukas 1:5-25
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. (Lukas 1:5-7).

 “Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Lukas 1:24-25)

NATAL DAN PERISTIWA AJAIB
Natal dikelilingi oleh berbagai peristiwa ajaib yang semuanya disutradarai/dirancang oleh Allah. Ada banyak kisah keajaiban seputar kelahiran Yesus di dalam Alkitab. Contohnya Maria yang mengandung dari Roh Kudus padahal belum bersuami, para gembala yang dijumpai Malaikat dan diberitahukan tentang kelahiran Yesus atau orang-orang Majus yang dipimpin oleh sebuah bintang untuk menemukan dan menyembah Yesus. Begitu juga kisah keajaiban natal bagi keluarga Zakharia dan Elisabet yang akan kita bahas pagi ini. Pada masa tuanya mereka diberi anak oleh Tuhan yang kelak dikenal sebagai Yohanes pembaptis.

Sama seperti keajaiban yang terjadi pada peristiwa natal, begitu juga setiap keajaiban yang TUHAN kerjakan dalam hidup kita mengandung tujuan-tujuan Ilahi yang mengarahkan kita untuk percaya dan menyembah Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat.

PESAN KEAJAIBAN NATAL DARI KISAH ZAKHARIA DAN ELISABET
1. TUHAN MENGINGAT UMAT-NYA
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Lukas 1:5

Hal ini dapat kita ketahui dari arti nama Zakharia yaitu ‘Yang diingat Yehovah atau TUHAN kembali mengingat.’
Zakharia adalah seorang Imam Yahudi yang bekerja di Bait suci dan berasal dari kelompok Abia. Pada waktu itu ada kira-kira 20.000 an Imam di seluruh negeri. Karena jumlah yang banyak maka mereka dibagi menjadi 24 kelompok untuk bergantian melayani sesuai perintah Daud (1 Taw 24:3-19). Masing-masing kelompok terdiri dari kira-kira 1.000 orang. Lewat undian akan dipilih satu orang saja untuk memasuki tempat kudus dan membakar dupa serta menaikan doa, dan pada waktu itu lewat undian terpilihlah Zakharia.

Proses terpilihnya Zakharia dari 1.000 anggota (mungkin lebih) bukanlah sebuah kebetulan tetapi Allah sendiri yang memilihnya dengan sebuah tujuan. Sesuai arti namanya, terpilihnya Zakharia secara rohani mengandung arti TUHAN tidak pernah melupakan kita (Yesaya 49:15-16; Yeremia 31:20).

Mungkin kita pernah dikecewakan, dilupakan oleh orang terdekat, kita merasa sendiri dan ditinggalkan namun kenyataannya apapun keberadaan kita, percayalah Tuhan tidak pernah melupakan kita. Bahkan seandainya seorang ibu dapat melupakan anaknya Tuhan tidak pernah melupakan kita.

Yesaya 49:15-16 (TB)  Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Yeremia 31:20 (TB)  Anak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku atau anak kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman TUHAN.

Manusia berdosa harus terpisah dari Allah, bahkan akan binasa dalam dosanya. Namun Kelahiran Yesus adalah bukti Allah mengingat kita, Dia ingat kita berdosa, lemah, tanpa harapan namun Dia tidak meninggalkan kita sendirian, karena itu Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi kita supaya kita tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16)

“KELAHIRAN YESUS Adalah bukti bukan kita yang lebih dahulu mengingat Allah, tetapi Allah-lah yang mengingat kita.” This Is A Miracle Of Christmas!

2. TUHAN Memperhatikan Hidup Orang Benar
Lukas 1:5-6 (TB) “ Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.”

Hal kedua yang kita pelajari tentang Keajaiban Natal dari kisah keluarga Zakharia adalah Tuhan memperhatikan kehidupan orang yang benar. Kita bisa punya banyak pandangan tentang kehidupan yang benar, tetapi Firman Tuhan memberi standar yang jelas yaitu ‘Benar Di Hadapan Allah’. Benar di hadapan Allah ditunjukkan dengan hidup taat pada perintah dan ketetapan Tuhan. Ini bicara tentang kesalehan dan integritas. Mereka tidak berpura-pura taat, tidak punya tujuan menarik simpati orang lain melainkan mereka lakukan semua karena mengasihi Tuhan.

Kehidupan Zakharia dan Elisabet berbeda dari Herodes. Herodes adalah raja Yudea yang diangkat Romawi. Dengan kedudukan yang tinggi dan segala keberhasilannya nampak semua yang dia lakukan itu benar, setidaknya benar bagi dirinya sendiri tetapi tidak benar di hadapan Allah. Disamping itu untuk kepentingan politik dan menarik hati orang Yahudi, Herodes mendandani Bait Allah, setidaknya bagi sebagian orang melihat itu sebagai sesuatu yang benar, tapi ini juga bukan kebenaran di hadapan Allah.

Janganlah kita menjadi orang yang membangun image “benar” di hadapan manusia tetapi tidak benar di hadapan Tuhan. Jangan sampai kehidupan yang benar hanyalah sebatas pagar gereja atau sekedar status yang kita pasang di media sosial kita.

YANG BENAR BUKAN YANG BESAR
Hal yang juga penting disini adalah Tuhan tertarik kepada hidup yang benar bukan hidup yang besar! Sayangnya banyak orang lebih tertarik kepada kehidupan yang besar daripada memiliki hidup yang benar. Karena itu banyak orang demi menjadi besar rela mengabaikan apa yang benar.

Ada banyak orang menjadi orangtua yang ‘besar’ (dapat diandalkan secara kedudukan, ekonomi) bagi anaknya tetapi gagal menjadi orangtua yang benar (memberi teladan rohani),  banyak orang tua mendorong anaknya rajin belajar agar jadi orang besar, tapi berapa banyak yang mau mendorong, membimbing anaknya untuk hidup benar?

Ada banyak orang sibuk mengejar untuk menjadi besar (kalau bisa yang terbesar) dalam karir, usaha sampai mengabaikan yang utama yaitu hidup dalam kebenaran.

TUHAN lebih tertarik memakai hidup Zakharia yang benar sekalipun kehidupan Herodes tampak lebih besar.

DIMAMPUKAN OLEH KRISTUS
Jika kita berpikir sulit untuk hidup benar maka di dalam Yesus kita memiliki harapan untuk berubahsebab Yesus datang sebagai terang agar kita tidak tinggal dalam kegelapan, melainkan hidup dalam terang (Hidup dalam kebenaran).

Yohanes 8:12 (TB)  Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Lewat Kristus kita tidak hanya dibenarkan tetapi juga diberi kesanggupan untuk hidup dalam kebenaran. This Is A Miracle Of Christmas!

3. TUHAN TIDAK DAPAT DIBATASI OLEH KETERBATASAN MANUSIA
“Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.” Lukas 1:7

Keajaiban Natal bicara tentang kemahakuasaan TUHAN.
Kata “tetapi” menunjukkan situasi yang bertolak belakang dengan situasi yang disebutkan sebelumnya. Banyak orang berpikir jika hidup saleh, semua akan berjalan dengan lancar. Tidak selalu! Keterbatasan Zakharia dan Elisabet adalah tidak memiliki anak. Hal ini dapat diartikan bahwa masalah yang mereka hadapi bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dengan kemampuan manusia, sebab Elisabet mandul dan mereka berdua telah lanjut usia (Lukas 1:7). TUHAN-lah yang berinisiatif menjawab doa menurut cara dan waktu-Nya sendiri (Lukas 1:13).

Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Lukas 1:13

Ada banyak hal yang tidak dapat diselesaikan oleh manusia, namun kisah-kisah keajaiban Natal mengajak kita untuk terus beriman sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.(Yer 32:27; Keluaran 15:11; Lukas 1:36-37)

Yeremia 32:27 “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?
Lukas 1:36-37 (TB)  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” 

Inkarnasi Yesus Kristus adalah bukti kemahakuasaan TUHAN. Dia yang tidak terbatas “membatasi” diri dalam rupa manusia karena kita. Bagi dunia ini mustahil tapi bagi TUHAN semua mungkin.

Lewat kelahiran-Nya kita mendapat harapan hidup kekal. This Is A Miracle Of Christmas!

Kesimpulan :
Keajaiban Natal mengajarkan kita bahwa TUHAN tidak pernah melupakan kita, Dia bahkan sanggup mengerjakan hal-hal yang mustahil bagi kita karena Dia sangat mengasihi kita. Pertanyaannya apakah kita mau untuk menyerahkan hidup kita bagi Dia? Maukah kita untuk hidup dalam kebenaran?

Arsip Catatan Khotbah